
Seorang tentara Ukraina membagikan gambar MacBook Air yang rusak akibat pecahan artileri namun tetap berfungsi. Kejadian ini viral setelah diunggah oleh anggota Brigade Azov melalui akun X dengan handle @lanevychs.
Dalam unggahannya, tentara tersebut menampilkan foto dan video singkat MacBook Air M1 tahun 2020 yang berlubang akibat pecahan peluru artileri. Ia bercanda mempertanyakan tingkat perlindungan balistik pada laptop tersebut.
Kondisi MacBook Air Pasca Kehantaman Pecahan
Gambar memperlihatkan lubang yang menembus bodi aluminium laptop, mengindikasikan benturan serpihan berkecepatan tinggi. Meski demikian, tentara itu tidak mengungkap lokasi laptop saat terkena serangan atau detail tambahan.
Mengejutkan, laptop tersebut masih bisa dinyalakan dan layar masih responsif meski area sekitar titik hantaman mengalami kerusakan. Tentara tersebut mengatakan biaya perbaikan diperkirakan hampir sama dengan membeli unit baru.
Desain dan Ketahanan Laptop Apple
MacBook Air menggunakan bodi unibody berbahan aluminium daur ulang, yang fokus pada bobot ringan dan kekakuan. Apple tidak pernah memasarkan laptopnya sebagai alat pelindung dan tidak dirancang untuk menahan benturan sekeras ini.
Kasus Serupa di Masa Lalu
Kejadian unik soal MacBook yang bertahan terhadap proyektil bukan kali ini saja terjadi. Pada Januari, media pernah melaporkan MacBook Pro yang menghentikan peluru saat serangan di bandara Fort Lauderdale.
Kisah ekstrem namun jarang ini menunjukkan bahwa perangkat elektronik sehari-hari mampu menahan kerusakan lebih hebat dari perkiraan dalam situasi luar biasa.
Poin Penting terkait Kejadian Ini:
- Laptop terkena serpihan artileri dengan dampak langsung pada bodi.
- MacBook Air masih bisa menyala dan layar sebagian bekerja.
- Kerusakan fisik berat dan biaya perbaikan tinggi.
- Aluminium unibody bukan perlindungan desain utama.
- Peristiwa serupa pernah terjadi dengan perangkat Apple lain.
Walaupun bukan perangkat militer, MacBook Air ini membuktikan daya tahan materialnya cukup tangguh menghadapi kondisi ekstrim. Namun, kejadian ini tetap menjadi pengecualian yang jarang terjadi bagi laptop biasa.
Perkembangan lebih lanjut terkait peralatan elektronik yang tahan benturan ekstrem sangat menarik untuk diikuti. Di sisi lain, konsumen sebaiknya tetap menggunakan gadget sesuai fungsinya agar tidak mengalami kerusakan fatal dalam situasi berbahaya.





