Nvidia & Nokia Kolaborasi Bangun Pusat Data Cloud AI, Investasi Capai Rp16,7 Triliun

Kolaborasi Nvidia dan Nokia menjadi sorotan besar di industri teknologi. Dua perusahaan ini sepakat membangun pusat data khusus cloud dan kecerdasan buatan, dengan nilai investasi yang mencapai US$1 miliar atau sekitar Rp16,7 triliun.

Langkah strategis tersebut menandai pergeseran penting dalam perjalanan bisnis Nokia. Setelah lama dikenal sebagai produsen ponsel, kini Nokia menetapkan diri sebagai pemain utama infrastruktur jaringan dan AI bersama Nvidia.

Transformasi Bisnis Nokia

Nokia menunjukkan kemampuan adaptasi luar biasa dengan memasuki sektor pusat data dan AI. Presiden dan CEO Nokia, Justin Hotard, menyebut bahwa ketahanan serta fleksibilitas jadi DNA utama perusahaan. “Kemampuan untuk bergeser dan menyesuaikan diri sudah menjadi bagian dari DNA Nokia,” ujar Justin Hotard dalam keterangan resmi.

Keseriusan Nokia tecermin pada aksi korporasi terbaru, yakni mengakuisisi Infinera, perusahaan jaringan optik dari Amerika Serikat. Akuisisi ini bernilai US$2,3 miliar. Dengan pengambilalihan itu, Nokia kini punya pondasi kuat di jaringan pusat data dan transmisi berkecepatan tinggi, kunci utama pengembangan teknologi kecerdasan buatan masa depan.

Fokus Pengembangan Cloud dan AI

Pusat data yang akan dibangun bersama Nvidia dirancang untuk mendukung layanan cloud dan AI kelas dunia. Nokia mengandalkan jaringan optik mutakhir dan sistem pengelolaan data andal. Keunggulan itu memperkuat posisi Nokia sebagai penyedia infrastruktur utama di era digital dan AI.

Nvidia sendiri mengakuisisi 2,9 persen saham Nokia. Financial Times melaporkan akuisisi ini sebagai bagian dari sinergi kedua perusahaan. Manajemen Nvidia melihat kolaborasi dengan Nokia sebagai langkah mempercepat adopsi kecerdasan buatan di sektor telekomunikasi global.

Dalam keterangan resmi, Nvidia menegaskan kemitraan ini dapat membantu operator telekomunikasi meningkatkan efisiensi operasional. Selain itu, peluang untuk memperluas penggunaan jaringan berbasis AI semakin terbuka lebar.

Dampak Langsung ke Pasar Keuangan

Langkah Nokia dan Nvidia langsung mempengaruhi pasar keuangan global. Saham Nokia tercatat menguat setelah pengumuman kemitraan ini. Lembaga pemeringkat internasional Moody’s juga mengubah prospek bisnis Nokia menjadi positif. Penguatan ini didorong oleh melebarnya lini bisnis jaringan dan pusat data, sebuah respons positif dari pelaku pasar.

Namun sejumlah analis teknolgi global tetap menilai sektor infrastruktur AI penuh tantangan. Volatilitas dan persaingan dari perusahaan internasional lain masih tinggi. Konsistensi dan eksekusi strategi jangka panjang dinilai menjadi faktor kunci kebangkitan Nokia ke level bisnis teknologi papan atas.

Rincian Investasi dan Skema Kolaborasi

Berikut adalah data utama mengenai proyek pusat data cloud dan AI antara Nvidia dan Nokia:

  1. Nilai investasi: US$1 miliar (setara Rp16,7 triliun).
  2. Akuisisi saham dari Nvidia di Nokia: 2,9 persen.
  3. Akuisisi Infinera oleh Nokia untuk memperkuat jaringan optik: US$2,3 miliar.
  4. Fokus pembangunan pada infrastruktur cloud, jaringan berkinerja tinggi, dan sistem berbasis kecerdasan buatan.

Proyeksi Masa Depan Sektor AI dan Cloud

Bergabungnya Nvidia, pemimpin chip AI, dan Nokia, spesialis jaringan global, menjadi sinyal kuat ekspansi adopsi kecerdasan buatan. Dengan peran operator telekomunikasi yang makin krusial di era konektivitas tinggi, kebutuhan pusat data AI yang andal pun melonjak tajam. Sektor ini ditengarai akan memiliki pertumbuhan berlipat ganda dalam waktu dekat.

Ekspansi Nokia, didukung investasi Nvidia, juga berpotensi membawa perubahan besar di peta teknologi Eropa. Tantangan terbesar terletak pada kecepatan inovasi, perlombaan fitur AI, dan strategi akuisisi jangka panjang agar tetap kompetitif dengan raksasa teknologi lain di Amerika dan Asia.

Bagi para pelaku industri dan konsumen Indonesia, peluang kerja sama teknologi seperti ini membuka akses ke layanan digital yang lebih canggih, mulai dari jaringan internet, cloud storage, hingga solusi kecerdasan buatan. Kolaborasi strategis ini menjadi momentum penting, yang patut diamati karena akan membentuk ekosistem digital dan AI di tingkat global dalam beberapa tahun mendatang.

Berita Terkait

Back to top button