
Xiaomi siap mengakhiri dukungan perangkat lunak untuk sejumlah model yang dirilis di bawah merek Xiaomi, Redmi, dan Poco. Keputusan ini akan berdampak pada banyak pengguna yang masih menggunakan ponsel tersebut di berbagai negara termasuk Indonesia. Setelah masa dukungan berakhir, perangkat-perangkat ini tidak akan lagi menerima pembaruan sistem operasi HyperOS serta pembaruan keamanan bulanan.
Penghentian dukungan secara resmi akan menjadikan perangkat-perangkat yang terdampak sebagai produk EoL (end of life). Langkah ini berarti tidak akan ada lagi pembaruan Android, versi HyperOS terbaru, maupun patch keamanan untuk melindungi data pengguna. Dengan berakhirnya support, kualitas perlindungan terhadap ancaman keamanan dapat menurun seiring dengan munculnya celah baru yang tidak tertutupi.
Daftar Model Xiaomi, Redmi, dan Poco yang Tidak Mendapatkan Dukungan HyperOS di 2026
Menurut informasi resmi yang diterima, setidaknya ada 14 model smartphone populer yang dijadwalkan akan berhenti mendapatkan dukungan update. Model-model ini mencakup seri flagship, midrange, hingga entry-level yang masih banyak digunakan saat ini. Berikut daftarnya beserta jadwal akhir dukungan perangkat lunak:
- Poco F5 dan Poco F5 Pro – Dukungan berakhir setelah 9 Mei 2026.
- Xiaomi 12 dan Xiaomi 12 Pro – Dukungan berakhir pada Maret 2026.
- Xiaomi 12T dan 12T Pro – Update berakhir pada 13 Oktober 2026.
- Xiaomi 12 Lite – Berakhir dukungan pada 1 Juli 2026.
- Redmi Note 12 Pro, Redmi Note 12 5G – Termasuk dalam daftar perangkat yang akan segera mencapai EoL.
- Redmi 12C, Redmi 13C – Model entry-level ini juga akan berhenti menerima update.
- Redmi A2 dan Redmi A2+ – Perangkat dengan harga terjangkau tidak lagi mendapatkan pembaruan keamanan.
- Poco X5 dan Poco X5 Pro 5G – Dukungan berakhir pada Februari 2026.
Informasi ini berdasarkan pembaruan timeline resmi dari Xiaomi serta data yang dirilis oleh sumber terpercaya. Model-model tersebut sebelumnya telah menerima pembaruan ke HyperOS 3 berbasis Android 15, namun pembaruan tersebut akan menjadi update utama yang terakhir tersedia untuk mereka.
Dampak Penghentian Dukungan pada Keamanan dan Kinerja
Meskipun perangkat masih dapat digunakan untuk fungsi dasar seperti telepon, pesan singkat, atau mengakses aplikasi, masalah utama terletak pada aspek keamanan data. Tanpa pembaruan rutin, perangkat rentan terhadap ancaman keamanan baru yang bisa mengekspos data pribadi pengguna. Banyak pakar teknologi menyoroti bahwa celah ini kerap menjadi target serangan siber dan malware.
Kebijakan penghentian update OS dan keamanan juga menjadi salah satu pertimbangan dalam menjaga privasi pengguna. Jika perangkat digunakan untuk aktivitas yang menyangkut data sensitif, seperti transaksi keuangan atau akses email kerja, disarankan untuk mempertimbangkan upgrade perangkat ke model terbaru sebelum periode dukungan berakhir.
Apa yang Bisa Dilakukan Pengguna?
Pengguna tidak perlu khawatir perangkat langsung rusak atau tidak dapat digunakan. Aplikasi masih dapat berjalan dengan normal untuk sementara waktu, tetapi tetap penting untuk mengevaluasi risiko terkait privasi dan keamanan data ke depannya. Xiaomi sendiri menyarankan agar pengguna mulai mempertimbangkan penggantian perangkat jika ingin memastikan perlindungan data tetap maksimal.
Berikut langkah yang bisa dilakukan pengguna:
- Periksa apakah model yang digunakan termasuk dalam daftar gadget yang akan berhenti mendapatkan dukungan HyperOS.
- Lakukan backup data penting ke cloud atau perangkat eksternal untuk mengantisipasi potensi risiko.
- Pertimbangkan membeli atau upgrade ke perangkat Xiaomi, Redmi, atau Poco yang masih memiliki siklus dukungan panjang.
- Hindari menggunakan perangkat untuk transaksi penting atau akses data sensitif setelah masa dukungan berakhir.
Menurut laporan dari Gizmochina, langkah Xiaomi menghentikan dukungan ini merupakan bagian dari kebijakan reguler setiap vendor dalam membatasi siklus hidup produk elektronik. Dengan begitu, distribusi sumber daya dapat difokuskan pada produk-produk baru yang menawarkan fitur keamanan dan inovasi lebih baik.
Bagi pengguna yang ingin terus mendapatkan keamanan maksimal dari perangkat mobile, memperbarui ke smartphone yang lebih baru merupakan pilihan aman. Produsen terus mengembangkan perangkat lunak dengan fitur keamanan canggih demi menyesuaikan kebutuhan zaman yang semakin digital. Kebijakan update dan siklus dukungan juga menjadi salah satu faktor utama dalam menentukan smartphone yang layak untuk investasi jangka panjang.





