Langkah besar dilakukan Xiaomi dengan mengumumkan peta jalan strategis menuju pengembangan teknologi mandiri di tahun mendatang. Pabrikan asal Tiongkok ini menegaskan fokus baru pada inovasi chipset, pengembangan sistem operasi internal, dan model kecerdasan buatan generasi terbaru.
Rencana tersebut diungkapkan secara resmi oleh Presiden Xiaomi, Lei Jun, pada ajang internal penghargaan perusahaan yang sekaligus menjadi ajang evaluasi kinerja lintas departemen. Dalam kesempatan ini, 154 proyek dari 10 divisi strategis—mulai dari pengembangan AI, chipset, hingga imaging—diulas dan dievaluasi oleh jajaran manajemen senior Xiaomi.
Fokus pada Chipset Buatan Sendiri dan Dominasi Teknologi Prosesor
Tim pengembang chipset XRING O1 menjadi sorotan utama dengan prestasi tertinggi pada ajang penghargaan tersebut. Chipset ini berhasil menjadi prosesor smartphone pertama yang dikembangkan mandiri oleh Xiaomi, sekaligus melahirkan satu-satunya chipset flagship 3nm yang dirilis oleh merek smartphone asal Tiongkok.
Versi khusus Xiaomi 15 dengan chipset XRING O1 sempat dirilis secara eksklusif untuk pasar negeri China pada tahun sebelumnya. Chipset ini mengusung konfigurasi CPU deca-core Arm Cortex, GPU Immortalis G925 MC16, dan ISP generasi keempat yang dikembangkan sendiri. Pengujian menunjukkan performanya mampu menyaingi, bahkan di beberapa aspek melampaui, Snapdragon 8 Elite dan Dimensity 9400.
Langkah Xiaomi memperkuat strategi pengembangan chipset secara internal tidak hanya menciptakan kemandirian rantai pasok. Namun juga menjadi fondasi penting agar mampu menghadirkan nilai tambah kompetitif di pasar global. Lei Jun menyatakan bahwa perusahaan kini membidik lebih banyak lini chipset garapan sendiri ke depannya sebagai pembeda utama di industri.
Pengembangan Sistem Operasi dan Model Kecerdasan Buatan Terbaru
Selain memperkuat basis perangkat keras, Xiaomi juga mengonfirmasi rencana mempercepat pengembangan sistem operasi orisinil. Sistem operasi in-house ini ditujukan tak hanya untuk optimalisasi smartphone, tetapi juga integrasi lintas perangkat dalam ekosistem Xiaomi.
Di lini perangkat lunak, perusahaan mulai menjajaki riset besar pada Large Language Model (LLM) berbasis AI. Model kecerdasan buatan ini akan menopang pembelajaran mesin lanjutan yang dirancang untuk mendukung ekosistem perangkat cerdas Xiaomi secara end-to-end. Inisiatif tersebut dinilai sebagai langkah penting menuju masa depan integrasi AI yang semakin personal dan adaptif.
Investasi Besar untuk R&D Unggulan
Komitmen terhadap inovasi teknologi disertai alokasi anggaran riset serta pengembangan yang masif. Hingga saat ini, Xiaomi telah membelanjakan sekitar 105 miliar yuan untuk pengembangan teknologi internal. Lei Jun mengumumkan tambahan investasi sebesar 200 miliar yuan secara bertahap selama lima tahun ke depan demi mewujudkan visi perusahaan menjadi setara dengan Apple di ranah Android.
Model investasi jangka panjang itu membuktikan ambisi Xiaomi untuk menjadi merek teknologi paling mandiri secara global. Semua proses mulai dari R&D, desain, hingga manufaktur dilakukan secara internal. Tak hanya di smartphone, Xiaomi juga sudah mampu membuat kendaraan balap hingga peralatan rumah tangga pintar—menjadikannya ekosistem teknologi satu atap yang lengkap.
Rencana Besar Xiaomi Menuju Kemandirian Ekosistem
Keberhasilan pengembangan chipset XRING O1 dinilai sebagai batu loncatan penting. Xiaomi menjadi satu-satunya merek smartphone global yang mampu membangun ekosistem produk mandiri dari hulu ke hilir. Hal ini juga mendorong Xiaomi untuk terus menggali potensi kolaborasi antara AI, hardware buatan sendiri, serta sistem operasi untuk semua lini produknya.
Berikut langkah strategis Xiaomi berdasarkan rencana yang telah diumumkan:
- Melanjutkan pengembangan chipset flagship baru buatan sendiri.
- Mempercepat riset dan peluncuran sistem operasi internal.
- Menanamkan investasi besar di bidang R&D khususnya AI dan perangkat keras.
- Memperluas penerapan model AI mutakhir pada ekosistem perangkat Xiaomi.
- Mengintegrasikan solusi canggih di berbagai produk mulai dari ponsel, kendaraan, hingga perlengkapan rumah.
Rangkaian capaian ini mempertegas peran Xiaomi sebagai pionir dalam mengembangkan teknologi mandiri untuk industri global. Perusahaan menempatkan diri bukan hanya sebagai pembuat smartphone, tapi penyedia ekosistem teknologi canggih yang dirancang untuk masa depan terintegrasi penuh antara manusia dan mesin.
