Apple sedang bersiap meluncurkan seri iPhone 18 yang kemungkinan membawa peningkatan harga akibat naiknya biaya produksi chip. Kenaikan ini berasal dari tingginya harga wafer silikon yang digunakan pada chipset baru, yakni A20 atau A20 Pro yang dirancang dengan proses fabrikasi 2nm.
Biaya produksi chipset semakin mahal karena Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) menaikkan harga wafer silikon untuk node 2nm menjadi sekitar $30.000 per unit. Ini meningkat signifikan dibandingkan dengan wafer yang dipakai untuk proses 3nm yang sebelumnya harganya sekitar $20.000.
Dampak Kenaikan Biaya pada Harga iPhone 18
Laporan dari Taiwan mengungkap Apple harus membayar hampir $280 untuk setiap chipset A20 atau A20 Pro. Bandingkan dengan biaya chipset seri sebelumnya, A19 Pro yang dikenai $150 dan A18 Pro dengan harga $50. Ini berarti ada kenaikan harga sebesar 87 persen dibanding dengan A19 Pro dan sekitar enam kali lipat daripada A18 Pro.
Akibat biaya produksi yang melonjak, Apple menghadapi pilihan sulit. Mereka dapat menyerap kenaikan biaya tersebut dan menurunkan margin keuntungan, atau menaikkan harga jual iPhone 18 agar biaya produksi tetap tertutup. Mengingat tradisi Apple yang sering menawarkan produk premium, ada kemungkinan harga iPhone 18 Pro dan Pro Max bakal mengalami kenaikan cukup signifikan.
Konkurensi antara TSMC dan Samsung
Dibandingkan TSMC, Samsung menawarkan harga wafer silikon yang lebih murah untuk proses 2nm, yakni sekitar $20.000 atau setara harga wafer 3nm di TSMC. Namun, TSMC diyakini memiliki hasil produksi (yield) yang lebih tinggi, sehingga Apple mempertimbangkan biaya dan kualitas dalam memilih mitra manufaktur chip mereka.
Keputusan Apple untuk memakai teknologi 2nm dari TSMC juga menunjukkan komitmen mereka untuk terus menghadirkan performa tinggi dan efisiensi energi dalam lini iPhone terbaru, meskipun menghadapi kenaikan biaya produksi.
Model iPhone yang Akan Dirilis
Diperkirakan Apple akan meluncurkan empat model iPhone pada September, yaitu iPhone 18 Pro, iPhone 18 Pro Max, penerus iPhone Air, serta iPhone Fold generasi kedua. Empat model ini akan mengadopsi chipset A20/A20 Pro berbasis proses 2nm, yang menjanjikan performa serta efisiensi daya lebih baik dibanding generasi sebelumnya.
Harga dan Strategi Penetapan Harga Apple
Dengan biaya chipset naik, prediksi awal menyebut harga mulai $280 per unit chipset bisa membuat harga perangkat naik secara signifikan. Jika Apple memilih menaikkan harga smartphone, ini bisa berdampak pada pasar global terutama segmen premium. Namun, Apple dikenal sangat memperhatikan positioning produknya, jadi kemungkinan mereka akan menyesuaikan strategi pemasaran dan fitur agar tetap kompetitif.
Pengaruh Biaya Chip Terhadap Industri Smartphone
Kenaikan harga wafer silikon dan teknologi fabrikasi canggih seperti 2nm bukan hanya berdampak pada Apple. Produsen smartphone lain dengan chipset premium kemungkinan juga akan mengalami tekanan biaya serupa. Hal ini menandakan tren kenaikan harga perangkat elektronik yang mengandalkan komponen berteknologi tinggi.
Fakta Penting tentang Proses 2nm
- Wafer silikon 12 inci digunakan sebagai basis manufaktur chip 2nm.
- Wafer 2nm memiliki sekitar 100 lapisan material berbeda yang memerlukan presisi sangat tinggi.
- Biaya wafer 2nm meningkat sekitar 50% dibanding wafer 3nm.
Teknologi chip 2nm memberikan peningkatan kinerja dan efisiensi energi signifikan, namun membawa tantangan biaya yang besar bagi produsen.
Penggunaan teknologi fabrikasi 2nm pada chipset seri terbaru Apple menegaskan komitmen perusahaan dalam menghadirkan inovasi di sisi performa dan efisiensi. Meski menghadapi tekanan biaya, teknologi ini akan menjadi standar baru di ponsel flagship masa depan. Apple perlu menyeimbangkan antara inovasi teknologi dan strategi harga agar tetap bersaing di pasar global.
