Advertisement

Harga HP Naik? Ini Penjelasan Bos Samsung soal Krisis RAM yang Wajib Kamu Tahu

Krisis chip memori dunia kembali menjadi sorotan utama industri teknologi saat ini. Situasi ini secara langsung berdampak pada pasar smartphone global, termasuk pada jajaran ponsel Samsung yang terkenal mendominasi pasar dengan inovasi dan teknologi memori termutakhir.

Samsung, sebagai pemain besar dalam industri semikonduktor, juga mengalami tekanan signifikan akibat kelangkaan RAM. Meski memiliki divisi semikonduktor internal, Samsung mengakui tidak bisa sepenuhnya kebal menghadapi gejolak rantai pasok yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Dampak Kelangkaan Chip Memori untuk Samsung

TM Roh, Co-CEO Samsung Electronics, membeberkan bahwa krisis chip belakangan ini tidak hanya menimpa produsen ponsel lain, tetapi juga menekan bisnis mobile Samsung. Dalam wawancaranya di ajang CES, ia menjelaskan perusahaan harus berpikir keras untuk menjaga margin keuntungan tanpa membebankan lonjakan biaya pada konsumen.

Kelangkaan RAM dan komponen memori tidak hanya menghantam ponsel dan tablet. Perangkat elektronik lain seperti TV hingga perangkat rumah tangga juga ikut terdampak atas kenaikan harga memori di pasar global, meski Samsung berada di tiga besar produsen memori dunia.

Menurut Roh, tak ada perusahaan yang benar-benar mampu mengantisipasi krisis komponen ini secara total. Imbasnya, harga jual perangkat–termasuk ponsel flagship seperti Galaxy S dan Galaxy Z–berpeluang mengalami penyesuaian agar margin keuntungan tetap terjaga seiring kenaikan harga chip di pasaran.

Prediksi Pasar dan Strategi Perusahaan

Data analis dari IDC dan Counterpoint Research memperkirakan kontraksi pasar smartphone hingga akhir tahun depan. Ini diakibatkan biaya produksi yang meningkat dan potensi kenaikan harga perangkat akibat kelangkaan chip. Kondisi ini memberi tantangan tersendiri bagi vendor-vendor global untuk menjaga pangsa pasar dan tidak kehilangan konsumen setia.

Samsung, berdasarkan laporan Reuters, kini mulai memikirkan sejumlah langkah strategis. Salah satunya adalah memastikan kontrak pasokan chip memori. Belakangan, Samsung bahkan dikabarkan beralih ke model kontrak jangka pendek untuk pengadaan chip di divisi mobile, guna mengatur suplai yang tidak stabil dan harga yang berubah cepat.

Imbas ke Harga Ponsel dan Produk Konsumer

TM Roh tidak menutup kemungkinan bahwa pada gelombang peluncuran produk berikutnya, harga smartphone Samsung bisa terkerek naik. Meski begitu, ia menegaskan perusahaan berupaya semaksimal mungkin meminimalkan efek kenaikan harga memori ke konsumen.

Berikut beberapa poin penting terkait dampak dan langkah Samsung dalam menghadapi krisis chip RAM global:

  1. Kenaikan biaya produksi akibat kelangkaan chip memori menjadi faktor utama evaluasi harga smartphone.
  2. Semua lini produk, mulai dari ponsel, tablet, hingga perangkat rumah tangga, berpotensi terkena imbas biaya ini.
  3. Perusahaan mencoba mengutamakan strategi jangka panjang, termasuk negosiasi suplai komponen dan penyesuaian kontrak kerja sama dengan pemasok chip.
  4. Meski rumor kenaikan harga santer beredar, Samsung mempertimbangkan dampaknya secara hati-hati sebelum memutuskan menjadi penentu tren harga di pasar global.

Rencana Peluncuran Produk Terbaru

Salah satu langkah konkret dari Samsung adalah bersiap meluncurkan seri Galaxy S26 pada akhir Februari. Informasi awal menyebutkan harga produk tersebut belum tentu mengalami kenaikan signifikan, namun seluruh pihak masih menanti detail resmi jelang peluncuran.

Dari sisi konsumen, situasi ini penting dicermati mengingat pasar smartphone sedang berada dalam masa transisi. Pengguna dianjurkan memperhatikan informasi terbaru dari produsen dan memperhitungkan harga seiring fluktuasi biaya manufaktur dan logistik.

Keterbatasan stok dan pengendalian harga memori akan sangat menentukan nasib pasar ponsel di masa depan. Produsen besar seperti Samsung terus mengupayakan agar kualitas produk tetap terjaga tanpa mengorbankan kepercayaan konsumen pada mereknya meski situasi industri belum stabil.

Baca selengkapnya di: inet.detik.com

Berita Terkait

Back to top button