
Samsung telah merilis lini laptop terbarunya, Galaxy Book6, yang langsung mencuri perhatian pasar berkat kolaborasi dengan prosesor anyar Intel Panther Lake. Inovasi ini disebut-sebut menghadirkan daya tahan baterai hingga 30 jam untuk kegiatan sehari-hari seperti streaming dan penggunaan produktivitas. Kabar ini menjadi angin segar bagi profesional muda dan pengguna mobile yang tak ingin terganggu dengan rutinitas mengecas perangkat.
Seri Galaxy Book6 membawa dua nilai utama—efisiensi energi dan kecanggihan AI. Dengan mengadopsi platform Intel Core Ultra 300 yang terintegrasi unit pemrosesan neural (NPU) generasi baru, laptop ini memfokuskan performanya tidak hanya pada kecepatan, tapi juga kecanggihan pengolahan data, asisten AI, serta produktivitas cerdas yang kini menjadi standar perangkat masa kini.
Varian dan Komposisi Hardware
Samsung menghadirkan Galaxy Book6 dalam tiga varian: Ultra, Pro, dan Standar. Untuk varian Ultra sebagai tipe tertinggi, perangkat ini dibekali chip Intel Core Ultra X9 yang dikombinasikan dengan RAM LPDDR5X hingga 64 GB. Seri Ultra juga mendapatkan grafis tambahan (dedicated GPU) dan sistem pendingin baru yang menggunakan Vapor Chamber berukuran besar.
Seluruh model Pro dan Ultra menggunakan desain kipas dual path outlet serta heatsink yang dioptimalkan, sehingga klaim Samsung soal pendinginan meningkat hingga 35 persen bisa diperhitungkan. Penggunaan teknologi pendinginan ini sangat berarti ketika AI, grafis, dan komputasi berat dijalankan bersamaan.
Layar dan Desain untuk Mobilitas Tinggi
Tipe Pro hadir dalam pilihan layar 14 inci dan 16 inci, dirancang untuk pengguna yang mengutamakan visual namun tetap mengharapkan efisiensi. Layar pada kedua model sudah mendukung high refresh-rate untuk kebutuhan desain, menonton, ataupun komputasi sehari-hari.
Desain tipis dan bobot ringan tetap dipertahankan, menjadi karakter utama keluarga Galaxy Book. Kombinasi ini menawarkan mobilitas tanpa mengorbankan performa, termasuk integrasi ekosistem Samsung Galaxy bagi pemilik ponsel dan tablet seri Samsung lainnya.
Fitur Unggulan: Efisiensi dan Daya Tahan
Keunggulan utama Samsung Galaxy Book6 dapat dirangkum berikut ini:
- Penggunaan prosesor Intel Panther Lake menciptakan efisiensi konsumsi daya ekstra signifikan dibanding generasi sebelumnya.
- Klaim daya tahan baterai hingga 30 jam untuk pemutaran video, sebuah lompatan besar dalam segmen laptop tipis performa tinggi menurut Samsung.
- Fitur super-fast charging memungkinkan pengisian daya singkat untuk penggunaan harian yang lebih praktis.
Bagi pengguna yang lebih fokus pada budget, varian standar Galaxy Book6 tetap mengusung platform Intel Core Ultra, namun dengan konfigurasi yang disesuaikan. Samsung memastikan pengalaman pengguna tidak jauh berbeda dari model mahal, terutama dalam hal desain tipis dan efisiensi sistem pendinginan terbaru.
Ketersediaan dan Harga Pasar
Samsung memastikan Galaxy Book6 akan tersedia secara global mulai akhir Januari. Meski detail harga belum diungkap secara gamblang, kehadiran tiga varian memungkinkan pengguna memilih perangkat sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial. Pilihan ini cukup menarik di tengah tren harga laptop flagship yang terus meningkat.
Strategi Samsung yang memadukan efisiensi teknologi Intel Panther Lake, desain modern, serta integrasi ekosistem Galaxy, menjadikan Galaxy Book6 lebih dari sekadar laptop bisnis. Laptop ini menyasar pasar kreator konten, pelaku usaha, hingga pengguna profesional yang membutuhkan perangkat kerja tangguh di segala kondisi. Data internal juga menguatkan klaim bahwa teknologi pendinginan baru memperpanjang usia performa hardware dalam jangka panjang.
Dengan rilis Galaxy Book6, Samsung semakin memantapkan posisinya di industri laptop global. Kombinasi kecerdasan AI terintegrasi, daya tahan baterai legendaris, dan fitur pengisian cepat, menjadi faktor pembeda yang layak menjadi perhatian di kelas laptop premium.





