Samsung Ungkap AI Exynos 2600 di Galaxy S26, Performa NPU Naik 113%

Samsung resmi mengumumkan rincian teknologi kecerdasan buatan yang akan hadir di chipset terbaru mereka, Exynos 2600, untuk seri flagship Galaxy S26. Chip prosesor ini digadang-gadang sebagai yang pertama di dunia menggunakan fabrikasi 2 nanometer dan mengalami lonjakan performa NPU (Neural Processing Unit) hingga 113 persen dibanding Exynos 2500. Kabar ini menarik perhatian pegiat teknologi yang ingin tahu seefisien apa inovasi terbaru Samsung dalam meningkatkan performa AI di perangkat mobile.

Peningkatan kinerja AI pada Exynos 2600 tidak hanya soal kecepatan, tetapi juga soal optimalisasi penggunaan model kecerdasan buatan. Samsung bekerjasama dengan perusahaan AI Korea Selatan, NotaAI, untuk menghadirkan sistem NetsPresso. Dengan NetsPresso, model AI dapat diperkecil tanpa mengorbankan akurasi, sehingga memungkinkan AI berukuran lebih besar dijalankan langsung di perangkat. Pengguna pun bisa menikmati fitur AI canggih tanpa harus selalu terhubung ke internet.

Lonjakan Performa NPU di Exynos 2600

Teknologi NPU menjadi sorotan utama pada Exynos 2600. Berdasarkan data resmi dari Samsung, dibandingkan pendahulunya Exynos 2500, performa NPU pada chipset terbaru ini melonjak hingga 113 persen.

Keunggulan ini membuka peluang hadirnya fitur-fitur AI yang jauh lebih responsif, efisien, dan hemat daya pada smartphone Galaxy S26. Pengolahan data dilakukan secara lokal, sehingga pengalaman pengguna kian optimal dan privasi data tetap terjaga karena minim transmisi melalui internet.

Daftar Keunggulan NPU Exynos 2600

  1. Kinerja AI meningkat 113 persen dari Exynos 2500
  2. Kemampuan menjalankan model AI lebih besar di perangkat
  3. Operasi AI tanpa koneksi internet
  4. Hemat daya serta peningkatan responsivitas perangkat
  5. Dukungan optimal untuk fitur kamera, suara, dan asisten cerdas

Kolaborasi Strategis dengan NotaAI

Samsung memperkuat lini pengembangan kecerdasan buatannya melalui kolaborasi lanjutan dengan NotaAI. Kedua perusahaan ini sebelumnya sukses membawa optimalisasi AI pada Exynos 2400 dan Exynos 2500. NotaAI turut mendukung Samsung dalam pengembangan Exynos AI Studio, alat bantu pengembang yang memudahkan proses integrasi serta optimalisasi fitur AI pada ekosistem Exynos.

Dengan kolaborasi ini, Samsung mampu memperkecil ukuran model AI namun tetap mempertahankan akurasi performa. Hal tersebut adalah kunci menghadirkan inovasi AI yang praktis dan bisa diandalkan untuk aplikasi sehari-hari di smartphone.

Chipset 2nm: Lompatan Besar di Industri Mobile

Exynos 2600 menjadi tonggak baru bagi Samsung karena merupakan chipset pertama di dunia yang diproduksi dengan teknologi fabrikasi 2nm berbasis Gate-All-Around (GAA). Teknologi ini diklaim mampu meningkatkan efisiensi daya, mempercepat kinerja, sekaligus menjaga suhu kerja chipset tetap stabil.

Efisiensi ini sangat penting, mengingat pada generasi pendahulu, performa termal Exynos sering menjadi isu. Penggunaan fabrikasi 2nm diharapkan meminimalisir masalah panas sekaligus memperpanjang umur baterai.

Desain CPU dan Spesifikasi Inti

Chipset Exynos 2600 hadir dengan konfigurasi CPU 10-core berbasis arsitektur Arm v9.3. Ada satu core utama C1-Ultra yang bertugas untuk beban kerja berat di kecepatan hingga 3,8 GHz, tiga core performa tinggi C1-Pro di 3,25 GHz, dan enam core efisiensi C1-Pro di 2,75 GHz.

Samsung mengklaim, desain ini mampu mendongkrak performa CPU hingga 39 persen lebih baik dari Exynos 2500. Dukungan instruksi ARM SME2 turut memastikan proses machine learning berjalan efisien dan latensi AI makin rendah.

Bocoran Inovasi pada Seri Galaxy S26

Selain dapur pacu, bocoran pada lini Galaxy S26 mengungkap adanya peningkatan signifikan dari sisi layar dan kamera. Galaxy S26 Plus bakal hadir dengan layar 6,9 inci, naik dari generasi S25 Plus yang berukuran 6,7 inci. Layar sebesar ini diprediksi meningkatkan pengalaman visual dan mendekatkan performanya dengan seri ultra.

Sektor kamera juga mendapat pembaruan, di mana seluruh model S26 mengadopsi sensor 12MP untuk kamera telefoto. Perubahan desain juga terungkap lewat bocoran update One UI 8.5 yang menampilkan tiga model utama, yaitu Galaxy S26, S26 Plus, dan S26 Ultra.

Samsung menargetkan peluncuran Galaxy S26 beserta chipset Exynos 2600 pada Februari 2026. Dengan berbagai pembaruan pada sisi performa AI, desain CPU, serta layar dan kamera, lini ini diprediksi menjadi inovasi signifikan di pasar smartphone premium.

Exit mobile version