Snapdragon X2 Plus Tertinggal dari Apple M4 di Tes Performa CPU dan GPU Terbaru

Persaingan antara Qualcomm dan Apple di dunia chip untuk laptop berbasis ARM kembali menjadi sorotan. Snapdragon X2 Plus, prosesor anyar Qualcomm yang diperkenalkan di CES, sempat digadang-gadang mampu menghadirkan inovasi baru untuk segmen notebook Windows dengan harga lebih ekonomis. Namun, hasil sejumlah pengujian benchmark terbaru menunjukkan Snapdragon X2 Plus masih tertinggal dari Apple M4, bahkan dalam pengujian inti CPU dan GPU yang krusial.

Beberapa penguji independen menyebut, secara spesifikasi Snapdragon X2 Plus membawa harapan berkat peningkatan kapasitas cache, bandwidth, dan kinerja komputasi on-chip measured dalam TOPS. Meski begitu, keunggulan teoretis tersebut belum mampu menggeser dominasi Apple Silicon M4 ketika performa keseluruhan menjadi tolok ukurnya.

Perbandingan Performa di Benchmark Populer

Pengujian komprehensif yang dilakukan PCMAG menggunakan beberapa tolok ukur utama seperti Geekbench 6, Cinebench 2024, dan 3DMark, menjadi dasar perbandingan kedua chip. Berikut data perbandingan performa Snapdragon X2 Plus dan Apple M4 berdasarkan uji benchmark:

  1. Geekbench 6
    • Single core: Snapdragon X2 Plus mencatat 3.311, Apple M4 unggul dengan 3.859 (lebih cepat 16,5 persen).
    • Multi core: Snapdragon X2 Plus meraih 14.940, Apple M4 masih di depan dengan 15.093 (selisih 1 persen lebih cepat).
  2. Cinebench 2024
    • Single core: Snapdragon X2 Plus di angka 133, sedangkan Apple M4 jauh di atasnya dengan 173 (sekitar 30 persen lebih tinggi).
    • Multi core: Snapdragon X2 Plus 1.011, Apple M4 sedikit di bawahnya pada 993 (sekitar 1,8 persen lebih rendah).
  3. 3DMark Steel Nomad Light
    • Snapdragon X2 Plus meraih 3.067, sedangkan Apple M4 mendapatkan 3.949 (sekitar 28 persen lebih tinggi).
    • Pada 3DMark Solar Bay, Snapdragon X2 Plus mendapat skor 12.525, Apple M4 lagi-lagi lebih tinggi di 15.580 (selisih 24 persen).

Secara garis besar, Apple M4 mampu mempertahankan keunggulan pada performa single core—baik CPU maupun GPU—yang sangat krusial untuk kinerja penggunaan aplikasi harian dan tugas berat.

Posisi Qualcomm di Pasar Chip ARM

Snapdragon X2 Plus memang memperlihatkan perbaikan signifikan dibanding pendahulunya, Snapdragon X Plus. Chip ini juga cukup kompetitif bila dibandingkan prosesor-prosesor besutan Intel atau AMD yang digunakan pada banyak laptop Windows. Kendati demikian, ketika harus menghadapi Apple Silicon M4 yang sudah memperkenalkan efisiensi arsitektur dan optimalisasi sistem operasi yang matang, Snapdragon X2 Plus masih harus berbenah.

Chip Apple M4, walau merupakan generasi sebelumnya dibanding Apple M5 yang sudah diantisipasi, hingga kini belum mendapatkan tekanan berarti dari pesaing ARM di ranah notebook. Hal ini memperlihatkan tantangan besar bagi Qualcomm untuk mengejar ketertinggalan dari sisi arsitektur desain, efisiensi perangkat lunak, serta ekosistem perangkat.

Catatan Benchmark dan Peluncuran Produk

Meski benchmark sintetis memberikan gambaran jelas terkait perbandingan performa, hasil ini belum sepenuhnya merepresentasikan pengalaman penggunaan nyata. Biasanya, kombinasi hardware dan software menentukan bagaimana kinerja sesungguhnya dalam berbagai skenario penggunaan harian mulai dari produktivitas, gaming, hingga penanganan aplikasi berbasis AI.

Pihak Qualcomm sendiri menjadwalkan perangkat pertama berbasis Snapdragon X2 Plus beredar di pasaran mulai kuartal dua. Pengalaman pengguna dan review lebih lengkap di dunia nyata baru dapat diketahui setelah perangkat tersebut meluncur dan digunakan oleh publik secara luas.

Hingga saat ini, dunia chip ARM untuk notebook semakin menarik untuk dipantau mengingat persaingan yang semakin intens. Keberhasilan Qualcomm menyaingi Apple Silicon di masa mendatang bakal sangat bergantung pada inovasi desain arsitektur serta kemampuan mengoptimalkan software agar mampu memberikan performa yang kompetitif dan efisien.

Exit mobile version