Kehadiran Clicks Communicator mulai mencuri perhatian di kalangan penggemar teknologi. Perangkat ini menawarkan sensasi nostalgia melalui desain yang menyerupai BlackBerry, bersamaan dengan fitur modern seperti dukungan pengisian daya nirkabel Qi2 yang kini tengah diburu pasar.
Clicks Communicator memperluas pilihan smartphone Android yang mendukung standar Qi2. Sebelumnya, hanya Pixel 10 dan beberapa seri lain yang membawa teknologi ini ke pasar massal. Pengguna kini mendapatkan opsi perangkat Android dengan keyboard fisik, sesuatu yang langka dalam tren ponsel layar sentuh penuh.
Inovasi Keyboard Fisik ala BlackBerry
Clicks Communicator memadukan kepraktisan Android dengan pengalaman mengetik fisik, mirip era kejayaan BlackBerry. Keyboard fisik ini mengingatkan pada casing Clicks yang sudah tersedia untuk iPhone dan Pixel, namun kini hadir langsung sebagai bagian perangkat. Inovasi ini menarik bagi pengguna profesional atau mereka yang memiliki kebutuhan mengetik tinggi di perangkat mobile.
Pihak Clicks memastikan dukungan Qi2 tetap optimal, meski perangkat dibekali backplate yang bisa diganti. Padahal, Qi2 umumnya menuntut struktur magnet dengan presisi tinggi guna menunjang kestabilan dan efisiensi pengisian daya nirkabel.
Qi2 Makin Diminati, Tapi Belum Massal
Hingga saat ini, baru enam perangkat Android yang mendukung Qi2 sepenuhnya. Selain Clicks Communicator dan Pixel 10 series, nama lain yang sudah lebih dulu merilis fitur ini termasuk HMD Skyline. Meski demikian, adopsi Qi2 masih tergolong lambat, terutama di ponsel Android kelas menengah ke bawah yang masih belum menawarkan fitur serupa.
Clicks Communicator sendiri menyasar segmen tertentu, bukan pasar massal. Kehadirannya lebih diarahkan pada pengguna unik yang membutuhkan kombinasi keyboard fisik dan teknologi terbaru.
Fakta dari 9to5Google mengonfirmasi bahwa tahun 2026 diperkirakan menjadi titik balik penting. Samsung Galaxy S26 series dirumorkan turut mengadopsi Qi2. Samsung bahkan sedang menyiapkan aksesori baterai magnetik khusus berdaya 15W yang terdaftar di Wireless Power Consortium sebagai perangkat Qi 2.1.0.
Saingan dan Potensi Ekosistem
Beberapa produsen lain masih belum memperlihatkan langkah konkret dalam mengadopsi Qi2. Motorola dinilai potensial, namun belum ada kepastian. Sementara OnePlus dan Oppo memperlihatkan minat terhadap ekosistem aksesori magnetik, tapi perangkat Qi2 mereka belum meluncur di pasaran.
Rangkaian ponsel Samsung seri Galaxy S26 dan kemungkinan kehadiran varian ponsel lipat dengan dukungan magnet diprediksi akan mempercepat adopsi Qi2 di ekosistem Android.
Berikut daftar perangkat Android yang sudah mendukung Qi2:
- Google Pixel 10
- Pixel 10 Pro
- Pixel 10 Pro XL
- Pixel 10 Pro Fold
- HMD Skyline
- Clicks Communicator
Teknologi Qi2: Keunggulan dan Tantangan
Qi2 membawa sejumlah keunggulan pada ekosistem smartphone. Standar ini menawarkan stabilitas magnetik tinggi, proses pengisian yang lebih efisien, serta kemudahan untuk penggunaan aksesori magnetik seperti baterai eksternal atau casing tambahan. Namun, produsen harus merancang struktur internal yang presisi agar pengisian tidak terganggu oleh modul kamera atau material casing.
Desain baterai magnetik Samsung yang akan datang menunjukkan adaptasi bentuk yang unik demi menyesuaikan posisi kamera dan coil pengisian. Langkah ini dianggap sebagai strategi penting agar aksesori magnet benar-benar kompatibel tanpa mengorbankan stabilitas perangkat saat pengisian daya.
Prospek ke Depan: Momentum Qi2 di Android
Walau peluncuran Clicks Communicator belum ditujukan untuk pasar luas, kehadirannya tetap memicu harapan baru bagi pengembangan fitur pengisian daya di Android. Adopsi teknologi Qi2 oleh pabrikan besar seperti Google dan Samsung akan menjadi katalis perubahan. Kalangan middle dan entry-level masih menjadi tantangan, karena hingga kini produsen belum menghadirkan fitur ini di rentang harga terjangkau.
Dengan semakin banyaknya perangkat yang mendukung Qi2, peluang untuk migrasi ke pengisian nirkabel lebih canggih semakin terbuka. Pengguna yang mendambakan pengalaman Android mirip BlackBerry kini sudah punya opsi yang relevan dengan kebutuhan kerja modern.
Langkah Clicks Communicator memberi pesan jelas bahwa inovasi pada desain fisik dan integrasi teknologi pengisian terbaru tetap diminati pengguna. Industri smartphone Android kini dihadapkan pada pilihan untuk segera mengadopsi Qi2, atau tertinggal dalam persaingan teknologi pengisian daya yang terus bergerak maju.
Baca selengkapnya di: www.liputan6.com