Pasar wearable di Indonesia tahun 2026 diprediksi semakin ramai dengan kehadiran dua nama besar, Xiaomi Smart Band 10 dan Fitbit Charge 6. Keduanya menawarkan fitur pelacakan kesehatan yang semakin canggih, sehingga konsumen harus cermat membandingkan sebelum memutuskan mana yang paling sesuai dengan kebutuhan.
Peningkatan fitur kesehatan telah menjadi faktor utama yang menentukan nilai sebuah smart band atau fitness tracker saat ini. Banyak konsumen saat ini mencari perangkat yang tidak hanya akurat, tetapi juga mudah digunakan serta terintegrasi dengan ekosistem perangkat yang sudah dimiliki.
Desain dan Kenyamanan Pakai
Xiaomi Smart Band 10 membawa desain modern dengan layar AMOLED 1,72 inci, jauh lebih besar dari Fitbit Charge 6 yang hanya menggunakan layar 1,04 inci. Kecerahan layar Xiaomi juga menyentuh angka 1.500 nits, memastikan tampilan tetap jelas di bawah sinar matahari. Tidak hanya itu, Xiaomi menawarkan edisi keramik sebagai opsi premium, menjadikan perangkat ini juga dapat berperan sebagai aksesori fesyen.
Sementara Fitbit Charge 6 tetap pada desain klasik yang dikenal tahan lama. Meski layarnya lebih kecil, desainnya dibuat agar nyaman digunakan dalam waktu lama dan mudah membaca informasi inti tanpa gangguan visual. Ini cocok untuk pengguna yang lebih mengutamakan fungsi dibanding penampilan.
Akurasi Sensor dan Pemantauan Kesehatan
Fitbit Charge 6 didukung algoritma hasil kolaborasi Fitbit dan Google. Ini membawa keunggulan dalam fitur pemantauan kesehatan jangka panjang seperti EKG (fitur terbatas di beberapa negara), pengukuran detak jantung yang stabil, hingga pelacakan kualitas tidur. Algoritma klinis Google memberi akurasi lebih baik dibanding mayoritas kompetitor.
Namun, Xiaomi Smart Band 10 juga melangkah signifikan dengan sensor optik multi-channel. Sensor ini terbukti menjaga data tetap akurat meski sedang olahraga intens, mengurangi noise akibat gerakan. Fitur unggulan lain adalah Vitality Score yang secara otomatis merangkum data kesehatan harian menjadi satu skor sederhana, sehingga pengguna tidak perlu menafsirkan data yang rumit.
Perbandingan Fitur Health Tracking
Jika ingin membandingkan fitur utama dari dua perangkat ini, berikut tabel perbandingannya:
| Fitur Pelacakan Kesehatan | Xiaomi Smart Band 10 | Fitbit Charge 6 |
|---|---|---|
| Pengukur Detak Jantung | Ada | Ada |
| Pelacak Tidur | Ada | Ada |
| EKG/ECG | Tidak Ada | Ada (Negara Tertentu) |
| SpO2 (Oksigen Darah) | Ada | Ada |
| Skor Kebugaran Harian/Vital | Ada (Vitality Score) | Ada (Readiness Score) |
| Sinkronisasi ke HP & Tablet | Ya (HyperOS) | Ya (Google Health) |
| Akses Data via Berlangganan | Tidak | Ya (Fitbit Premium) |
Ekosistem dan Model Layanan
Xiaomi menerapkan sistem sekali beli. Seluruh fitur kesehatan dapat diakses tanpa biaya tambahan setelah pembelian. Data pengguna dapat diselaraskan ke seluruh perangkat Xiaomi melalui HyperOS, sehingga semakin memudahkan mereka yang sudah memakai perangkat Xiaomi lainnya.
Di sisi lain, Fitbit menggunakan model berlangganan. Sejumlah fitur lanjutan termasuk analisis tren kesehatan, readiness score, dan insight yang lebih mendalam hanya terbuka lewat langganan Fitbit Premium. Langkah ini membuat Fitbit cocok untuk pengguna yang benar-benar serius mengawal kesehatan secara detail.
Perbandingan Harga di Pasar Indonesia
Xiaomi Smart Band 10 memiliki kisaran harga Rp600.000–Rp800.000 menurut sejumlah toko resmi dan distributor. Fitbit Charge 6 justru berada di rentang Rp2,5 juta hingga Rp3 juta untuk pasar Indonesia. Perbedaan cukup jauh ini mengindikasikan segmentasi pasar kedua merek, Xiaomi menargetkan pengguna yang ingin semua fitur pokok tanpa merogoh kantong dalam, sedangkan Fitbit menyasar pengguna yang rela berinvestasi lebih demi integrasi klinis dan perangkat Google.
Pertimbangan Mana Layak Dibeli
Pemilihan antara Xiaomi Smart Band 10 atau Fitbit Charge 6 perlu mempertimbangkan kebutuhan spesifik pengguna. Jika sekadar memantau kesehatan dasar dengan harga ekonomis serta tanpa biaya berulang, Xiaomi menjadi pilihan utama. Namun bila ingin fitur kesehatan tingkat klinis, pelacakan lebih presisi dan integrasi Google, Fitbit masih jadi acuan utama meski harganya lebih tinggi.
Era baru perangkat wearable menunjukkan preferensi konsumen yang semakin cerdas—memilih antara nilai dan presisi. Dengan inovasi yang terus berkembang, keputusan akhir kembali pada preferensi konsumen, apakah mendahulukan harga ekonomis dan ekosistem terbuka, atau mengutamakan fitur canggih dengan biaya tambahan yang menyertainya.
