Pengalaman Memakai iPhone Air: Kesan Awal dan Alasan Banyak Pengguna Langsung Suka

Apple mengguncang pasar dengan menghadirkan iPhone Air sebagai lini iPhone tertipis dan teringan yang pernah dibuat. Perangkat ini langsung menarik perhatian berkat klaim ketebalan hanya 5,6 mm dan bobot 165 gram, sangat jauh dari bobot iPhone flagship yang rata-rata di atas 200 gram. Meski begitu, banyak yang sejak awal skeptis karena iPhone Air hanya dibekali satu kamera utama dan kapasitas baterainya terlihat kecil, yakni 3.149 mAh, dibanding rata-rata ponsel Android flagship.

Respons pasar pun pada awalnya terbilang dingin. Laporan analis menyebut permintaan tidak sesuai ekspetasi, produksi sempat dipangkas, hingga harga di Indonesia turun sekitar 3 jutaan dari harga peluncuran hanya dalam tempo dua bulan. Namun, persepsi pengguna mulai berubah setelah benar-benar mencobanya dalam aktivitas sehari-hari.

Desain Ultra-Tipis dan Ringan

Daya tarik utama iPhone Air terletak pada desain yang sangat tipis namun tetap kokoh. Bobotnya yang 165 gram terasa sangat enteng, bahkan seringkali pengguna jadi khawatir ponsel tertinggal karena nyaris tidak terasa di saku. Material titanium Grade 5 pada rangka memastikan bodi tetap kukuh dan tahan terhadap tekanan, sedangkan bagian depan dilindungi Ceramic Shield 2 dengan klaim tiga kali lebih tahan gores. Pada bagian belakang digunakan kompleks Ceramic Shield generasi sebelumnya yang empat kali lebih tahan retak.

Apple menyiasati desain tipis ini dengan menyematkan modul kamera sedikit menonjol supaya perangkat tetap stabil saat diletakkan di meja. Tombol Tindakan (Action Button) dan Kontrol Kamera fisik tetap hadir dan dapat dikustomisasi. Sertifikasi IP68 menegaskan iPhone Air tahan air hingga kedalaman 6 meter selama 30 menit, menjaga rasa aman untuk penggunaan di berbagai kondisi.

Layar & Audio

iPhone Air dilengkapi layar Super Retina XDR OLED 6,5 inci dengan resolusi 2736 x 1260 piksel dan kerapatan 460 ppi. Fitur ProMotion dengan refresh rate adaptif hingga 120 Hz membuat pengalaman scroll dan navigasi terasa lebih mulus. Selain itu, sudah tersedia Always-On Display dan Dynamic Island khas iPhone modern.

Tingkat kecerahan hingga 3.000 nit di luar ruangan menjadikannya layar tercepat untuk iPhone, dikombinasikan dengan HDR, Dolby Vision, dan fitur True Tone untuk tampilan video yang optimal. Bezel yang sangat tipis turut mempertegas kesan premium.

Untuk sektor audio, ada kompromi yang mesti diterima. Demi desain super tipis, hanya ada satu speaker utama pada earpiece. Hasilnya, suara menjadi mono, tidak sekaya keluaran stereo di iPhone seri Pro. Percakapan telepon dan video kadang perlu speaker tambahan atau earphone, seperti AirPods, agar lebih nyaman didengar dalam situasi bising.

Kamera

iPhone Air hanya mengandalkan satu kamera utama 48 MP berteknologi Fusion Camera, bukaan f/1.6, dilengkapi sensor-shift OIS. Foto yang dihasilkan dapat otomatis 24 MP, mode penuh 48 MP, serta optical quality 2x zoom (52 mm) dan digital zoom hingga 10x.

Teknologi Apple seperti Photonic Engine, Deep Fusion, Smart HDR 5, Night Mode, dan Photographic Styles tetap tersedia, memastikan hasil foto tajam dan natural. Untuk video, iPhone Air mendukung 4K Dolby Vision hingga 60 fps plus Action Mode yang stabil.

Kamera depan 18 MP punya fitur Center Stage, Dual Capture, dan perekaman video 4K. Walau sangat mumpuni untuk kebutuhan harian bahkan konten sosial media, absennya lensa ultra-wide dan telephoto dedicated membuat hasil foto landscape atau grup besar tak selengkap seri Pro.

Performa Tinggi di Balik Desain Tipis

Chip A19 Pro berbasis fabrikasi 3 nm jadi otak dari iPhone Air. Diperkuat CPU 6-core, GPU 5-core dengan ray tracing, serta Neural Engine 16-core, kombinasi ini membuat aktivitas harian dan multitasking sangat responsif. RAM 12 GB dan opsi penyimpanan hingga 1 TB membuat ponsel ini cocok untuk kerja kelas berat.

Dikutip dari hasil tes redaksi, membuka banyak aplikasi, editing video 4K hingga bermain game berat masih mulus tanpa panas berlebihan. Skor benchmark-nya pun terbilang tinggi:

  1. Skor Antutu: 1.941.329
  2. Geekbench Single Core: 3.576
  3. Geekbench Multi Core: 9.110

Fitur modem C1X buatan Apple serta dukungan Wi-Fi 7 dan Bluetooth 6 memberikan koneksi 5G yang lebih efisien dan latensi rendah saat digunakan.

Baterai dan MagSafe Battery

Meski kapasitas baterai 3.149 mAh sempat memicu kekhawatiran, pada penggunaan riil daya tahan iPhone Air justru di atas ekspektasi. Klaim resmi Apple menyebut 27 jam pemutaran video lokal dan 22 jam streaming video. Saat digunakan mulai pagi hingga malam untuk aneka aktivitas harian seperti browsing, chat, dan streaming, baterai masih tersisa sekitar 25-30 persen pada malam hari.

Saat dipakai untuk tugas berat seperti rekam video 4K atau main game intens, baterai memang lebih cepat turun. Namun performanya masih dalam kategori aman. Untuk mendukung daya tahan, Apple juga menawarkan MagSafe Battery, yaitu powerbank paling tipis yang pernah dirilis Apple dan mampu menambah daya hingga 65 persen lagi.

Bentuk powerbank dibuat sesuai kontur iPhone Air dengan magnet yang pas di bawah modul kamera, tidak mengganggu grip dan tetap nyaman saat digunakan. Pengujian menunjukkan MagSafe Battery dapat menambah pemutaran video jadi sekitar 40 jam.

Harga dan Posisi di Pasar

Setelah sempat dihargai premium, iPhone Air kini bisa ditemui di pasar Indonesia dengan harga mulai dari Rp 17,9 juta. Harga tersebut telah turun signifikan dalam dua bulan sejak peluncuran, menandakan adanya penyesuaian dari Apple terhadap kondisi pasar.

Seri ini memang bukan pilihan utama bagi pencari kamera serbaguna. Namun bagi yang mengutamakan kenyamanan genggam, desain elegan, performa stabil dan pengalaman premium dalam satu perangkat tipis, iPhone Air jelas menghadirkan alternatif baru yang menarik. Kehadirannya menegaskan bahwa pengalaman pengguna tak melulu soal spesifikasi kertas, tetapi bagaimana harmonisasi desain, hardware, dan perangkat lunak bisa memberikan nilai lebih di penggunaan nyata.

Baca selengkapnya di: inet.detik.com
Exit mobile version