Intel Celeron telah lama hadir sebagai prosesor kelas pemula untuk perangkat komputer dan laptop. Meskipun populer karena harga terjangkau, di tahun 2026 pengguna mulai mempertanyakan relevansi dan kelayakan Intel Celeron untuk kebutuhan komputasi masa kini. Banyak orang mencari tahu kemampuan sebenarnya dari Celeron, serta apakah masih layak dijadikan pilihan di tengah perkembangan teknologi yang sangat pesat.
Performa prosesor itu menjadi pertimbangan penting ketika memilih perangkat. Standar minimum untuk kinerja komputer dan laptop jelas terus naik dari waktu ke waktu. Lalu, bagaimana posisi Intel Celeron di tengah transformasi itu?
Keterbatasan Performa di Tahun 2026
Intel Celeron memang didesain untuk pengguna yang hanya membutuhkan aktivitas ringan. Spesifikasinya rata-rata hanya menyajikan dua inti (2 core) dan kecepatan maksimal di kisaran 2–3 GHz. Dilansir dari Techy CPU, output panasnya memang rendah, tapi kemampuan komputasinya pun terbatas.
Pengujian menunjukan, Celeron terasa cukup untuk mengetik, browsing, mengunduh dokumen, dan menonton video. Namun, ketika digunakan untuk desain, editing, apalagi gaming, perangkat sering kali macet dan tidak responsif. Standar baru aplikasi dan sistem operasi yang terus berkembang, membuat Celeron semakin sulit mengikuti kebutuhan pengguna modern.
Optimalisasi Lewat RAM dan SSD
Meski demikian, pengguna masih bisa “memaksa” kinerja Celeron agar lebih lancar. Caranya dengan memasangkan RAM minimal 8GB serta penyimpanan SSD, bukan HDD ataupun eMMC. Fakta dari Sandisk menyebut SSD mendukung kecepatan baca hingga 7300MB/s, sedangkan eMMC dan HDD hanya 90–150MB/s.
Penggunaan RAM besar juga dapat membantu performa multitasking. Tetapi, tetap ada keterbatasan dari sisi prosesor. Jika tidak disandingkan dengan perangkat keras pendukung yang lebih baik, Celeron tetap akan terasa lamban untuk kebutuhan multitasking berat.
Tidak Direkomendasikan untuk Gaming dan Komputasi Kompleks
Masuk ke aktivitas bermain game atau rendering, Intel Celeron sebenarnya sudah tidak layak lagi. Menurut laman Digital World839, keterbatasan arsitektur serta jumlah core, membuat prosesor ini tidak mampu menangani beban grafis maupun kalkulasi berat. Prosesor kelas pemula seperti Celeron hanya cocok untuk kebutuhan dasar yang mengandalkan aplikasi ringan.
Jika ada perangkat dengan Celeron yang dipasarkan untuk gaming atau editing, konsumen patut waspada dan sebaiknya menghindari produk tersebut demi pengalaman komputasi yang optimal.
Segmen Pasar: Laptop dan Komputer Murah
Di pasaran, Celeron masih digunakan produsen laptop dan komputer murah. Perangkat seperti Axioo Hype 10 dengan Intel Celeron N4020 dibanderol Rp2,8 juta–Rp3,4 jutaan. Ada pula Advan Soulmate dengan harga sekitar Rp2,3 jutaan yang membidik segmen pendidikan dan pelajar.
Harga murah memang menjadi daya tarik utama, namun konsumen sebaiknya menyesuaikan ekspektasi. Selama hanya untuk kebutuhan mengolah dokumen, browsing, atau meeting online, perangkat Celeron masih bisa diandalkan.
Alternatif Pilihan Selain Celeron
Seiring bertambahnya kebutuhan dan pilihan perangkat, ada alternatif lebih layak pada kisaran harga entry level. Pilihan itu antara lain:
- AMD Ryzen 5 3500U
- Intel Core i3 generasi ke-10
- Intel Core i3 generasi ke-11
Ketiganya menawarkan spesifikasi dengan minimal 4 core, 8 thread, clock speed hingga 4,5 GHz, dan teknologi arsitektur yang lebih baru. Pengalaman multitasking dan penggunaan aplikasi berat pun lebih lancar.
Perkembangan Tren Prosesor ke Depan
Intel Celeron mulai ditinggalkan dan diprediksi tidak lagi menjadi pilihan utama untuk perangkat baru. Banyak produsen mulai beralih ke prosesor tipe lain yang menawarkan efisiensi dan performa lebih baik. Intel sendiri tengah memperkenalkan jajaran prosesor Intel Processor N-series sebagai pengganti bagi kelas entry level.
Jika kamu mencari laptop atau PC hemat untuk kebutuhan standar, Celeron masih memiliki tempat. Namun, untuk pemakaian jangka panjang dan aktivitas yang lebih menantang, beralih ke prosesor generasi baru menjadi langkah lebih bijak. Konsumen sebaiknya selalu memperhatikan kebutuhan nyata, membaca review, serta memeriksa spesifikasi secara teliti sebelum memilih perangkat dengan prosesor Intel Celeron.





