
Kabar mengejutkan muncul dari rantai pasokan Apple yang berpotensi membuat harga iPhone generasi berikutnya makin tinggi. Laporan terbaru menyebutkan biaya produksi Chip A20 yang akan digunakan pada iPhone mendatang dipastikan naik 30 persen. Kondisi ini langsung menimbulkan kekhawatiran, apakah harga jual iPhone terbaru akan ikut terdongkrak tajam.
Morgan Stanley, analis keuangan kenamaan, mengungkapkan bahwa lonjakan harga terjadi akibat penggunaan teknologi chipset terbaru berbasis proses fabrikasi 2nm buatan TSMC. Apple disebut berhasil mengamankan stok chip melalui negosiasi strategis yang ketat, memperkecil risiko kelangkaan hingga awal 2026. Namun, negosiasi tersebut tidak bisa mengelak dari kenaikan harga bahan baku yang sangat signifikan.
Kenaikan Biaya Produksi Chip A20: Data, Fakta, dan Implikasi
Peningkatan biaya produksi Chip A20 didorong oleh adopsi teknologi 2nm yang memang jauh lebih canggih dibanding generasi sebelumnya. Berdasarkan catatan Morgan Stanley, TSMC selaku pemasok utama berhasil memberikan Apple “diskon” eksklusif berkat volume pembelian yang sangat besar. Mayoritas pelanggan TSMC harus membayar kenaikan harga wafer kelas atas pada kisaran mid-single digit, tapi Apple hanya menghadapi kenaikan di low-single digit.
Meski begitu, dalam konteks industri semikonduktor, kenaikan biaya 30 persen pada unit prosesor benar-benar terasa besar. Untuk perangkat sekelas iPhone yang margin keuntungannya selalu jadi fokus, situasi ini bisa berdampak langsung ke harga jual konsumen. Apalagi, rumor yang sempat beredar dari Economic Daily News Taiwan sempat menuding harga chip iPhone bisa meroket sampai 80 persen, bahkan mendekati $280 per unit karena penggunaan struktur transistor nanosheet generasi pertama. Beruntung, besarnya pemesanan Apple sukses menekan angka tersebut dan meredakan kepanikan di pasar.
Berikut ini gambaran kenaikan biaya produksi chipset Apple dari generasi ke generasi:
| Chipset | Proses Fabrikasi | Kenaikan Biaya Dibanding Sebelumnya |
|---|---|---|
| A19 | 3nm | ±10% |
| A20 | 2nm | ±30% |
Pasokan Memori: NAND Aman, DRAM Jadi Masalah
Kenaikan harga tidak hanya terjadi pada chip prosesor saja. Sektor memori juga menghadapi tantangan besar. Apple sukses mengamankan pasokan NAND dari KIOXIA hingga awal 2026, walaupun dengan harga sedikit naik. Namun, pasokan DRAM untuk iPhone berikutnya diprediksi akan mengalami lonjakan harga lebih dari 50 persen.
Menurut catatan Morgan Stanley, negosiasi harga DRAM jauh lebih berat dibanding NAND. Pemasok DRAM global menilai kenaikan harga diperlukan untuk menutup kesenjangan dengan harga pasar spot yang melonjak tajam saat ini. Sepanjang beberapa tahun terakhir, Apple memang dikenal mendapat harga kontrak bawah rata-rata berkat kekuatan volumenya. Kini, pemasok mencoba menyeimbangkan keadaan agar margin industri tetap sehat.
Dampak ke Konsumen: iPhone Generasi Baru, Harga Makin Tinggi?
Kombinasi kenaikan harga Chip A20 dan memori DRAM secara matematis membuka kemungkinan harga jual iPhone 18—atau apa pun namanya nanti—akan mengalami penyesuaian. Pihak Apple sendiri selama ini kerap menahan harga agar tidak melonjak drastis, namun tekanan dari sisi biaya material kunci cukup sulit diakali jika tren seperti ini terus berlanjut.
Perhatikan daftar faktor penentu harga iPhone berikut:
- Biaya produksi chipset dan memori (DRAM & NAND)
- Inovasi teknologi kamera dan komponen premium
- Inflasi harga komponen global
- Negosiasi kontrak dengan pemasok utama seperti TSMC, KIOXIA, dan Samsung
- Strategi volume produksi dan penjualan
Salah satu pengaruh jangka panjang, prediksi Morgan Stanley menyebut Apple akan memperluas diversifikasi pemasok komponen kamera LiDAR dengan menggandeng STMicro, selain Sony. Langkah ini dinilai akan mengamankan stabilitas pasokan dan mencegah lonjakan harga mendadak di masa mendatang.
Prediksi Fitur dan Inovasi pada iPhone Mendatang
Selain peningkatan pada dapur pacu, Morgan Stanley juga membocorkan rencana Apple untuk membenamkan lompatan teknologi pada lini iPhone generasi masa depan. Salah satu proyeksi terbesar adalah penggunaan kamera 200MP yang dipersiapkan untuk seri iPhone 21, dengan jadwal rilis sekitar tahun 2028. Artinya, Apple tidak hanya fokus pada performa tapi juga siap bersaing di sektor fotografi mobile kelas atas.
Situasi kenaikan harga chip A20 dan memori menjadi perhatian khusus, bukan hanya untuk konsumen fanatik Apple, tetapi juga kalangan industri teknologi secara keseluruhan. Bila tren harga komponen utama makin naik, produsen lain hampir pasti akan mengikuti langkah yang sama. Konsumen bakal dihadapkan pada dilema antara kebutuhan perangkat tercanggih dan harga yang terus menanjak.
Pantau terus perkembangan isu kenaikan harga Chip A20 ini karena jelas memberikan gambaran besar arah baru industri smartphone flagship kedepannya. Bagi pecinta teknologi, pembaruan spek dan inovasi tetap dinanti, namun persiapan dana ekstra patut jadi pertimbangan sebelum memutuskan upgrade ke iPhone generasi berikutnya.





