
Apple mencetak tonggak baru dalam ekspansi manufakturnya di India dengan pengiriman iPhone yang diproduksi di negara tersebut mencapai nilai lebih dari 50 miliar dolar di bawah skema produksi terkait insentif (PLI). Hal ini menunjukkan keberhasilan strategi diversifikasi produksi Apple yang sebelumnya dominan di China menuju basis-basis baru, termasuk India sebagai pusat perakitan utama di kawasan Asia Selatan.
Dalam periode keuangan berjalan, Apple telah mengeskpor iPhone senilai 16 miliar dolar hanya dalam sembilan bulan pertama, menambah total pengiriman yang sudah menembus 50 miliar dolar sejak skema PLI diinisiasi. Skema pemerintah India ini dirancang untuk mendorong produksi lokal dan ekspor elektronik, khususnya smartphone berkualitas tinggi seperti iPhone, yang kini menjadi komoditas ekspor utama negara dengan pertumbuhan enam kali lipat dalam produksi elektronik dan delapan kali lipat dalam nilai ekspor selama sebelas tahun terakhir.
Peranan Skema PLI dalam Percepatan Produksi
Program Produksi terkait Insentif (PLI) di India telah menjadi katalis utama dalam peningkatan kapasitas manufaktur Apple dan mitra kontraktornya seperti Foxconn dan Tata Electronics. Menurut Menteri Elektronika dan Teknologi Informasi India, Ashwini Vaishnaw, skema ini membantu menghubungkan Apple dengan peluang manufaktur lokal yang lebih luas, sehingga memungkinkan ekspor bernilai tinggi secara stabil dan berkelanjutan.
Dalam pencapaian terbaru ini, Apple berhasil mengirim perangkat dengan nilai FOB (freight on board) sekitar 10 miliar dolar selama dua kuartal pertama di tahun keuangan ini. Penambahan berbagai biaya operasional seperti penjualan, distribusi, pemasaran, serta logistik menaikkan nilai total pengiriman hampir mencapai 15 miliar dolar, dimana sekitar 7 miliar dolar berasal dari iPhone buatan India.
Dampak Ekonomi dan Lapangan Kerja
Pertumbuhan produksi elektronik di India juga berdampak signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja. Saat ini, sektor manufaktur elektronik mempekerjakan sekitar 2,5 juta orang di seluruh negeri. Pemerintah India juga telah mengumumkan rencana komersialisasi empat pabrik semikonduktor dalam waktu dekat, yang semakin menguatkan posisi India sebagai pemain penting dalam rantai suplai teknologi global.
Sebagai salah satu dari tiga komoditas ekspor terbesar India, elektronik menunjukkan dinamika ekonomi yang positif. Hal ini mengindikasikan bahwa Indonesia juga bisa menjadi perbandingan dalam upaya pengembangan ekosistem produksi teknologi lokal yang mendorong nilai ekspor sekaligus membuka kesempatan kerja bagi penduduk lokal.
Tren Masa Depan dan Proyeksi Pertumbuhan
Ekspektasi akan terus meningkatnya pengiriman iPhone dari India didorong oleh sisa waktu hingga berakhirnya lima tahun pertama skema PLI yang masih tersisa beberapa bulan. Para pelaku industri melihat peluang kenaikan nilai ekspor di tahun-tahun mendatang seiring bertambahnya fasilitas produksi dan peningkatan efisiensi manufaktur.
Beberapa faktor lain seperti inovasi produk Apple, permintaan global yang kuat, serta peningkatan kapasitas logistik dan distribusi turut berkontribusi pada pencapaian hasil yang signifikan. Kedepannya, Apple juga diperkirakan akan meluncurkan produk baru yang diproduksi di India, termasuk kemungkinan model MacBook dengan harga yang lebih terjangkau, mengindikasikan diversifikasi produk lintas segmen.
Ringkasan Data Utama
- Total nilai pengiriman iPhone dari India sejak FY22 mencapai 50 miliar dolar.
- Nilai ekspor iPhone selama sembilan bulan pertama FY26 mencapai 16 miliar dolar.
- Nilai FOB di dua kuartal pertama FY25 adalah 10 miliar dolar, dengan total pengiriman mencapai hampir 15 miliar dolar setelah biaya tambahan.
- Sekitar 7 miliar dolar berasal dari iPhone yang dibuat di India selama periode tersebut.
- Sektor manufaktur elektronik India kini mempekerjakan sekitar 2,5 juta pekerja.
- Empat pabrik semikonduktor di India akan mulai produksi komersial tahun ini.
Keberhasilan pengiriman iPhone bernilai miliaran dolar dari India menandai kemajuan besar dalam strategi ‘Make in India’ dan potensi India sebagai pusat manufaktur teknologi global yang semakin menguat. Ke depan, langkah ini memperkuat posisi Apple di pasar internasional dan mendukung pertumbuhan industri lokal yang berkelanjutan.





