AnTuTu telah merilis daftar peringkat performa perangkat Android untuk Desember 2025. Dalam daftar ini, terlihat persaingan panas antara Qualcomm dan MediaTek dalam kedua kelas, flagship maupun menengah, dengan skor benchmark yang dikumpulkan dari perangkat yang beredar di Tiongkok.
Peringkat berdasarkan tes selama sebulan tersebut hanya mencantumkan perangkat yang memperoleh lebih dari seribu pengujian valid. AnTuTu juga mengingatkan bahwa skor hasil benchmark sangat dipengaruhi suhu, versi sistem operasi, dan aktivitas latar belakang saat pengujian berlangsung.
Dominasi Snapdragon 8 Elite Gen 5 di Kelas Flagship
Di ranah flagship, Red Magic 11 Pro+ berhasil memuncaki daftar dengan skor rata-rata 4.118.828 poin. Smartphone gaming ini mengandalkan Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan sistem pendingin ganda, yaitu pendingin udara aktif serta pendingin cairan. Fitur tersebut diklaim menjaga performa tetap tinggi meski digunakan bermain game berat dalam waktu panjang.
Posisi kedua ditempati iQOO 15, yang juga memakai chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5. iQOO memasang chip e-sports Q3 buatan sendiri sebagai akselerator gaming untuk menghadirkan super-resolution, frame interpolation, serta ray tracing sampai batas tertentu di beberapa gim yang telah mendukungnya.
Berikut daftar 3 besar smartphone flagship Android Desember 2025 versi AnTuTu:
- Red Magic 11 Pro+ (Snapdragon 8 Elite Gen 5): 4.118.828 poin
- iQOO 15 (Snapdragon 8 Elite Gen 5): skor sedikit di bawah Red Magic 11 Pro+
- OnePlus 15 (Snapdragon 8 Elite Gen 5): 4.073.184 poin
OnePlus 15 berada di posisi ketiga dengan poin 4.073.184. Fokus OnePlus berada pada kombinasi performa tinggi, kualitas kamera, efisiensi daya, serta layar 165Hz yang didukung software Fengchi Gaming Kernel agar refresh rate optimal saat bermain gim.
Kelas Menengah: MediaTek Pegang Kendali
Di segmen kelas menengah, MediaTek menguasai daftar berkat chipset Dimensity terbarunya. Oppo Reno15 Pro dan Oppo Reno15 dengan Dimensity 8450 berhasil menjadi yang tercepat di kelasnya dengan skor di atas 2,13 juta poin.
Realme Neo7 SE yang ditenagai Dimensity 8400-Max menempati posisi ketiga. Ini memperjelas bahwa MediaTek secara konsisten mendominasi performa di kelas menengah, sementara pesaing lain cukup kesulitan menyaingi rasio harga dan kinerja yang mereka tawarkan.
Rangkuman perangkat kelas menengah teratas versi AnTuTu per Desember 2025:
- Oppo Reno15 Pro (Dimensity 8450): > 2.135.000 poin
- Oppo Reno15 (Dimensity 8450): > 2.130.000 poin
- Realme Neo7 SE (Dimensity 8400-Max): posisi ketiga
Kategori Tablet: Honor MagicPad 3 Pro Jadi Juara
Untuk perangkat tablet, Honor MagicPad 3 Pro 13.3 menjadi pemuncak klasemen. Skor benchmark tablet flagship ini mencapai 4.033.256 poin berkat sokongan Snapdragon 8 Elite Gen 5 yang juga jadi andalan di perangkat flagship.
Urutan berikutnya ada Oppo Pad 4 Pro serta OnePlus Pad 2 Pro. Kedua tablet ini menawarkan tenaga flagship yang sangat cocok untuk kegiatan produktivitas maupun hiburan di layar besar.
Data resmi dari AnTuTu ini menegaskan Snapdragon 8 Elite Gen 5 menjadi standar baru di kategori perangkat flagship dan tablet Android premium. Sementara itu, dominasi Dimensity 8450 di kelas menengah menandai kemenangan signifikan MediaTek dalam menghadirkan kinerja tinggi di segmen harga yang lebih terjangkau.
Persaingan Chipset pada Awal Tahun 2026
Tren performa Desember 2025 menunjukkan persaingan chipset semakin sengit. Qualcomm terus mengukuhkan diri di pasar flagship, sementara MediaTek unggul di kelas menengah berkat optimalisasi performa dan efisiensi daya.
Perangkat dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan Dimensity 8450 diprediksi akan tetap menjadi favorit di kelasnya pada awal 2026. Inovasi kedua pabrikan dalam menghadirkan pengalaman gaming, efisiensi daya, dan integrasi fitur software semakin menjadi faktor kunci dalam memenangkan hati konsumen.
Perlu diketahui, data AnTuTu ini hanya mewakili perangkat yang beredar di Tiongkok. Pengguna gadget di negara lain bisa mendapatkan hasil berbeda karena faktor suhu lingkungan, varian software, dan penggunaan harian.
Perkembangan persaingan performa ini dapat menjadi pertimbangan penting bagi konsumen sebelum memutuskan membeli perangkat Android di tahun mendatang. Pantau terus perkembangan dan inovasi terbaru dunia gadget, sebab awal 2026 dipastikan akan menjadi babak baru persaingan teknologi mobile.





