
Motorola sedang bersiap untuk memperkenalkan ponsel lipat horizontal pertamanya, yang disebut-sebut sebagai Motorola Razr Fold. Model ini diposisikan sebagai penantang baru di pasar smartphone lipat yang kini didominasi oleh perangkat book-style dengan layar utama lebar dan dapat dilipat seperti buku. Informasi tersebut mengemuka setelah beredarnya bocoran promosi serta undangan ke ajang Consumer Electronics Show (CES), yang menunjukkan kemungkinan peluncuran atau pengenalan perangkat ini dalam waktu dekat.
Keberadaan Motorola Razr Fold menandakan langkah strategis produsen asal Amerika tersebut untuk memperluas portofolio produk lipatnya. Hingga saat ini, Motorola lebih dikenal melalui Razr series yang menawarkan lipatan vertikal. Namun, perkembangan tren smartphone lipat membuka ruang bagi produk bentuk baru yang dapat bersaing langsung dengan lini seperti Samsung Galaxy Z Fold, Google Pixel Fold, dan ponsel lipat yang sedang disiapkan oleh Apple.
Perkembangan Motorola Razr Fold
Kabar seputar Razr Fold semakin kuat setelah tipster Evan Blass membagikan poster promosi ponsel lipat horizontal Motorola. Poster tersebut menampilkan desain lipat horizontal, berbeda dengan tradisi sebelumnya di seri Razr. Berdasarkan bocoran, model Razr Fold akan membawa beragam fitur berbasis kecerdasan buatan (AI), memperkuat daya saingnya di pasar ponsel pintar kelas atas yang semakin mengedepankan teknologi AI.
Pihak Motorola memang belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait detail spesifikasi atau tanggal peluncuran. Namun undangan ke CES yang diterima sejumlah jurnalis dan adanya buku catatan khusus bertulis “Every fold reveals a possibility” pada paket undangan menunjukkan upaya membangun ekspektasi dan antusiasme terhadap perangkat ini.
Persaingan di Segmen Ponsel Lipat Book-Style
Pasar smartphone lipat terus berkembang dengan cepat. Produsen besar seperti Samsung telah meluncurkan Galaxy Z TriFold, sementara Google dan Apple juga mulai melakukan penetrasi di segmen ini melalui Pixel Fold dan iPhone Fold. Upaya Motorola menghadirkan Razr Fold mengambil momentum tepat ketika minat konsumen terhadap ponsel lipat layar besar semakin meningkat, baik untuk kebutuhan produktivitas maupun hiburan.
Sebelumnya, Motorola merilis Razr 60 Ultra yang mengusung layar pOLED LTPO 7 inci dengan refresh rate hingga 165Hz dan kecerahan maksimum 4.000 nits. Ponsel ini menggunakan chipset Snapdragon 8 Elite, RAM 16GB LPDDR5X, serta penyimpanan internal 512GB UFS 4.1. Tersedia pula layar cover pOLED 4 inci dengan spesifikasi serupa pada sisi eksternal. Harga saat peluncuran di India dipatok pada angka Rs. 99,999 untuk varian RAM 16GB plus penyimpanan 512GB.
Daya Tarik Fitur dan Teknologi Terbaru
Berdasarkan tren pasar, perangkat lipat masa kini mengedepankan beberapa aspek utama seperti:
- Layar fleksibel beresolusi tinggi dengan refresh rate adaptif.
- Konfigurasi kamera terbaru untuk hasil foto maksimal baik dalam kondisi tertutup maupun terbuka.
- Kemampuan multitasking berkat bentuk layar lebar yang dapat digunakan seperti tablet.
- Fitur AI yang terintegrasi untuk menunjang pengalaman pengguna, dari fotografi sampai asisten digital.
Motorola Razr Fold juga digadang-gadang bakal mengadopsi deretan fitur tersebut, seiring dengan meningkatnya ekspektasi konsumen terhadap inovasi dan kemudahan penggunaan.
Tantangan dan Peluang Motorola di Pasar Global
Hadirnya Razr Fold menandai intensi Motorola untuk bersaing dengan merek-merek besar di segmen ponsel lipat book-style. Fitur AI menjadi salah satu keunggulan yang diyakini mampu memberikan nilai tambah. Selain itu, Motorola juga diharapkan akan mendukung ekosistem perangkat lipat dengan berbagai aplikasi penunjang dan layanan purna jual, sebagaimana yang telah dilakukan oleh Samsung dan Google.
Motorola Razr Fold diprediksi akan diperkenalkan secara resmi dalam waktu beberapa bulan mendatang. Informasi lebih detail, termasuk spesifikasi lengkap dan harga, kemungkinan akan diumumkan segera setelah pengumuman di ajang CES. Inovasi baru dalam kategori ponsel lipat terus menjadi perhatian utama bagi pecinta teknologi di seluruh dunia, sekaligus mendorong kompetisi semakin intens di industri smartphone kelas premium.





