Miliaran pengguna HP Android di seluruh dunia kini berhadapan dengan ancaman keamanan yang serius. Banyak perangkat masih menggunakan sistem operasi versi lama yang tidak lagi mendapatkan pembaruan dari Google sehingga rentan menjadi sasaran hacker.
Data terbaru yang dirilis oleh StatCounter menunjukkan hampir 35% HP Android aktif di dunia masih menjalankan OS Android 13 atau bahkan versi di bawahnya. Jumlah ini setara dengan sekitar 1,35 miliar perangkat dari total sekitar 3,9 miliar pengguna Android global. Rinciannya, 14,99% masih memakai Android 13, 10,88% menjalankan Android 12, dan 8,98% menggunakan Android 11.
Kerentanan Akibat Tidak Ada Update Keamanan
Risiko utama menggunakan OS lawas adalah tidak tersedianya lagi update keamanan rutin dari Google. Dalam ekosistem Android, pabrikan umumnya hanya menjanjikan dukungan update selama 2-3 tahun saja. Setelah itu, perangkat tidak lagi mendapat patch penting sehingga semua celah keamanan yang ditemukan tetap terbuka.
Perusahaan keamanan siber Zimperium bahkan mengungkap, lebih dari 50% perangkat mobile setiap tahun menggunakan OS lama. Sebagian di antaranya sudah terinfeksi malware sebab lubang keamanan tidak pernah ditambal. Dalam satu paket pembaruan saja, biasanya Google bisa memperbaiki puluhan hingga ratusan celah keamanan. Misal pada update Desember 2025, sebanyak 107 kerentanan diperbaiki sekaligus. Jika ponsel tidak mendapatkan update ini, seluruh celah tadi tetap mengancam perangkat.
Perbandingan dengan iPhone
Kondisi di ekosistem Android ini kontras jika dibandingkan iPhone. Menurut StatCounter, sekitar 90% iPhone aktif di dunia masih menerima pembaruan keamanan dari Apple. Hanya sekitar 10% iPhone yang sudah tidak didukung, jauh lebih kecil dibanding Android.
Hal ini terjadi karena perangkat iPhone dikendalikan seluruhnya oleh Apple. Semua update bisa didistribusikan serentak ke banyak model lama sekaligus hingga 5–6 tahun sejak peluncuran. Android justru sebaliknya, didistribusikan ke ratusan merek dan model berbeda yang punya kebijakan update masing-masing. Fragmentasi ini membuat banyak perangkat Android “ditinggalkan” dalam waktu yang relatif singkat.
Dampak Celah Keamanan pada Android Lawas
Perangkat Android tanpa update sangat rentan jadi sasaran kejahatan digital. Dampaknya bisa berupa pencurian data, peretasan akun, akses ke informasi sensitif, hingga penyalahgunaan finansial. Data dan akses aplikasi penting seperti mobile banking, email, sosial media, hingga dokumen pribadi bisa diambil alih hacker melalui celah yang tidak ditambal.
Update keamanan menjadi satu-satunya cara efektif untuk menutup lubang-lubang yang muncul akibat temuan vulnerability terbaru. Mengabaikan update sama saja membiarkan HP menjadi target empuk penjahat siber.
Tips Mengecek dan Meningkatkan Keamanan HP Android
Pengguna Android dapat melakukan beberapa langkah penting berikut:
- Cek selalu versi sistem operasi melalui menu Settings > About Phone > Software Information.
- Segera lakukan pembaruan sistem jika update keamanan masih tersedia untuk perangkat.
- Hindari mengunduh aplikasi dari situs atau toko aplikasi pihak ketiga yang tidak resmi.
- Jika device sudah tidak didukung update, wajib mempertimbangkan ganti HP baru yang masih mendapatkan support patch keamanan.
- Pantau informasi keamanan resmi dari produsen dan Google terkait jadwal akhir dukungan.
| Versi Android | Persentase Pengguna (Nov 2025) |
|---|---|
| Android 13 | 14,99% |
| Android 12 | 10,88% |
| Android 11 | 8,98% |
| Total OS Lawas | 34,85% |
Faktor Penyebab Siklus Update Pendek
Mayoritas ponsel Android diproduksi dan didistribusikan ratusan merek dengan banyak model. Masing-masing punya kebijakan pembaruan berbeda. Partner perangkat keras, chipset, serta operator pun turut berperan mempercepat akhir masa dukungan. Inilah penyebab mengapa pembaruan sistem di Android jauh lebih singkat daripada iPhone.
Inisiatif Google seperti memperketat verifikasi aplikasi dan persyaratan keamanan pengembang memang telah diterapkan. Namun, tanpa dukungan pabrikan untuk memperpanjang durasi update, jutaan perangkat tetap rentan dihadapkan pada ancaman keamanan tiap tahun.
Fenomena miliaran HP lawas yang sudah tidak didukung patch ini mempertegas perlunya edukasi dan tekanan kepada produsen agar memberikan komitmen update lebih panjang. Upaya ini sangat penting agar ekosistem Android bisa lebih aman ke depannya, terutama bagi pemilik perangkat lama yang masih mengandalkan HP mereka untuk kebutuhan sehari-hari.





