
Nokia kembali menegaskan langkah strategisnya di dunia teknologi dengan mengambil peran penting di bidang kecerdasan buatan (AI). Perusahaan asal Finlandia ini menjalin kerja sama dengan Nvidia untuk mengembangkan infrastruktur jaringan dan pusat data yang mendukung komputasi awan berbasis AI.
Nvidia berinvestasi sekitar 1 miliar dolar AS untuk mengambil saham 2,9 persen di Nokia. Investasi ini bertujuan mempercepat penggunaan teknologi AI dalam jaringan telekomunikasi sekaligus meningkatkan efisiensi operasional para operator global.
Transformasi Bisnis Nokia
Nokia awalnya dikenal sebagai produsen ponsel terbesar dunia selama lebih dari satu dekade. Namun, munculnya iPhone dan platform Android membuat posisi Nokia terdesak karena masih mengandalkan sistem operasi Symbian yang ketinggalan zaman. Setelah menyerahkan bisnis ponsel ke Microsoft, Nokia memfokuskan diri pada pembangunan jaringan telekomunikasi.
Langkah akuisisi yang signifikan dilakukan Nokia dengan membeli Infinera, perusahaan jaringan optik dari Amerika Serikat, senilai 2,3 miliar dolar AS. Langkah ini memperkuat kapabilitas Nokia dalam menyediakan teknologi jaringan pusat data berkecepatan tinggi, yang menjadi syarat utama dalam pengembangan solusi AI.
Sinergi Nokia dan Nvidia dalam Pusat Data
Melalui aliansi strategis ini, Nokia menyediakan infrastruktur jaringan yang dapat menghubungkan ribuan unit GPU Nvidia dalam satu pusat data. Kolaborasi ini memungkinkan pengembangan jaringan telekomunikasi berbasis AI yang tangguh dan skalabel.
Menurut Financial Times, kerja sama ini diyakini dapat mendorong adopsi AI secara lebih luas di sektor telekomunikasi. Hal ini sekaligus memungkinkan operator jaringan meningkatkan kinerja dan mengoptimalkan biaya operasional mereka secara signifikan.
Respons Pasar dan Tantangan ke Depan
Berita kemitraan Nokia-Nvidia langsung direspons positif oleh pasar. Saham Nokia mengalami kenaikan dan lembaga pemeringkat Moody’s mengganti pandangan prospek perusahaan menjadi positif. Moody’s menilai kekuatan Nokia dalam bisnis jaringan dan pusat data semakin solid berkat aliansi ini.
Meski demikian, para analis mengingatkan bahwa investasi di bidang AI masih sangat dinamis dan dipenuhi persaingan sengit dari berbagai perusahaan global besar. Konsistensi dalam eksekusi strategi jangka panjang menjadi kunci keberhasilan Nokia di era baru ini.
Catatan Perjalanan Nokia
- Nokia mencapai puncak kejayaan sebagai produsen ponsel terbesar dunia dengan produk legendaris seperti Nokia 3310 dan fitur nada dering ikonik.
- Disrupsi iPhone dan Android menggeser fokus industri dari perangkat keras ke ekosistem aplikasi dan perangkat lunak.
- Setelah melepas bisnis ponsel, Nokia menguatkan posisi di jaringan telekomunikasi 4G dan 5G lewat akuisisi Alcatel-Lucent.
- Kini, Nokia bergerak lebih jauh ke sektor pusat data dan AI dengan kolaborasi bersama Nvidia, membuka babak baru dalam teknologi telekomunikasi.
Aliansi antara Nokia dan Nvidia tidak hanya mengubah arah bisnis kedua perusahaan tetapi juga mendorong kemajuan teknologi jaringan berbasis AI yang semakin vital dalam transformasi digital global. Investasi dan inovasi berkelanjutan akan menjadi faktor utama agar Nokia tetap relevan di pasar teknologi yang sangat kompetitif.





