Gempa bumi adalah bencana yang datang tiba-tiba, melumpuhkan banyak sistem vital termasuk komunikasi. Banyak orang mengira smartphone adalah alat terbaik dalam situasi genting, namun saat infrastruktur runtuh dan listrik mati, radio AM/FM justru terbukti jauh lebih andal. Keberadaan radio bisa menjadi kunci mendapatkan informasi akurat dan resmi saat detik-detik krisis terjadi.
Ketergantungan pada smartphone memang tinggi di masa kini, tapi teknologi ini punya kelemahan mendasar saat terjadi gempa besar. Inilah alasan mengapa radio AM/FM tetap menjadi perangkat krusial di setiap tas siaga bencana. Simak penjelasan berikut mengenai keunggulannya berdasarkan data, fakta lapangan, serta pengalaman para penyintas bencana.
Jaringan Seluler Gampang Gangguan
Jaringan seluler membutuhkan tower BTS dan pasokan listrik yang stabil. Gempa bumi kerap meluluhlantakkan kedua infrastruktur vital tersebut, membuat jaringan ponsel langsung lumpuh. Bahkan ketika tower masih berdiri, suplai listrik yang terputus bisa membuat layanan komunikasi terganggu selama berhari-hari.
Sementara itu, pemancar radio AM/FM dirancang untuk cakupan luas dan lebih tahan dalam kondisi darurat. Informasi dari satu stasiun radio bisa menjangkau ratusan ribu penduduk di area yang luas, bahkan di daerah yang tower seluler sudah rusak parah.
Tidak Ada Masalah Jaringan Sibuk
Saat situasi krisis terjadi, masyarakat panik ingin menghubungi keluarga atau mencari kabar terkini. Lonjakan aktivitas ini kerap menyebabkan "network congestion" atau penumpukan jalur data, sehingga telepon dan akses internet menjadi lambat. Fenomena ini sering kita alami juga saat momen lebaran atau konser besar.
Radio analog tak mengenal istilah jaringan sibuk. Informasi tetap dapat diterima secara serentak tanpa penurunan kualitas siaran, seberapapun banyak orang yang mendengarkan berita pada saat yang sama.
Radio Tahan Lama Walau Tak Ada Listrik
Keunggulan utama radio AM/FM adalah konsumsi daya rendah. Satu radio portabel hanya memerlukan dua baterai AA agar bisa hidup berhari-hari. Saat listrik padam total, Anda tetap bisa memperoleh informasi dari stasiun resmi tanpa repot mencari colokan atau power bank yang cepat habis.
Kini banyak radio siaga bencana dibekali pengisian tenaga alternatif seperti panel surya atau engkol tangan. Ini membuktikan bahwa radio tetap terpercaya meski dalam kondisi terburuk sekalipun.
Filter Alami dari Penyebaran Hoaks
Bencana sering diiringi banjir hoaks di media sosial dan aplikasi pesan. Berita yang belum tervalidasi mudah menyebar dan menciptakan kepanikan. Radio nasional atau lokal punya mekanisme penyaringan informasi yang ketat. Setiap kabar dan instruksi yang disampaikan adalah hasil verifikasi dari sumber resmi, seperti pemerintah atau tim SAR, sehingga membantu menekan keresahan masyarakat.
Gelombang yang Mampu Menembus Hambatan
Sinyal radio AM/FM, khususnya AM, memiliki keunggulan dalam menembus tembok dan lokasi terisolasi. Karakter gelombang ini memudahkan informasi sampai kepada penduduk yang berada di dalam reruntuhan atau wilayah minim jangkauan teknologi digital.
Sementara sinyal data seluler rentan terhalang bangunan dan topografi, radio bisa tetap diandalkan sebagai saluran penyampaian instruksi evakuasi dan berita status darurat.
Panduan Praktis Memilih Radio Emergency
Berikut tips memilih radio siaga untuk menghadapi kondisi gempa:
- Pilih radio yang mendukung AM/FM dan mudah dibawa.
- Pastikan radio dapat dioperasikan dengan baterai biasa, panel surya, atau engkol manual.
- Pilih model yang tahan benturan dan tahan air untuk keamanan di lapangan.
- Cari radio dengan fitur lampu senter untuk fungsi ganda.
- Simpan cadangan baterai dan tes fungsi radio secara berkala.
Radio siaga sudah terbukti menjadi penyelamat dalam banyak bencana di Indonesia dan mancanegara. Kemampuannya melewati batasan teknologi digital modern sudah diakui oleh berbagai lembaga penanggulangan bencana. Bagi siapa saja yang tinggal di wilayah rawan gempa, memasukkan radio ke dalam daftar kebutuhan darurat sangat disarankan karena satu detik informasi bisa menyelamatkan banyak nyawa.
