Xiaomi kembali menjadi sorotan setelah muncul kabar bahwa pembaruan sistem operasi terbarunya, HyperOS 3, kemungkinan besar tidak akan dirilis untuk beberapa model ponsel populernya di pasar global. Informasi ini mencuat di tengah proses distribusi akhir HyperOS 3 yang diketahui merupakan sistem operasi berbasis Android 15 dan telah menjangkau sekitar 90 persen perangkat dalam daftar eligible Xiaomi.
Situasi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan pengguna, terutama pemilik perangkat yang saat ini belum mendapatkan kejelasan mengenai status pembaruan sistem. Spekulasi semakin kuat setelah pengembangan HyperOS 3 melambat untuk sejumlah perangkat, menyebabkan banyak pengguna bertanya-tanya mengenai nasib ponsel mereka ke depan.
Model-Model yang Berpotensi Tidak Dapat HyperOS 3
Data dari komunitas pengguna serta beberapa sumber internal menyebutkan beberapa nama ponsel yang masuk ke dalam kategori rawan tak lagi menerima pembaruan HyperOS 3. Model-model tersebut meliputi:
- Xiaomi 13 Lite
- POCO F5
- POCO F5 Pro
- Redmi Note 12T Pro
- Xiaomi 13T
Perangkat di atas diketahui sudah cukup lama tidak menerima pembaruan beta. Bahkan sebagian besar dilaporkan stagnan di tahap uji internal (alpha), tanpa kelanjutan ke versi beta atau stabil. Untuk pasar global, beberapa perangkat tersebut memakai nama berbeda dari versi Tiongkok. Contohnya, POCO F5 merupakan nama global dari Redmi Note 12 Turbo, sedangkan POCO F5 Pro adalah versi global dari Redmi K60. Hal ini menambah kebingungan bagi pengguna di luar China yang menanti pembaruan software besutan Xiaomi.
Pembaruan Melambat, Pengguna Cemas
Perlambatan distribusi pembaruan untuk beberapa model disebut-sebut menjadi indikasi bahwa Xiaomi sedang melakukan evaluasi ulang terhadap ketersediaan HyperOS 3 di perangkat-perangkat tersebut. Hingga kini, belum ada kejelasan resmi dari pihak Xiaomi terkait kelanjutan update untuk model-model di daftar tersebut. Namun, absennya update beta dalam waktu cukup lama memang sering menjadi tanda bahwa dukungan perangkat lunak akan dihentikan untuk perangkat tersebut.
Laporan dari komunitas pengguna Xiaomi memperkuat dugaan ini. Banyak pengguna melaporkan bahwa perangkat mereka tidak lagi menerima pembaruan apapun sejak beberapa bulan terakhir. Mereka khawatir jika pembaruan HyperOS 3 benar-benar batal, maka perangkat mereka tidak dapat menikmati fitur terbaru, peningkatan performa, serta patch keamanan penting.
Fitur-Fitur Unggulan HyperOS 3
HyperOS 3 membawa sejumlah peningkatan yang digadang-gadang menjadi pembeda dibanding sistem operasi MIUI sebelumnya. Salah satu fitur yang menonjol adalah “Super Island”, yaitu area interaktif yang menampilkan notifikasi dan aktivitas berjalan dengan cara yang lebih intuitif dan mudah diakses.
Selain itu, HyperOS 3 juga menghadirkan sentuhan artifisial intelligence (AI) yang lebih dalam. Xiaomi menanamkan optimalisasi AI agar perangkat mampu beradaptasi dengan pola pemakaian pengguna sehari-hari. Tampilan antarmuka juga dirancang semakin mirip dengan pengalaman visual iOS, memberikan kesan mulus dan responsif. Melalui fitur HyperConnect, integrasi perangkat Xiaomi seperti smartphone, tablet, wearable, hingga peralatan rumah pintar dijanjikan akan semakin seamless.
Belum Ada Pernyataan Resmi dari Xiaomi
Sampai artikel ini tayang, Xiaomi belum merilis pengumuman resmi terkait pembatalan rollout HyperOS 3 untuk model-model tertentu. Xiaomi masih menjalankan pengujian, namun lambatnya progres update membuat banyak pihak pesimis. Beberapa pakar menyarankan pengguna tetap memantau halaman pelacakan pengembangan HyperOS yang tersedia resmi. Halaman ini bisa diakses semua pengguna untuk mengetahui status alpha, beta, hingga stable version dari perangkat masing-masing.
Selain menggunakan tracker paket pembaruan, pengguna juga dapat memanfaatkan aplikasi pendukung di Play Store yang memungkinkan pembaruan aplikasi sistem secara manual. Cara ini berguna untuk mendapatkan fitur anyar lebih awal, meskipun tidak semua pembaruan sistem dapat diakses dengan metode tersebut.
Dampak bagi Pengguna dan Komunitas
Kejelasan pembaruan OS menjadi aspek esensial bagi pengguna dalam memastikan keamanan serta pengalaman pakai perangkat jangka panjang. Dengan belum adanya kepastian dari Xiaomi, pengguna model-model yang disebutkan harus menunggu dan siap dengan kemungkinan berbagai skenario, termasuk kemungkinan harus bertahan dengan sistem operasi versi sebelumnya.
Kondisi ini sekaligus menjadi pelajaran penting tentang pentingnya mempertimbangkan dukungan software saat memilih smartphone. Xiaomi berjanji akan terus menyempurnakan ekosistem serta menghadirkan inovasi terbaik pada sistem operasinya. Namun, kesiapan perusahaan dalam mendukung update perangkat lawas masih dinantikan dan dipantau dengan kritis oleh komunitas pengguna dan pemerhati teknologi di berbagai belahan dunia.





