Bixby Bangkit Lagi: Samsung Kolaborasi dengan AI Canggih Saingi Google

Samsung kembali menarik perhatian publik setelah beredar kabar bahwa perusahaan ini berupaya menghidupkan kembali asisten virtual Bixby. Keputusan strategis ini diambil menyusul rendahnya minat masyarakat terhadap Bixby dalam beberapa tahun belakangan, di tengah gempuran berbagai asisten AI seperti Google Gemini yang lebih populer dan fungsional. Kini, Samsung menggandeng teknologi kecerdasan buatan dari Perplexity dengan tujuan utama memberikan pengalaman asisten virtual yang benar-benar berbeda bagi para penggunanya.

Langkah ini terungkap lewat uji coba sistem operasi One UI 8.5 versi beta yang sudah digulirkan ke sejumlah pengguna Samsung. Bocoran tersebut menunjukkan upaya serius perusahaan asal Korea Selatan ini dalam melakukan pembaruan besar pada Bixby agar mampu bersanding bahkan menantang dominasi Google Gemini di ekosistem Android.

Transformasi Bixby Jadi Asisten AI Modern

Kolaborasi Samsung dengan teknologi milik Perplexity bukan sekadar pembaruan fitur sederhana. Bixby kini diposisikan sebagai asisten AI yang mampu menangani beragam kebutuhan mulai dari perintah sederhana sampai pertanyaan yang lebih rumit. Untuk urusan tugas sehari-hari seperti mengatur alarm, mengirim pesan, atau mengecek cuaca, Bixby tetap beroperasi sebagaimana mestinya.

Namun, untuk pertanyaan kompleks atau permintaan yang membutuhkan riset mendalam berbasis web, Bixby akan didukung secara langsung oleh Perplexity AI. Perplexity dikenal sebagai pesaing OpenAI, dengan keunggulan utama berupa pencarian dan riset real time langsung dari internet. Hal ini memungkinkan pengguna mendapat jawaban yang lebih relevan dan kontekstual.

Menurut laporan Android Authority, fitur ini sudah mulai diuji secara internal dan bakal menjadi andalan Samsung pada peluncuran flagship mereka di masa mendatang. Sebagai sumber menyebutkan, smartphone Galaxy S26 digadang-gadang akan menjadi perangkat utama yang menampilkan Bixby versi baru dengan integrasi kecerdasan buatan Perplexity.

Upaya Kurangi Ketergantungan pada Google

Samsung selama ini dikenal sangat bergantung pada ekosistem layanan Google, baik untuk pencarian, asisten AI, hingga aplikasi basic lainnya. Dengan membenamkan AI Perplexity ke dalam Bixby, Samsung sejatinya tengah berupaya mengurangi ketergantungan pada Google Gemini di lini perangkat Galaxy. Strategi ini dinilai cukup berani dan cerdas karena Samsung tak sekadar mengikuti tren AI, melainkan ingin membangun identitas serta solusi teknologi yang berbeda bagi penggunanya.

Pakar teknologi menilai, langkah Samsung ini potensial memicu persaingan baru di pasar asisten virtual yang sebelumnya dikuasai Google dan Apple. Integrasi AI dari Perplexity diharapkan dapat memberikan nilai tambah sekaligus meningkatkan loyalitas pengguna Samsung.

Fitur dan Cara Kerja Bixby Baru

Dukungan AI modern membuat Bixby kini tak hanya mampu memproses perintah suara atau teks, tapi juga mengambil referensi data aktual dari internet. Berikut ringkasan perbedaan utama Bixby versi terbaru dibanding generasi sebelumnya:

  1. Menangani tugas dasar langsung oleh Bixby, seperti alarm, pesan, dan cuaca.
  2. Untuk pertanyaan yang memerlukan riset mendalam, Bixby otomatis mengakses Perplexity AI.
  3. Jawaban yang diberikan lebih detail, kontekstual, dan update karena berbasis web real time.
  4. Kemampuan merangkum serta menjawab pertanyaan panjang tanpa jeda berarti.
  5. Potensi integrasi dengan aplikasi Samsung lainnya, sehingga pengalaman pengguna semakin mulus.

Dengan demikian, Bixby bukan hanya jadi pelengkap, namun mulai memainkan peran kunci sebagai asisten AI utama di perangkat Samsung, sesuatu yang belum maksimal tercapai di versi terdahulu.

Era Baru Asisten Virtual Samsung

Integrasi dengan teknologi milik Perplexity membuka peluang Bixby untuk kembali jadi andalan dalam persaingan asisten virtual global. Inovasi ini juga menandai tekad Samsung untuk memperkuat identitasnya di kancah kecerdasan buatan dan meminimalisir dominasi penuh Google di platform Android.

Harga perangkat flagship Galaxy S26 yang akan menjadi panggung utama comeback Bixby hingga kini masih belum diumumkan secara resmi. Namun, penyematan teknologi AI baru dipastikan akan jadi salah satu nilai jual utama dan diharapkan dapat mengubah wajah pengalaman digital di lini produk Samsung ke depan.

Baca selengkapnya di: tekno.kompas.com
Exit mobile version