
Pasar robot humanoid global mencatat lonjakan signifikan pada 2025, di mana pengiriman produk meningkat hingga 13.000 unit secara internasional. Salah satu perusahaan yang menonjol dalam pertumbuhan ini adalah AGIBOT, perusahaan robotik asal Tiongkok yang berhasil merebut dominasi pasar dengan menguasai 39% pangsa pasar secara global.
Keberhasilan AGIBOT terlihat dari pencapaian pengiriman lebih dari 5.100 unit humanoid selama 2025. Angka tersebut menempatkan mereka sebagai pemimpin di industri, mengungguli pemain utama lain seperti Unitree, UBTech, dan beberapa perusahaan rintisan robotik yang mulai bersaing di ranah internasional.
Dominasi AGIBOT di Pasar Robot Humanoid
Dengan meraih hampir dua perlima bagian pasar dunia, AGIBOT menunjukkan keunggulan kompetitif yang kuat dibanding para rivalnya. Menurut data Omdia, Unitree berada di posisi kedua dengan 32% pangsa pasar, sedangkan sisa pasar terbagi pada UBTech, Leju Robotics, EngineAI, Tesla, dan Agility Robotics.
AGIBOT tidak hanya mencatat volume pengiriman tertinggi, tetapi juga mendapat pengakuan atas keunggulan teknologi pada evaluasi teknis Omdia. Pengakuan ini menempatkan mereka di jajaran teratas pengembang robot humanoid global bersama Unitree dan Tesla.
Ragam Produk dan Aplikasi Praktis
AGIBOT menawarkan beragam model, mulai dari robot humanoid berukuran penuh, model setengah tubuh, hingga robot cerdas bergerak beroda. Variasi lini produk ini menjadikan teknologi AGIBOT fleksibel dalam memenuhi kebutuhan berbagai sektor.
Beberapa aplikasi konkret produk AGIBOT meliputi:
- Hospitality: Mendukung layanan pelanggan di hotel dan restoran dengan interaksi yang ramah.
- Manufaktur Industri: Membantu tugas-tugas produksi dan perakitan secara efisien.
- Operasi Logistik: Menyederhanakan proses pemindahan barang di gudang dan pusat distribusi.
- Patroli Keamanan: Memantau area publik dengan sensor dan kecerdasan buatan tingkat lanjut.
- Pengumpulan Data AI: Mengoperasikan sensor dan perangkat lunak untuk pelatihan kecerdasan buatan.
- Pendidikan dan Riset: Mendukung pembelajaran STEM dan eksperimen ilmiah di universitas dan laboratorium.
Keunggulan Teknis AGIBOT
Berdasarkan penilaian Omdia, AGIBOT memperoleh skor tinggi dalam beberapa kategori utama:
- Mobilitas: Robot mampu bergerak dengan lincah di berbagai medan.
- Manipulasi: Lengan dan alat robot sukses melakukan tugas presisi tinggi.
- Pembelajaran AI: Integrasi kecerdasan buatan memungkinkan robot belajar dari pengalaman.
- Skalabilitas: Produk dapat disesuaikan dengan kebutuhan industri berbeda secara efisien.
Faktor-faktor tersebut memastikan AGIBOT siap berkompetisi dalam era robot serba guna, yang semakin adaptif di berbagai lingkungan kerja.
Persaingan dan Inovasi di Industri Robotika
Kompetisi di industri robot humanoid terasa kian ketat. Selain AGIBOT dan Unitree, perusahaan seperti UBTech, Leju Robotics, dan EngineAI juga agresif memperkenalkan inovasi baru. Nama besar seperti Tesla turut melengkapi peta persaingan, meski kontribusi pengiriman mereka masih relatif kecil jika dibandingkan AGIBOT.
Tabel berikut menggambarkan perkiraan pangsa pasar berdasarkan data Omdia:
| Perusahaan | Pangsa Pasar (%) | Unit Terkirim |
|---|---|---|
| AGIBOT | 39 | >5.100 |
| Unitree | 32 | – |
| UBTech & Lainnya | 29 | – |
Sumber: Omdia Industry Assessment
Proyeksi Masa Depan Robot Humanoid
Dalam satu dekade ke depan, Omdia memproyeksikan lonjakan signifikan dengan estimasi pengiriman robot humanoid tahunan menembus hampir 2,6 juta unit hingga 2035. Faktor utama pendorong pertumbuhan adalah peningkatan kecanggihan teknologi dan biaya produksi yang semakin efisien.
Pertumbuhan ini juga membuka peluang untuk penggunaan robot humanoid di lebih banyak sektor, seperti layanan kesehatan, edukasi, dan infrastruktur perkotaan. AGIBOT, dengan pijakan kuat di industri dan penetrasi pasar yang luas, diprediksi akan tetap menjadi pemain utama sekaligus inovator di ranah robotika global.




