AMD Luncurkan Ryzen AI Max Plus Series, Hadirkan Gaming Portabel Lebih Terjangkau

AMD kembali membuat gebrakan di pasar prosesor dengan meluncurkan Ryzen AI Max Plus 392 dan Ryzen AI Max Plus 388. Kedua chip ini dirancang untuk menghadirkan performa tinggi pada perangkat gaming portabel namun dengan harga yang lebih terjangkau. Langkah ini menjadi strategi penting AMD untuk memperluas adopsi produknya, terutama di segmen gaming yang kini semakin diminati oleh berbagai kalangan pengguna.

Perangkat-perangkat gaming portabel yang selama ini menggunakan chip premium AMD umumnya dibanderol dengan harga tinggi, bahkan bisa mendekati USD 2.000 atau sekitar Rp 32 jutaan. Faktor kelangkaan RAM global juga turut meningkatkan harga perangkat. Oleh sebab itu, kehadiran dua varian anyar dari Ryzen AI Max Plus ini diharapkan dapat menjadi solusi untuk gamer dan produsen perangkat gaming yang menginginkan performa tanpa harus membayar mahal.

Fokus AMD pada Perangkat Gaming Portabel

Ryzen AI Max Plus 392 dan 388 merupakan hasil pengembangan dari chip yang awalnya dikenal dengan sandi Strix Halo. Teknologi ini semula dikembangkan untuk menangani beban kerja kecerdasan buatan (AI) berskala berat. Namun, kemampuan grafis terintegrasi yang sangat mumpuni justru memungkinkan chip ini dipakai pada perangkat gaming non-konvensional seperti konsol genggam, tablet bertenaga tinggi, hingga desktop kompak.

AMD memutuskan untuk menyesuaikan jumlah inti CPU pada chip baru ini agar lebih ramah di sisi harga. Ryzen AI Max Plus 392 hadir dengan 12 inti CPU, sedangkan Ryzen AI Max Plus 388 membawa 8 inti CPU. Meski jumlah inti CPU berkurang dari varian flagship yang mencapai 16 inti, namun kedua chip ini tetap mempertahankan 40 unit komputasi grafis dan menawarkan performa grafis hingga 60 teraflops.

Menurut Rahul Tikoo, pimpinan divisi prosesor klien AMD, pengurangan inti CPU adalah bentuk respons terhadap permintaan mitra produsen perangkat gaming. "Ada permintaan spesifik dari pelanggan untuk SKU gaming yang ingin kami bawa ke pasar," ungkap Tikoo dalam pernyataan resminya.

Potensi Harga Lebih Terjangkau

AMD belum mengonfirmasi harga resmi untuk kedua chip tersebut. Meski begitu, Tikoo menyampaikan bahwa sistem berbasis Ryzen AI Max umumnya dipatok antara USD 1.000 hingga USD 1.500. Bandingkan dengan perangkat laptop Ryzen AI standar yang bisa dibeli mulai dari USD 500. Dengan demikian, perangkat gaming portabel yang akan dirilis menggunakan chip Ryzen AI Max Plus 392 dan 388 diprediksi lebih ramah di kantong dibanding generasi sebelumnya.

Penting dicatat, harga ini masih akan bergantung pada berbagai faktor, termasuk desain perangkat dan komponen lain yang digunakan. Namun secara garis besar, AMD tampak berusaha menekan pengeluaran produsen untuk dapat menghadirkan perangkat portabel premium dengan harga yang lebih masuk akal.

Dukungan Produsen dan Varian Produk

Upaya AMD memperluas pasar chip mereka mendapat sambutan dari beberapa produsen perangkat gaming ternama. Sejumlah brand seperti GPD, Ayaneo, dan OneXPlayer dikonfirmasi telah menyiapkan perangkat gaming portabel andalan berbasis Strix Halo. Salah satu contoh yang dipresentasikan AMD adalah GPD Win 5, sebuah prototipe konsol genggam bertenaga tinggi.

Inisiatif ini diperkirakan akan memperkaya opsi bagi gamer yang mendambakan kombinasi performa, daya tahan baterai, dan mobilitas dalam satu perangkat. Berkat dukungan grafis terintegrasi kelas atas, pengalaman gaming di perangkat handheld atau desktop mini semakin mendekati kualitas pada PC gaming konvensional.

Spesifikasi Utama AMD Ryzen AI Max Plus Series

Berikut beberapa perbedaan utama spesifikasi antara dua chip anyar ini:

  1. Ryzen AI Max Plus 392: 12 inti CPU, 40 unit komputasi grafis, performa hingga 60 teraflops.
  2. Ryzen AI Max Plus 388: 8 inti CPU, 40 unit komputasi grafis, performa setara, fitur AI mumpuni.

Dengan spesifikasi tersebut, baik seri 392 maupun 388 mampu menjalankan game modern dan aplikasi berbasis kecerdasan buatan secara efisien di berbagai platform. Pengguna juga tetap mendapatkan grafis yang impresif tanpa perlu kartu grafis tambahan.

Arah Pengembangan Pasar dan Inovasi AMD

AMD menegaskan bahwa kehadiran Ryzen AI Max Plus 392 dan 388 bukanlah sekadar menambah portofolio produk semata. Langkah ini merupakan respons terhadap tuntutan pasar yang ingin mendapatkan perangkat bertenaga namun tetap memiliki harga wajar. AMD juga ingin menjadi pionir dalam pengembangan chip grafis terintegrasi yang bisa digunakan optimal untuk AI, gaming, hingga produktivitas.

Terobosan yang dihadirkan AMD dengan dua chip ini diharapkan mampu membuka jalan bagi kemunculan perangkat gaming portabel berkualitas tinggi namun lebih terjangkau. Kolaborasi AMD dengan produsen perangkat ternama juga menjadi sinyal positif bagi perkembangan ekosistem gaming portabel di masa depan, sekaligus memperluas pilihan bagi konsumen yang mencari performa dan inovasi tanpa kompromi pada harga.

Berita Terkait

Back to top button