
Geely, Leapmotor, Xpeng, dan Xiaomi berhasil melampaui target penjualan kendaraan yang mereka tetapkan untuk tahun ini. Data resmi menunjukkan pencapaian ini menandai pertumbuhan positif di tengah persaingan pasar otomotif China yang ketat.
Geely mencatat penjualan mencapai lebih dari tiga juta unit, melebihi target awal 2,71 juta unit dan kemudian dinaikkan menjadi tiga juta unit. Pencapaian ini membuat Geely menyelesaikan target penjualan dengan capaian sekitar 111,6 persen dari target awal yang ditetapkan di awal tahun.
Leapmotor menunjukkan performa bahkan lebih impresif dengan total penjualan mencapai 596.555 unit. Angka ini berarti Leapmotor berhasil mencapai 119,31 persen dari target semula yang sebesar 500.000 unit. Keberhasilan ini menunjukkan permintaan pasar yang kuat terhadap produk kendaraan listrik Leapmotor.
Xpeng, salah satu pemain penting di segmen kendaraan listrik premium, juga melampaui target dengan penjualan mencapai 429.445 unit. Target awal yang sebanyak 350.000 unit berhasil dilampaui dengan capaian penjualan sekitar 122,69 persen, menandakan kenaikan yang signifikan dalam preferensi konsumen terhadap produk mereka.
Xiaomi, dalam tahun produksi penuhnya yang pertama, berhasil mengirimkan lebih dari 400.000 kendaraan. Ini berarti Xiaomi melampaui target awal sebanyak 350.000 unit, menunjukan bahwa perusahaan teknologi ini mampu menembus pasar otomotif dengan penetrasi cepat.
Data penjualan ini diambil dari laporan otomotif CarNewsChina yang memantau perkembangan produsen mobil dan kendaraan listrik di China. Target dan pencapaian dari merek-merek ini menunjukkan dinamika industri otomotif yang terus bergeser ke kendaraan listrik dan teknologi baru.
Namun, di sisi lain, beberapa perusahaan besar seperti BYD, meski masih menjadi produsen terbesar di China, gagal mencapai target yang cukup ambisius. BYD membukukan penjualan sebesar 4.602.436 unit, hanya mencapai 83,68 persen dari target lima setengah juta unit.
Selain BYD, produsen seperti Chery juga belum mencapai target sepenuhnya dengan penjualan yang baru mencapai sekitar 80,72 persen dari target yang ditetapkan. Great Wall Motors mengalami penurunan signifikan, hanya menyelesaikan sekitar sepertiga dari target penjualan mereka pada tahun ini.
Perusahaan lain seperti HIMA, Li Auto, dan Nio juga berada di bawah target penjualan yang ditetapkan, dengan masing-masing capaian sekitar 58,91 persen, 63,49 persen, dan 74,10 persen. Faktor-faktor seperti persaingan ketat dan perubahan preferensi konsumen diduga menjadi penyebab hasil ini.
Berikut rincian tingkat pencapaian target penjualan produsen kendaraan China:
1. Geely: 3.024.567 unit (100,82 persen)
2. Leapmotor: 596.555 unit (119,31 persen)
3. Xpeng: 429.445 unit (122,69 persen)
4. Xiaomi: 400.000+ unit (>114,29 persen)
5. BYD: 4.602.436 unit (83,68 persen)
6. Chery: 2.631.381 unit (80,72 persen)
7. Great Wall Motor: 1.323.672 unit (33,09 persen)
8. HIMA: 589.107 unit (58,91 persen)
9. Li Auto: 406.343 unit (63,49 persen)
10. Nio: 326.028 unit (74,10 persen)
Sebagian penjualan produsen seperti Geely dan Chery masih mengandung kendaraan bermesin pembakaran internal. Data mencatat sejumlah perusahaan besar lain seperti SAIC dan Changan belum merilis angka penjualan tahunannya.
Kinerja menonjol Geely, Leapmotor, Xpeng, dan Xiaomi menjadi indikasi bahwa inovasi dan fokus pada kendaraan listrik mampu memacu pertumbuhan penjualan secara signifikan. Tren ini berpotensi memperkuat posisi China sebagai pasar kendaraan listrik terbesar di dunia dan mendorong percepatan adopsi teknologi ramah lingkungan di industri otomotif global.





