Aksi Robot Humanoid Viral: Salah Tendang Instruktur, Lalu Ikut “Meringis” Lucu

Insiden tak terduga yang melibatkan robot humanoid G1 dari Unitree menyita perhatian warganet. Saat latihan menggunakan teknologi motion-capture, robot ini salah menendang instruktur manusia, lalu secara mengejutkan juga melakukan gestur “meringis”, meniru ekspresi kesakitan sang instruktur.

Cuplikan video itu langsung viral di berbagai platform media sosial. Reaksi publik beragam dari yang menganggap insiden ini lucu, hingga pihak yang menyoroti sisi keamanan dan teknologi kecerdasan buatan di baliknya.

Pelatihan Robot Menggunakan Motion-Capture

Teknologi motion-capture memungkinkan robot untuk meniru gerakan manusia secara real-time. Instruktur manusia mengenakan baju khusus yang dilengkapi sensor agar setiap pergerakan tubuh bisa terbaca oleh sistem robot. Berkat teknologi ini, pengujian robot jadi lebih efisien sebab bisa langsung menduplikasi gerak manusia tanpa melalui proses pemrograman yang berulang.

Namun sistem ini mengandung risiko jika tidak dipantau ketat. Dalam sesi latihan yang terekam dalam video, instruktur bersama robot berada di ruangan yang tidak terdapat pembatas atau pengaman apa pun. Kondisi ini rentan terjadi insiden, apalagi ketika gerakan yang ditangkap sistem tidak sempurna atau terjadi keterlambatan sinyal.

Detik-detik Insiden Viral

Awalnya, latihan berjalan normal. Robot G1 mengikuti semua gerak tubuh instruktur secara presisi. Namun saat instruktur melakukan gerakan kaki, sistem menangkap instruksi yang salah. Hasilnya, robot G1 tiba-tiba menendang instruktur tersebut. Tidak hanya sampai di situ, G1 juga meniru reaksi instruktur yang tampak kesakitan, seperti “meringis”.

Video tersebut kemudian diunggah di platform Bilibili dan segera menyebar ke berbagai media sosial. Banyak komentar menyebut reaksi robot yang meniru ekspresi manusia inilah yang membuat insiden tampak kocak, walau sebetulnya memperlihatkan celah dari sisi keamanan.

Tantangan Keamanan Interaksi Manusia dan Robot

Peristiwa ini mengingatkan kembali bahwa perkembangan teknologi robot humanoid masih menyimpan celah dari sisi keamanan, terutama dalam situasi pengujian jarak dekat tanpa protokol keselamatan yang memadai. Beberapa risiko atau tantangan yang muncul antara lain:

  1. Sistem sensor motion-capture bisa salah membaca atau terlambat merespons.
  2. Tidak adanya sekat pengaman antara robot dan manusia saat latihan.
  3. Reaksi robot berbasis AI dapat meniru perilaku manusia secara penuh, termasuk ekspresi yang tidak diinginkan.
  4. Potensi risiko cedera fisik pada instruktur dan operator saat interaksi langsung.

Respons Publik dan Implikasi Teknologi

Ledakan popularitas video ini juga memperlihatkan antusiasme sekaligus kekhawatiran masyarakat terkait masa depan interaksi manusia dan robot. Banyak yang mengapresiasi kemajuan teknologi artificial intelligence, namun juga menyerukan pentingnya sistem keamanan tambahan selama proses pelatihan maupun pengujian. Pengamat teknologi menyarankan pelatihan robot humanoid harus selalu diawasi operator berpengalaman, dengan pembatas aman serta prosedur emergensi jika terjadi kesalahan eksekusi.

Perkembangan Robot Humanoid di Industri

Robot humanoid seperti G1 dirancang untuk menyesuaikan perilaku menyerupai manusia. Perusahaan Unitree dikenal mengembangkan robot untuk berbagai kebutuhan industri, termasuk transportasi, pelayanan, dan edukasi. Harga robot G1 sendiri disebut-sebut mencapai angka sangat tinggi sesuai kemampuan canggih dan kelengkapan teknologi yang dibawanya.

Model pelatihan dengan sistem motion-capture menjadi tren baru dalam mempercepat proses pembelajaran mesin pada robot. Namun, kejadian seperti insiden viral ini menjadi pengingat bahwa inovasi teknologi tidak boleh mengorbankan aspek keselamatan dan keamanan manusia yang terlibat langsung.

Sampai saat ini, pihak Unitree dan komunitas pengembang robot terus mengevaluasi protokol pelatihan demi mencegah insiden serupa terulang. Bagi masyarakat umum, kejadian unik ini turut membuka wawasan akan pentingnya pengawasan ketat di balik kecanggihan kecerdasan buatan dan robotika masa kini.

Baca selengkapnya di: tekno.kompas.com

Berita Terkait

Back to top button