Sebagian besar pengguna iPhone belum memperbarui perangkat mereka ke iOS 26. Laporan terbaru StatCounter menunjukkan adopsi iOS 26 hanya berkisar 15 hingga 16 persen dari seluruh iPhone yang mendukung pembaruan tersebut secara global. Angka ini menjadi tingkat adopsi terendah yang pernah dialami Apple dalam beberapa tahun terakhir.
Sebagai perbandingan, pada periode yang sama untuk iOS 18, lebih dari 63 persen perangkat sudah menjalankan versi terbaru. Artinya, terjadi penurunan adopsi sebesar sekitar 75 persen untuk iOS 26, di mana mayoritas pemilik iPhone masih bertahan di versi lama.
Rendahnya Tingkat Adopsi iOS 26 dalam Angka
Fakta dari laporan StatCounter memperjelas bahwa ini bukan masalah distribusi pembaruan, melainkan keputusan sadar dari pengguna. Hanya 1,1 persen pengguna memilih menginstal iOS 26 versi awal. Persentase penggunaan iOS 26.1 dan iOS 26.2 berada di angka 10,6 persen dan 4,6 persen.
Data ini memperlihatkan tren unik. Meski sempat terjadi peningkatan instalasi pada pembaruan minor, grafik adopsi kembali turun signifikan pada rilisan berikutnya.
Alasan Pengguna Enggan Menginstal iOS 26
Ada beberapa faktor utama yang menjadi penyebab rendahnya minat mengadopsi iOS 26. Pengalaman pengguna yang cenderung negatif telah tersebar luas di ranah publik. Berikut sejumlah alasan yang paling banyak ditemukan:
-
Bugs & Ketidakstabilan
Banyak pengguna melaporkan masalah seperti bug pada layar kunci, jam digital yang saling tumpang tindih, hingga aplikasi yang sering menutup sendiri.
Pengujian di perangkat model terbaru, termasuk iPhone 17, menunjukkan pengalaman yang belum matang dan cukup mengganggu aktivitas sehari-hari. -
Desain Liquid Glass yang Kontroversial
Apple memperkenalkan desain Liquid Glass sebagai bahasa visual baru di iOS 26. Namun, inovasi ini justru menuai respons campuran dari komunitas.
Alih-alih membawa kemudahan aksesibilitas, banyak pengguna mengeluhkan posisi teks dan elemen desain yang tumpang tindih sehingga memicu “accessibility nightmare”. - Kurangnya Nilai Tambah Signifikan
Tak sedikit pemilik iPhone yang merasa pembaruan ini tidak membawa fitur revolusioner. Dengan stabilitas yang belum terjamin, keengganan untuk pindah ke iOS 26 terasa masuk akal.
Tabel Distribusi Versi iOS 26 pada Perangkat Eligible
| Versi iOS | Persentase Pengguna |
|---|---|
| iOS 26.0 | 1,1% |
| iOS 26.1 | 10,6% |
| iOS 26.2 | 4,6% |
Sumber: StatCounter, periode hingga Januari
Dampak bagi Pengguna dan Pengembang
Rendahnya tingkat adopsi mencerminkan krisis kepercayaan pada stabilitas sistem operasi terbaru. Hal ini berdampak pada pengembang aplikasi yang biasanya mengandalkan fitur atau API baru yang hanya tersedia di iOS 26. Dengan mayoritas pengguna masih bertahan di versi sebelumnya, prioritas pengembangan aplikasi cenderung stagnan.
Respons Komunitas dan Perspektif Masa Depan
Kalangan pengguna cenderung menunggu perbaikan sistem dan jaminan keamanan dari Apple sebelum mempertimbangkan upgrade. Pengalaman negatif pada fase awal perilisan menjadi pelajaran bagi perusahaan untuk lebih mengutamakan stabilitas dan aksesibilitas ke depannya.
Keputusan menunda instalasi iOS 26 bukan sekadar bentuk ketakutan terhadap bugs. Melainkan, bukti bahwa pengguna kini semakin selektif dan rasional terhadap update software di perangkat mereka. Jika Apple mampu menghadirkan pembaruan minor yang membawa perbaikan nyata, tren ini masih mungkin berbalik dalam beberapa bulan mendatang.
