
Pasar RAM dalam beberapa bulan terakhir menunjukkan lonjakan harga yang signifikan, menimbulkan kekhawatiran luas di kalangan pelaku industri dan konsumen. Kenaikan harga ini terjadi akibat permintaan infrastruktur AI yang terus melonjak, mendorong pasar memasuki siklus "Hyper-Bull" yang belum pernah terlihat sebelumnya.
Menurut data Counterpoint Research, harga memori melonjak hampir 50% hanya dalam satu kuartal terakhir. Tekanan kenaikan harga belum menunjukkan tanda mereda, bahkan diprediksi akan melonjak lagi sebesar 40-50% pada kuartal pertama tahun depan. Harga RAM kini melampaui puncak sejarah yang pernah terjadi enam tahun yang lalu.
Dampak Kenaikan Harga RAM pada Industri dan Konsumen
Harga memori kelas server menjadi indikator utama parahnya situasi saat ini. Sebuah modul 64 GB RDIMM yang sebelumnya dijual seharga $255 kini meroket menjadi $450. Para analis memperkirakan modul tersebut bisa melewati angka $1,000 pada akhir tahun ini. Kondisi ini membuat harga per gigabit meningkat dua kali lipat dari rekor tertinggi sebelumnya.
Kenaikan harga RAM berpengaruh langsung terhadap industri perangkat keras, terutama produk konsumen seperti smartphone dan laptop. Brand ponsel terkenal mulai menaikkan harga produknya, terlihat pada peningkatan harga beberapa model terbaru. Counterpoint juga mencatat biaya memori kini berkontribusi lebih dari 10% pada bill of materials iPhone flagship, dan berpotensi tumbuh di atas 20% untuk generasi selanjutnya.
Faktor-Faktor Penyebab Lonjakan Harga
Beberapa perusahaan besar seperti SK Hynix dan Samsung mengambil langkah mengalihkan kapasitas produksi ke chip server DDR5 yang margin keuntungannya lebih tinggi. Hal ini menyebabkan pasokan RAM konsumen, baik DDR maupun LPDDR, mengalami kelangkaan dan lonjakan harga. Bahkan RAM tipe lama seperti DDR4 dan LPDDR4 ikut terangkat harganya secara tidak wajar dalam beberapa bulan terakhir.
Permintaan pasar AI menjadi faktor utama di balik kelangkaan dan kenaikan harga ini. Infrastruktur AI modern menuntut kapasitas RAM yang sangat besar, baik untuk server maupun perangkat edge. Hal ini memicu produsen memprioritaskan produksi RAM untuk pasar server demi keuntungan lebih tinggi.
Dampak ke Ekonomi Konsumen
Lonjakan harga RAM memberi tekanan berat pada pasar elektronik konsumen. Kenaikan harga ini bukan hanya berdampak pada kelas atas, tetapi juga menjalar ke produk laptop dan smartphone dengan kelas harga lebih terjangkau. Biaya produksi yang meningkat menyebabkan produsen terpaksa menyesuaikan harga jual, sehingga perangkat baru cenderung lebih mahal dari sebelumnya.
Konsumen kini dihadapkan pada pilihan sulit saat ingin melakukan upgrade perangkat. Dengan harga RAM yang naik drastis, membeli atau merakit PC baru membutuhkan anggaran lebih besar. Hal serupa berlaku pada gadget seperti ponsel pintar, di mana kapasitas RAM lebih tinggi kini ditawarkan dengan harga premium.
Upaya Mengatasi Krisis Pasokan
Meskipun produsen telah meningkatkan investasi untuk memperluas kapasitas produksi RAM, para ahli pasar memperkirakan solusi dari sisi pasokan tidak dapat segera tercapai. Keterbatasan lini produksi, keterlambatan ekspansi pabrik, serta kebutuhan teknologi mutakhir menjadikan pemulihan pasokan memakan waktu panjang.
Dampak dari siklus kenaikan ini bahkan diprediksi masih akan terasa dalam beberapa kuartal mendatang. Pasar kemungkinan masih akan menghadapi harga tinggi sebelum keseimbangan permintaan dan penawaran dapat tercapai kembali.
Data Kenaikan Harga RAM Terkini
- Lonjakan harga RAM hampir 50% dalam satu kuartal terakhir.
- Prediksi kenaikan lanjutan sebesar 40-50% pada kuartal pertama tahun depan.
- Harga 64 GB RDIMM saat ini: $450, diperkirakan bisa menembus $1,000.
- Proporsi biaya RAM pada produk flagship sudah lebih dari 10%, dengan potensi naik menjadi 20%.
- Harga DDR4 dan LPDDR4 ikut terdongkrak tinggi akibat dampak domino kelangkaan.
Situasi pasar RAM yang memasuki fase sulit membuat produsen dan konsumen perlu mengambil langkah strategis menyikapi gejolak harga. Para pelaku usaha harus memperhitungkan biaya produksi dan pasokan lebih cermat, sedangkan konsumen disarankan lebih waspada sebelum melakukan pembelian atau upgrade perangkat. Dengan permintaan industri AI yang belum menunjukkan tanda perlambatan, perkembangan harga RAM diprediksi masih volatil dalam waktu yang akan datang.





