
Samsung berencana mempertahankan harga Samsung Galaxy S26 Series tetap stabil pada kisaran Rp12 jutaan untuk model dasar. Kebijakan ini muncul di tengah kekhawatiran soal kenaikan biaya komponen dan fluktuasi nilai tukar Won, yang awalnya diprediksi akan mendorong harga lebih mahal.
Berdasarkan laporan Maeil Business Newspaper, keputusan Samsung ini bertujuan menjaga daya saing di pasar global. Samsung ingin menghindari potensi kehilangan pangsa pasar yang semakin sengit dengan kehadiran Apple serta merek-merek China yang menawarkan produk inovatif dengan harga kompetitif.
Prediksi Harga Samsung Galaxy S26 Series
Berikut estimasi harga model dasar dengan kapasitas memori 256 GB yang diperkirakan akan diumumkan bersamaan dengan peluncuran produk bulan Maret:
- Galaxy S26: sekitar Rp12,6 jutaan (USD799)
- Galaxy S26+: sekitar Rp15,8 jutaan (USD999)
- Galaxy S26 Ultra: sekitar Rp20,5 jutaan (USD1.299)
Sementara itu, seri smartphone lipat Samsung, Galaxy Z Flip8 dan Galaxy Z Fold8, diproyeksikan meluncur pada Juli dengan harga banderol yang sama seperti generasi sebelumnya. Galaxy Z Flip8 dibanderol sekitar Rp17 jutaan, sedangkan Galaxy Z Fold8 mencapai Rp31 jutaan.
Strategi Harga di Segmen Lain
Meski flagship Galaxy S26 Series diperkirakan tidak mengalami kenaikan harga, Samsung mengambil langkah berbeda di lini produk segmen menengah. Perusahaan berencana menaikkan harga seri Galaxy A sebagai bentuk strategi subsidi silang.
Subsidi silang ini berfungsi mengimbangi biaya produksi yang meningkat tanpa menggugurkan minat konsumen pada produk flagship. Dengan demikian, Samsung tetap menjaga pendapatan dan daya saing di pasar yang beragam segmennya.
Langkah Samsung ini mencerminkan upaya berimbang dalam mengelola harga dan strategi pasar di tengah tantangan ekonomi global. Konsumen dapat menantikan flagship terbaru tanpa khawatir kenaikan harga signifikan, sementara kelas menengah tetap menjadi fokus pengoptimalan pendapatan perusahaan.





