Dominasi AMD di pasar handheld gaming PC mulai mendapat tantangan serius dari Intel. Dalam ajang CES, Intel memperkenalkan grafis terintegrasi Arc B390 sebagai solusi anyar untuk mendorong performa di perangkat gaming genggam yang praktis dan hemat daya.
iGPU Arc B390 mengandalkan arsitektur Xe3 Arc Battlemage yang diklaim sanggup melewati Radeon 890M milik AMD. Radeon 890M sendiri saat ini menjadi andalan berbagai handheld seperti Asus ROG Xbox Ally X, MSI Claw A8, sampai GPD Win 4. Langkah Intel ini menandai perubahan besar dalam peta persaingan gaming portable.
Klaim Performa Intel Mengungguli AMD
Intel membagikan hasil benchmark internal yang cukup mencuri perhatian. Pada pengujian 45 judul game beresolusi 1080p dengan fitur upscaling aktif, Core Ultra X9 388H dengan Arc B390 rata-rata unggul 73% dibandingkan Ryzen AI HX 370 dengan Radeon 890M. Uji coba tersebut dilakukan di sistem laptop dengan batas TDP 45 watt untuk Intel dan 53 watt pada AMD, bukan perangkat handheld.
Hasil ini tetap dipandang relevan, karena produk AMD dengan Radeon 890M adalah tulang punggung di banyak handheld gaming masa kini. Intel juga melaporkan gap performa makin melebar hingga 82% pada resolusi native 1080p. Beberapa game berat seperti Assassin’s Creed Shadows atau Black Myth: Wukong bisa berjalan pada kisaran 30-40 fps, sedangkan judul eSports sanggup tembus ratusan fps tanpa memanfaatkan frame generation.
Fitur Unggulan dan Teknologi AI
Selain performa mentah, Arc B390 membawa teknologi XeSS, yakni solusi upscaling berbasis AI. Intel mengklaim XeSS lebih canggih dari FSR3 yang dimiliki Radeon 890M. Versi terbaru, XeSS 3, bahkan akan menghadirkan multi-frame generation ke ranah mobile dan handheld.
Teknologi ini dikembangkan untuk mendongkrak frame rate secara agresif, sehingga pengalaman gaming di perangkat genggam tetap mulus meski menggunakan hardware terintegrasi. Namun, detil dampak pada latensi dan respon input saat frame generation aktif masih menjadi perhatian komunitas, karena belum ada data pasti dari pihak Intel.
Daya Saing di Segmen Handheld Gaming
Produsen handheld saat ini menyesuaikan desain mereka dengan efisiensi penggunaan energi. Arc B390 diuji internal di laptop dengan batas daya lebih tinggi, sedangkan handheld gaming biasanya beroperasi pada daya sekitar 15-30 watt. Artinya, komunitas masih menunggu hasil pengujian independen untuk melihat apakah performa Arc B390 benar-benar stabil dan unggul di kisaran daya rendah.
Intel sendiri mengumumkan telah menjalin kemitraan dengan nama-nama besar di ekosistem gaming seperti Microsoft, MSI, Acer, GPD, dan OneXPlayer. Kolaborasi ini menunjukkan Intel berupaya mengintegrasikan Arc B390 ke berbagai lini produk handheld, walaupun belum ada produk final yang diumumkan.
Perbandingan Spesifikasi dan Fitur
Tabel berikut merangkum perbandingan fitur utama Arc B390 dan Radeon 890M untuk perangkat gaming handheld:
| Fitur Utama | Intel Arc B390 | AMD Radeon 890M |
|---|---|---|
| Arsitektur GPU | Xe3 Arc Battlemage | RDNA 3 |
| Teknologi Upscaling | XeSS (XeSS 3, multi-frame gen) | FSR3 (Frame Generation) |
| Kemampuan AI | Advanced (AI Frames) | Standar |
| Mitra Ekosistem | Microsoft, Acer, MSI, dsb | Asus, MSI, GPD, dsb |
| Klaim Performa | Hingga 73% lebih cepat* | Dominasi handheld saat ini |
*Berdasar pengujian internal pada batas daya laptop.
Potensi Hadirnya Babak Baru
Hadirnya Arc B390 berpeluang mengakhiri dominasi tunggal AMD di kartu grafis handheld gaming. Jika di pengujian dunia nyata perangkat ini mampu menghadirkan performa kompetitif pada daya rendah, persaingan handheld gaming PC dipastikan semakin panas.
Konsumen kini mendapat alternatif baru yang menjanjikan peningkatan performa dan fitur berbasis AI. Dengan masuknya Intel ke ekosistem gaming portable, produsen dan penggemar handheld gaming patut menantikan pengumuman produk berbasis Arc B390 berikut pengujian independennya untuk menilai posisi Intel di pasar ini.
Baca selengkapnya di: inet.detik.com




