
Banyak pengguna smartphone kini mengandalkan skor DxOMark untuk menilai kualitas kamera sebelum membeli perangkat terbaru. Informasi angka ini sering muncul di materi promosi dan lembar spesifikasi, menghadirkan gambaran sekilas tentang performa fotografi sebuah ponsel. Namun, apakah skor dari DxOMark benar-benar dapat dijadikan tolok ukur utama dalam memilih kamera smartphone terbaik?
DxOMark dikenal luas sebagai laboratorium independen yang sejak awal fokus menguji kualitas kamera digital serta lensa. Setelah mengembangkan metode pengujian khusus untuk smartphone, reputasinya meluas sejak peluncuran Pixel generasi pertama dari Google. Sejak itu, hampir seluruh ponsel flagship selalu diuji dan mendapatkan skor DxOMark sebagai bukti kemampuan kameranya.
Cara DxOMark Menilai Kamera Smartphone
Pengujian yang dilakukan oleh DxOMark menggabungkan antara tes di dunia nyata dan evaluasi laboratorium. Proses ini mencakup pengambilan ratusan foto serta video pendek pada berbagai kondisi cahaya dan situasi, mulai dari outdoor terang hingga ruang redup. Setiap perangkat biasanya dites dengan pengaturan default agar hasil yang didapat merepresentasikan pengalaman pengguna sehari-hari.
Beberapa aspek dinilai secara terpisah melalui sub-skor berikut:
- Photo (Kualitas foto statis)
- Video (Kualitas perekaman)
- Zoom (Kemampuan pembesaran)
- Bokeh (Hasil efek blur)
Seluruh sub-skor ini lalu digabungkan sehingga dihasilkan satu skor keseluruhan yang mewakili kinerja kamera secara umum dalam berbagai situasi.
Selain itu, DxOMark juga memperkenalkan aspek trustability, yaitu konsistensi performa kamera pada berbagai kondisi nyata. Proses ini menilai apakah kamera mampu memberikan hasil memuaskan pada situasi seperti cahaya rendah, objek bergerak, hingga skenario HDR, bukan hanya unggul di skena laboratorium saja.
Nilai Tambah dari Skor DxOMark
Keunggulan utama dari sistem penilaian DxOMark adalah adanya standar pengujian yang konsisten. Angka skor ini membantu menyingkirkan subjektivitas yang biasa ditemui pada ulasan online, sehingga performa kamera antar merek dapat dibandingkan secara langsung. Pengguna pun bisa melihat perbedaan kualitas fotografi dengan mudah.
Pengujian DxOMark juga jauh dari sekadar melihat detail teknis. Beberapa parameter lain turut dianalisis seperti eksposur, warna, autofocus, noise, detail tekstur, hingga stabilisasi. Beragam data komparatif ini bahkan memperlihatkan tren perkembangan kamera ponsel dari berbagai generasi. Misalnya, ketika ada teknologi sensor terbaru, angka skor akan menggambarkan lompatan kinerja secara jelas antar lini produk.
Keterbatasan dan Kritik pada Skor DxOMark
Meskipun skor DxOMark memberikan panduan objektif, angka tersebut tidak selalu mencerminkan pengalaman pemakaian sesungguhnya. Sama seperti total resolusi megapiksel, skor tinggi belum tentu sejalan dengan kepuasan pengguna ketika menangkap momen-momen spontan atau menghadapi kondisi pencahayaan tak terduga.
DxOMark juga kerap memperbarui metode penilaiannya supaya tetap relevan dengan teknologi terbaru. Perubahan parameter ini membuat skor yang diraih suatu model pada satu waktu tidak selalu bisa dibandingkan langsung dengan produk dari tahun lain. Hal ini penting untuk dicatat karena konsumen kerap membandingkan antar ponsel lintas generasi.
Pendapat seputar relevansi skor DxOMark juga masih beragam di kalangan fotografer profesional dan penggemar gadget. Sebagian menganggap skor ini bermanfaat sebagai referensi, namun tetap mengingatkan adanya elemen subjektif seperti selera warna foto, kesan bokeh, ataupun respons kamera terhadap kondisi unik sehari-hari yang sulit direplikasi di laboratorium.
Panduan Memanfaatkan Skor DxOMark Saat Memilih Smartphone
Sebagai bahan pertimbangan pada saat ingin membeli smartphone dengan performa kamera unggulan, skor DxOMark bisa dimanfaatkan melalui beberapa cara:
- Gunakan skor DxOMark hanya sebagai referensi awal, bukan sebagai satu-satunya penentu keputusan.
- Bandingkan sub-skor tiap kamera untuk mengetahui keunggulan spesifik, misal kamera video atau hasil bokeh.
- Lihat juga sampel foto dan video asli, baik di situs DxOMark maupun dari pengguna lain.
- Perhatikan tren dan teknologi baru yang memengaruhi hasil skor pada generasi berikutnya.
- Sesuaikan pilihan dengan kebutuhan, apakah untuk foto sehari-hari, penggunaan profesional, atau video kreatif.
Tingkat kepercayaan terhadap skor DxOMark memang cukup tinggi karena didukung data valid dan proses uji yang ketat. Namun, memahami konteks dan menyesuaikan harapan sangat dianjurkan. Kamera smartphone yang memperoleh skor tinggi secara teknis bisa jadi tidak selalu menghasilkan foto yang paling memuaskan secara estetika bagi semua orang.
Dengan demikian, skor DxOMark tetap bisa menjadi titik awal yang informatif dalam riset smartphone terbaru. Namun, keputusan akhir sebaiknya didasari juga pada pengalaman nyata, preferensi pribadi, hingga review pengguna yang relevan dengan kebutuhan harian calon pembeli perangkat.





