PT Jakarta International Container Terminal (JICT) mengukuhkan diri sebagai pionir dalam logistik Indonesia dengan standar baru operasional non-stop pada pergantian tahun 2025 ke 2026. Pembaruan ini tercermin dalam momentum penting "Last Container 2025" dan "First Container 2026" yang memastikan arus barang tidak pernah terputus, bahkan sedetik pun.
Langkah ini menarik perhatian banyak pelaku industri, karena menghapus kekhawatiran potensi hambatan logistik di momen transisi tahun. Komitmen JICT tersebut secara langsung menjawab kebutuhan pasar terhadap layanan logistik pelabuhan yang andal serta konsisten 24 jam.
Komitmen Operasional Tanpa Jeda
Pada malam pergantian tahun, JICT benar-benar melakukan pengangkatan kontainer terakhir 2025 dan langsung memulai bongkar muat kontainer pertama 2026 tanpa jeda. Proses ini berjalan lancar dengan penerapan standar keselamatan tinggi dan sistem digitalisasi yang disiapkan matang sejak jauh hari.
Wakil Direktur Utama JICT, Budi Cahyono, menegaskan kegiatan tersebut sebagai bukti konkret kesiapan perusahaan melayani kebutuhan logistik nasional secara nonstop. “Tradisi ini memperlihatkan kapasitas kami menjaga kelancaran rantai pasok setiap saat, termasuk di waktu kritis seperti malam tahun baru,” ujarnya dalam keterangan resmi (8/1/2026).
Kepastian arus logistik yang berjalan mulus di awal tahun baru menghasilkan kepuasan tersendiri bagi para pelanggan korporasi dan ekosistem bisnis terkait. Hal ini juga membangun kepercayaan pada pelaku industri bahwa JICT tidak pernah membiarkan pengiriman barang tertunda akibat perubahan kalender.
Investasi Teknologi Elektrifikasi untuk Efisiensi
Sebagai bentuk dukungan pada peningkatan produktivitas, JICT mengambil langkah strategis dengan investasi alat-alat baru berbasis elektrifikasi pada 2026. Adopsi teknologi ramah lingkungan dan otomasi ini bertujuan mendongkrak efisiensi sekaligus menekan emisi sehingga sesuai dengan tuntutan standar global.
Jenis peralatan elektrifikasi yang akan didatangkan JICT:
- e-Quay Container Crane (e-QC): Untuk mempercepat mobilisasi peti kemas di dermaga.
- e-Rubber Tyred Gantry Crane (e-RTGC): Mendukung bongkar muat di area lapangan penumpukan dengan operasional listrik.
- e-Terminal Truck: Armada kendaraan dalam terminal menggunakan energi listrik untuk perpindahan kontainer.
Investasi alat-alat tersebut membutuhkan proses adaptasi seluruh unit kerja agar bisa mengoptimalkan potensi otomasi dan digitalisasi rantai pasok. Upaya ini diharapkan akan memperkuat posisi JICT sebagai terminal petikemas kelas dunia.
Sinergi SDM dan Digitalisasi dalam Layanan
Keberhasilan JICT dalam menyelenggarakan operasional tanpa gangguan bertumpu pada kolaborasi solid antara operator lapangan, perencana operasi, serta tim pendukung lainnya. Penataan sistem kerja human resource terus ditingkatkan agar mampu menjawab dinamika permintaan pasar yang semakin kompleks.
Manajemen JICT juga menyiapkan berbagai alat pemantauan berbasis data real-time untuk mendukung pengambilan keputusan cepat. Melalui digitalisasi sistem, integrasi informasi berjalan tanpa hambatan, sehingga setiap pergerakan kontainer dapat diawasi secara presisi oleh seluruh pihak terkait.
Dampak terhadap Perekonomian dan Standar Industri
Langkah JICT ini tidak sekadar meningkatkan performa internal, namun juga membawa dampak positif pada perekonomian nasional. Dengan layanan tanpa jeda, industri pengolahan, manufaktur, maupun ekspor-impor kini lebih pasti dalam merencanakan distribusi barang.
Penerapan standar baru ini diharapkan menjadi acuan bagi terminal lainnya dalam mendukung visi besar Indonesia sebagai hub logistik regional. “Kami optimistis kesiapan SDM, sistem digital, serta investasi terkini akan memperkuat peran JICT ke depan sebagai gerbang utama ekonomi nasional,” kata Budi Cahyono.
Lebih jauh lagi, model operasional yang diusung JICT membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak dalam ekosistem logistik. Modernisasi alat dan integrasi digital secara simultan diyakini bisa mempercepat transformasi pelabuhan menuju era industri 4.0.
Pada akhirnya, inovasi JICT dalam menjaga rantai pasok logistik non-stop tahun 2026 menjadi tonggak penting bagi kemajuan sektor maritim dan logistik Indonesia, serta menetapkan standar baru yang mendorong semua pelaku industri untuk terus berinovasi dan bersinergi.





