Samsung dilaporkan akan kembali mengembangkan CPU dan GPU proprietary untuk chipset Exynos terbaru. Kabarnya, Exynos 2800 akan menggunakan arsitektur CPU dan GPU kustom yang dirancang khusus oleh Samsung, mengakhiri tren penggunaan inti CPU ARM standar dan GPU dari pihak ketiga seperti AMD yang sebelumnya menjadi andalan mereka.
Sumber informasi ini berasal dari tipster di media sosial yang mengutip kebijakan terbaru Samsung dalam strategi pengembangan chip. Setelah beberapa tahun mengandalkan desain eksternal, perusahaan berencana menghidupkan kembali lini prosesor dengan inti “kustom” yang dikembangkan secara in-house, berpotensi untuk perangkat Galaxy mendatang. Namun, Samsung belum secara resmi mengonfirmasi chipset Exynos 2800, arsitekturnya, maupun teknologi fabrikasi yang akan dipakai.
Kembali ke Desain Chip Proprietary
Samsung sebelumnya memiliki tim desain chip internal yang membuat inti CPU bernama “Mongoose.” Tim ini telah dibubarkan dan proyek Mongoose dihentikan beberapa waktu lalu, sehingga Samsung lebih sering memakai inti CPU ARM standar dan teknologi GPU dari AMD RDNA. Kini, rencana membawa desain inti kembali ke dalam pengembangan SoC milik Samsung menjadi tanda bahwa perusahaan ingin lebih mandiri dalam mengontrol performa dan efisiensi chipsetnya.
Menurut laporan GizmoChina, kemajuan terbaru dalam teknologi fabrikasi chip seperti proses 2nm Gate-All-Around (GAA) dapat membantu Samsung mengatasi masalah efisiensi daya yang selama ini menjadi kendala. Teknologi fabrikasi ini memungkinkan pengurangan konsumsi energi sekaligus peningkatan performa, yang tentu penting untuk menghadirkan chip flagship yang kompetitif.
Teknologi Terbaru di Exynos Saat Ini
Selain rencana untuk Exynos 2800, Samsung telah meluncurkan Exynos 2600 pada Desember lalu. Chipset ini dipasarkan sebagai SoC flagship dengan proses 2nm GAA pertama di dunia. Exynos 2600 menggabungkan CPU, GPU, dan NPU dalam satu paket chip yang ringkas dan dirancang untuk meningkatkan performa AI serta pengalaman gaming.
Fitur unik dari Exynos 2600 adalah teknologi Heat Pass Block, yang memaksimalkan jalur perpindahan panas dari chip. Samsung mengklaim teknologi ini dapat mengurangi resistensi termal hingga 16 persen setara dengan penggunaan heat sink. Dengan demikian, chipset mampu mempertahankan suhu kerja yang lebih rendah dan stabil saat digunakan untuk tugas berat.
Potensi Perubahan di Pasar Chipset Samsung
Kembalinya Samsung ke desain prosesor proprietary melalui Exynos 2800 dapat mengindikasikan perubahan signifikan pada strategi bisnis mereka di pasar chipset mobile. Dengan mengembangkan CPU dan GPU sendiri, perusahaan berpeluang meningkatkan diferensiasi produk Galaxy dari kompetitor yang secara luas memakai desain chip dari ARM atau pemroduk lain.
Langkah ini juga akan menempatkan Samsung di panggung yang lebih kompetitif dalam persaingan global chipset, terutama jika teknologi 2nm GAA berhasil dimaksimalkan dan kustomisasi inti chip memberikan keunggulan performa dan efisiensi daya. Ekspektasi pasar tentu tinggi melihat tren peningkatan kebutuhan prosesor yang kuat dan hemat energi untuk perangkat mobile masa kini.
Samsung sampai saat ini belum merilis detail resmi mengenai Exynos 2800, termasuk tanggal peluncuran dan spesifikasi lengkap chipset. Namun, pengumuman sebelumnya tentang Exynos 2600 dan teknologi fabrikasi 2nm memberikan gambaran bagaimana inovasi mereka dapat berlanjut. Para pengamat dan konsumen dapat menantikan pengumuman resmi dari Samsung untuk mendapatkan kejelasan tentang perubahan besar dalam lini produk chip mobile ini.
