Pengguna iPhone di seluruh dunia rupanya lebih memilih bertahan pada sistem operasi lama dan enggan beralih ke iOS 26, walau update tersebut sudah digulirkan Apple sejak pertengahan September. Data dari StatCounter mengungkap persentase pengguna iPhone yang sudah melakukan upgrade ke iOS 26 hanya mencapai sekitar 15-16% dari total perangkat aktif global.
Angka adopsi itu sangat rendah jika dibandingkan dengan versi iOS terdahulu. Untuk iOS 26.0 tercatat hanya 1,1%, iOS 26.2 hanya 4,6%, dan adopsi tertinggi pada iOS 26.1 sebesar 10,6%. Pengguna iPhone tampak jauh lebih nyaman tetap menggunakan iOS 18, yang menurut data sama dipasang di lebih dari 60% perangkat, dengan dominasi pada iOS 18.7 dan iOS 18.6.
Perbandingan Tren Adopsi iOS
Statistik menunjukkan tren adopsi iOS 26 sangat berbeda dari pola di tahun-tahun sebelumnya. Setelah empat bulan perilisan iOS 18, sekitar 63% pengguna iPhone sudah memakai sistem operasi itu. Sementara untuk iOS 17, tingkat adopsinya mencapai 54% dalam durasi serupa, dan iOS 16 bahkan menembus di atas 60% empat bulan setelah peluncuran. Data-data tersebut dihimpun StatCounter melalui pantauan lalu lintas web dan deteksi versi OS dari perangkat pengguna di berbagai situs internasional.
Penyebab Lambatnya Adopsi iOS 26
Salah satu faktor utama minimnya minat upgrade ke iOS 26 diyakini karena hadirnya perubahan besar pada desain antarmuka. Apple memperkenalkan bahasa desain baru bernama Liquid Glass pada iOS 26. Efek visual ini membuat banyak elemen antarmuka tampak semi transparan, latar belakang jadi blur, serta menawarkan efek depth dinamis yang sangat terasa.
Ketika Apple mengumumkan desain Liquid Glass pada ajang WWDC, respon dari komunitas pengguna terbilang dingin. Banyak feedback dari pengguna di forum online yang menyatakan kurang nyaman atau belum siap dengan perubahan visual iOS 26 yang begitu drastis. Salah satu pengamat dari StatCounter menyebut “efek visual terlalu berbeda dari versi sebelumnya, sehingga pengguna cenderung menunda atau bahkan ragu melakukan update”.
Keamanan Masih Jadi Pertimbangan Utama
Bagi pengguna iPhone, faktor keamanan selalu jadi perhatian penting saat mempertimbangkan upgrade sistem operasi. Namun, Apple memang masih tetap menyediakan pembaruan keamanan untuk pengguna yang tetap bertahan di iOS 18. Hal ini memberi rasa aman bagi mereka yang tidak ingin buru-buru pindah ke iOS 26.
Berkat keberlanjutan update keamanan itu, pengguna iOS 18 tetap bisa menjalankan aplikasi dan layanan Apple tanpa rasa khawatir terhadap celah ancaman siber. Beberapa pengguna bahkan menilai, pembaruan desain antarmuka memang belum menjadi kebutuhan mendesak selama semua fungsi dasar dan aplikasi utama masih berjalan baik di perangkat mereka.
Alasan Pengguna iPhone Tidak Upgrade ke iOS 26
Berdasarkan data StatCounter dan pantauan di komunitas pengguna, berikut beberapa alasan utama yang membuat tingkat upgrade ke iOS 26 sangat rendah:
- Perubahan Desain Visual: Banyak yang tidak nyaman dengan tampilan baru Liquid Glass.
- Stabilitas Sistem Lama: iOS 18 dinilai sudah sangat stabil dan tidak bermasalah.
- Dukungan Keamanan Masih Ada: Apple tetap merilis update keamanan untuk iOS lawas.
- Takut Bug atau Problem: Update besar seringkali disertai bug yang tidak diinginkan.
- Ketidakcocokan Aplikasi Tertentu: Beberapa aplikasi populer butuh waktu untuk kompatibel penuh di versi iOS terbaru.
Tabel Perbandingan Adopsi iOS di 4 Bulan Pertama
| Versi iOS | Persentase Adopsi (4 bulan setelah rilis) |
|---|---|
| iOS 16 | 60%+ |
| iOS 17 | 54% |
| iOS 18 | 63% |
| iOS 26 | 15-16% |
Perlambatan adopsi iOS 26 menunjukkan bahwa faktor kenyamanan pengguna dan keberanian Apple melakukan perubahan desain antarmuka secara besar-besaran dapat berdampak signifikan bagi pilihan pengguna dalam melakukan update. Di sisi lain, kebijakan Apple yang tetap mengedepankan sisi keamanan melalui update untuk sistem operasi lama, menjadi alasan rasional bagi mayoritas pengguna iPhone untuk tidak tergesa-gesa menerima perubahan drastis pada perangkat mereka. Dengan demikian, masa depan adopsi iOS diprediksi bakal makin ditentukan oleh bagaimana Apple menyikapi respons komunitas terhadap desain dan fitur baru di setiap rilisan berikutnya.
Baca selengkapnya di: inet.detik.com




