Teknologi ponsel lipat kini memasuki era baru dengan kehadiran semakin banyak perangkat inovatif. Flip phone tetap digemari karena desainnya yang ringkas dan daya tarik nostalgia. Namun, tren foldable berukuran besar atau book-style foldables mulai menunjukkan potensi lebih, menarik minat banyak pengguna yang selama ini setia dengan flip phone tradisional.
Dua model terbaru yang mencuri perhatian adalah Motorola Razr Fold dan Samsung Galaxy Z TriFold. Kedua perangkat tersebut menawarkan keunikan yang dapat mengubah persepsi pengguna flip phone untuk mencoba perangkat lipat berukuran besar, tetapi dengan daya tarik yang sangat berbeda.
Keunggulan Razr Fold: Harga dan Fitur Unik
Motorola dikenal sebagai produsen yang konsisten menghadirkan ponsel dengan nilai tambah tinggi di kisaran harga menengah maupun atas. Seri Moto G misalnya, sukses karena menawarkan fitur mumpuni dengan harga kompetitif. Konsep serupa diterapkan ke lini flagship seperti Motorola Edge Plus yang mampu bersaing dengan perangkat premium dengan banderol lebih terjangkau.
Penerapan strategi harga menjadi senjata utama Motorola dalam persaingan ponsel lipat. Menurut rumor terbaru, Razr Fold kemungkinan dibanderol sekitar $1.500, jauh di bawah harga rata-rata book-style foldables yang bisa mencapai $1.800 di pasar Amerika Serikat. Bandingkan dengan Galaxy Z Fold 7 yang harganya sudah menyentuh angka $2.000 dan bisa naik lagi pada versi terbaru.
Gaya pemasaran harga agresif ini menjadi daya tarik utama bagi pengguna flip phone yang selama ini menghindari foldable besar karena faktor harga. Selain itu, Motorola dikenal menghadirkan pengalaman layar depan terbaik di kelas flip phone. Model terbaru Razr bahkan menawarkan stylus mirip S Pen, fitur yang absen di produk foldable Samsung terbaru. Kombinasi harga lebih miring dan inovasi fitur membuat Razr Fold berpotensi menggeser dominasi merk besar lainnya.
Daya Tarik Galaxy Z TriFold: Pengalaman Tablet Sungguhan
Book-style foldables lazim diartikan sebagai gabungan ponsel dan tablet, tetapi biasanya layar dalam maksimal hanya sekitar 8 inci dengan rasio mendekati persegi. Akibatnya, penggunaan perangkat ini sering terasa setengah-setengah: belum benar-benar serasa tablet, namun sudah lebih besar dari ponsel biasa.
Samsung menawarkan pendekatan berbeda lewat Galaxy Z TriFold. Perangkat ini bisa dibuka menjadi layar penuh berukuran 10 inci, mendekati standar tablet Android yang umumnya berukuran 10 sampai 11 inci. Samsung juga menghadirkan aspek rasio layar yang lebih nyaman digunakan untuk produktivitas, konsumsi konten, maupun multitasking.
Keunggulan lain terdapat pada integrasi mode DeX Standalone, yang memungkinkan pengalaman mirip desktop langsung dari layar TriFold tanpa butuh monitor eksternal. Pengguna dapat menjalankan hingga 20 aplikasi sekaligus dalam workspace berbeda, sehingga perangkat ini lebih dari sekadar smartphone atau tablet.
Namun, inovasi tersebut berbanding lurus dengan harga yang tinggi. Menurut harga resmi di Korea, Galaxy Z TriFold bakal dijual jauh di atas harga Galaxy Z Fold 7, yang sudah berada di kisaran $2.000. Belum jelas berapa harga pasti untuk pasar global, tetapi dapat dipastikan perangkat ini masuk kategori premium.
Persaingan Langsung Flip Phone dan Book-Style Foldable
Industri ponsel lipat saat ini tengah bergairah di seluruh dunia. IDC mencatat bahwa penjualan book-style foldables untuk pertama kalinya melampaui flip phone, menandai perubahan preferensi pasar. Kondisi ini memberi peluang bagi Motorola untuk menambah porsi pasar melalui Razr Fold, sekaligus mendorong Samsung untuk terus berinovasi lewat desain revolusioner seperti TriFold.
Dibandingkan flip phone, book-style foldables menawarkan tingkat produktivitas lebih tinggi serta pengalaman layar yang lebih imersif. Tetapi flip phone tetap punya keunggulan: ukuran ringkas, kemudahan penggunaan satu tangan, dan harga yang lebih kompetitif.
Tabel Perbandingan Singkat Razr Fold dan Galaxy Z TriFold
| Fitur Utama | Motorola Razr Fold | Samsung Galaxy Z TriFold |
|---|---|---|
| Harga Perkiraan | $1.500 | > $2.000 (perkiraan Korea) |
| Ukuran Layar Dalam | Belum terkonfirmasi | 10 inci |
| Fitur Stylus | Mendukung stylus | Tidak mendukung |
| Mode Desktop | Tidak disebutkan | DeX Standalone (mirip desktop) |
| Target Pengguna | Budget & value hunter | Power user, multitasker |
Akhirnya, perkembangan ponsel lipat menghadirkan lebih banyak pilihan sesuai kebutuhan pengguna. Motorola dan Samsung mendorong batas inovasi sehingga konsumen dapat memilih antara kepraktisan flip phone atau pengalaman maksimal lewat foldable book-style yang semakin pintar dan canggih.
