
Data pasar prosesor Android terbaru dari AnTuTu menunjukkan dominasi Qualcomm yang kuat di Tiongkok. Laporan ini mengungkap lebih dari 70% ponsel Android di pasar tersebut menggunakan chipset buatan Qualcomm, menjadikannya pemimpin mutlak dalam persaingan prosesor mobile.
Situasi ini memberi gambaran jelas bahwa ekosistem Android di Tiongkok sangat dipengaruhi oleh strategi pengembangan Qualcomm. Pemilik ponsel Android umumnya mencari performa, kestabilan, dan kompatibilitas fitur, yang sejauh ini konsisten diberikan oleh lini prosesor Snapdragon.
Dominasi Qualcomm di Semua Segmen
Data terbaru menunjukkan Qualcomm menguasai 71,2 persen pangsa pasar prosesor Android. Artinya, dari sepuluh ponsel Android yang beredar, tujuh di antaranya berjalan di atas chipset Snapdragon. Keberhasilan ini didukung oleh keragaman lini produk yang ditawarkan Qualcomm di berbagai segmen.
Untuk kategori flagship, Snapdragon 8 Elite dan Gen series menjadi standar unggulan yang digunakan sebagian besar produsen ponsel premium. Sementara itu, Snapdragon 7 dan Snapdragon 6 menargetkan pasar kelas menengah yang terus berkembang. Di kelas entry-level, Snapdragon 4 series menawarkan perangkat terjangkau dengan performa andal.
MediaTek jadi Penantang Terkuat
Di posisi kedua, MediaTek memperoleh pangsa pasar sebesar 27,4 persen. Perusahaan asal Taiwan ini mengalami pertumbuhan stabil dalam beberapa tahun terakhir, berkat serangkaian chipset Dimensity yang diterima baik oleh produsen ponsel. Dimensity 9000 series dikenal mampu memberikan keseimbangan antara performa dan efisiensi biaya untuk kelas menengah atas.
Keberhasilan terbesar MediaTek datang dari chipset Helio dan Dimensity 7000 serta 8000, yang mendominasi perangkat dengan harga terjangkau. Data AnTuTu untuk peringkat ponsel kelas menengah terbaru mencatat sembilan dari sepuluh perangkat terbaik menggunakan chipset MediaTek, menandakan dominasi kuat di segmen ini.
Urutan Selanjutnya: Samsung dan Pendatang Baru Xiaomi
Samsung berada di peringkat ketiga dengan pangsa pasar 0,6 persen. Pencapaian ini didorong khususnya oleh perangkat Samsung Galaxy yang mengadopsi Exynos sebagai prosesor bawaan. Namun, performa Exynos terbatas pada lini produk Samsung itu sendiri, sehingga cakupan pengaruhnya lebih kecil dibanding Qualcomm dan MediaTek.
Xiaomi muncul sebagai kejutan dengan berhasil mencatatkan 0,4 persen pangsa pasar melalui prosesor internal buatannya, XRING O1. Kehadiran XRING O1 saat ini eksklusif untuk Xiaomi 15S Pro dan Xiaomi Pad 7 Ultra saja, namun dua perangkat tersebut cukup untuk menempatkan Xiaomi ke dalam peta persaingan prosesor Android.
Daftar Market Share Prosesor Android di Tiongkok
Berikut adalah data pangsa pasar prosesor Android dari AnTuTu:
- Qualcomm: 71,2%
- MediaTek: 27,4%
- Samsung (Exynos): 0,6%
- Xiaomi (XRING O1): 0,4%
Data di atas menegaskan betapa ketatnya dominasi dua besar yakni Qualcomm dan MediaTek, dengan pemain lain hanya mendapatkan porsi yang sangat kecil.
Ekosistem dan Strategi Inovasi
Keberhasilan Qualcomm dalam mempertahankan posisi dominan dipengaruhi oleh adaptasi cepat terhadap tren teknologi baru. Lini Snapdragon terus memperbarui fitur AI, efisiensi energi, dan konektivitas 5G. MediaTek pun mengembangkan chipset dengan value terbaik untuk kebutuhan produsen yang mengutamakan harga dan performa seimbang.
Langkah Xiaomi mengembangkan prosesor sendiri menandai babak baru inovasi di dunia Android. Meski masih tahap percobaan, strategi ini berpotensi memperkaya pilihan sekaligus meningkatkan kemandirian produsen lokal terhadap pemasok utama.
Persaingan prosesor di Tiongkok akan terus berlangsung dengan kehadiran pemain baru maupun upaya penyempurnaan dari para raksasa. Perkembangan selanjutnya sangat dinantikan, terutama dengan kemungkinan ekspansi chipset buatan Xiaomi ke lebih banyak model dan potensi pergeseran struktur pangsa pasar di masa depan.





