
Kabar terbaru dari dunia teknologi mengungkapkan bahwa Asus kemungkinan besar akan menghentikan rencana peluncuran seri ponsel baru, khususnya lini ROG Phone dan Zenfone, pada tahun 2026. Informasi ini pertama kali diangkat oleh DigiTimes dan menimbulkan sejumlah pertanyaan penting bagi penggemar serta pengguna setia kedua lini ponsel tersebut. Produsen asal Taiwan ini sebelumnya telah meluncurkan ROG Phone 9 Pro dan ROG Phone 9 di pasar Eropa pada bulan November, disusul ROG Phone 9 FE yang dirilis pada bulan Februari, sehingga terhitung hampir satu tahun tanpa pembaruan besar dari Asus untuk lini ponsel gaming andalannya.
Langkah strategis perusahaan ini dikonfirmasi lebih lanjut lewat laporan yang menyebutkan bahwa sejumlah retailer ponsel di Taiwan akan segera menghentikan restock untuk semua unit Asus. Meskipun demikian, Asus berjanji untuk tetap memberikan dukungan layanan purna jual, garansi, serta pembaruan perangkat lunak bagi perangkat yang masih beredar di pasaran maupun yang telah dimiliki konsumen sebelumnya.
Dukungan Layanan untuk Pengguna Lama
Menurut laporan DigiTimes, Asus memastikan bahwa pengguna ponsel lama, baik dari lini ROG Phone maupun Zenfone, tetap akan mendapatkan pembaruan Over-The-Air (OTA), fasilitas maintenance, dan layanan garansi seperti yang telah dijanjikan sebelumnya. Hal ini bertujuan memastikan pengalaman pengguna tidak terganggu meskipun tidak ada produk baru yang diluncurkan. Dalam pernyataannya, Asus akan terus memberikan “komprehensif layanan purna jual” bagi pelanggan.
Sebagai catatan, tidak ada kepastian apakah penghentian peluncuran produk baru ini bersifat permanen atau hanya keputusan sementara. Hingga kini, perusahaan belum membeberkan alasan utama di balik strategi tersebut.
Dampak pada Pasar Ritel dan Distribusi
Langkah Asus ini langsung berdampak pada jaringan ritel dan distribusinya, khususnya di Taiwan. Para distributor dan toko kini tidak lagi dapat melakukan pemesanan perangkat Asus terbaru, sehingga stok ponsel akan perlahan menipis. Namun, belum ada kejelasan apakah Asus juga menghentikan produksi model yang sudah ada. Situasi ini menjadi perhatian karena tidak hanya mempengaruhi pembeli di Taiwan, tetapi juga kawasan lain yang selama ini menjadi pasar penting Asus, terutama untuk ponsel gaming.
Tantangan Industri dan Persaingan Pasar
Keputusan Asus yang tiba-tiba ini diduga berkaitan erat dengan tantangan industri yang sedang dihadapi saat ini. Biaya komponen elektronik yang semakin meningkat membuat banyak produsen smartphone harus memperhitungkan ulang skema produksi maupun peluncuran produk terbaru. Asus sendiri tidak memberikan pernyataan resmi tentang alasan penghentian, namun tekanan biaya produksi dan persaingan ketat di pasar global diduga menjadi salah satu pemicunya.
Berikut beberapa poin penting dari keputusan Asus tersebut:
- ROG Phone dan Zenfone tidak akan mendapatkan model baru untuk tahun 2026.
- Tidak tersedia stok baru di retailer atau distributor utama, khususnya di Taiwan.
- Semua model yang sudah beredar masih mendapatkan update software dan dukungan purna jual sesuai kebijakan sebelumnya.
- Belum ada penjelasan resmi apakah ini strategi jangka pendek atau panjang.
Spesifikasi ROG Phone 9 Series yang Masih Unggul
Menilik keunggulan produk terakhir, ROG Phone 9 Pro sempat menjadi sorotan pada peluncuran perdananya berkat layar 6,78 inci Full-HD+ AMOLED LTPO dengan refresh rate mencapai 165Hz dan tingkat kecerahan puncak hingga 2.500 nits. Ditenagai Snapdragon 8 Elite, kapasitas RAM hingga 24GB LPDDR5x, serta memori internal sampai 1TB UFS 4.0, perangkat ini masih memikat bagi penggemar mobile gaming.
Baterai berkapasitas 5.800mAh serta dukungan pengisian cepat 65W wired dan 15W wireless juga menjadi daya jual utama. Saat diperkenalkan ke publik, varian 16GB RAM dengan 512GB storage dibanderol EUR 1,200 dan model ROG Phone 9 versi 12GB RAM dengan 256GB storage dilepas pada harga EUR 1,099.
Situasi Update dan Komitmen Pabrikan
Terlepas dari absennya model baru di tahun depan, Asus secara terbuka menegaskan komitmennya untuk memberi update perangkat lunak, perbaikan, dan layanan garansi pada produk yang beredar. Pelanggan yang sudah membeli atau berencana membeli unit ROG Phone 9 atau Zenfone tidak perlu khawatir terkait masalah keamanan hingga kompatibilitas sistem operasi, karena update akan tetap berjalan seperti biasa.
Keputusan Asus ini menjadi sorotan tersendiri di tengah tren kenaikan harga komponen smartphone global dan tekanan bisnis. Para pengamat memperkirakan langkah serupa bisa saja diambil oleh produsen lain, terutama mereka yang memiliki lini produk niche dengan skala produksi terbatas. Bagi penggemar Asus di Indonesia dan kawasan lain, masa depan lini ROG Phone dan Zenfone pada akhirnya tetap akan bergantung pada strategi serta adaptasi Asus menghadapi dinamika industri teknologi seluler.





