Samsung Kantongi Rp 436 Triliun dari DRAM, Harga HP Galaxy Bisa Naik Tahun Ini

Industri teknologi sedang menghadapi krisis baru akibat lonjakan harga RAM yang merembet ke berbagai lini produk elektronik, khususnya smartphone Android. Harga ponsel flagship, termasuk seri Galaxy dari Samsung, diprediksi mengalami kenaikan seiring dengan mahalnya biaya produksi komponen utama, terutama memori berbasis DRAM. Pengumuman dari Samsung sendiri memperkuat kekhawatiran publik setelah raksasa teknologi Korea Selatan ini mencatatkan pendapatan fantastis sebesar 25,9 miliar dolar AS — setara dengan sekitar Rp 436 triliun — hanya dari bisnis DRAM dalam satu kuartal.

Laporan dari Counterpoint dan berbagai sumber industri menunjukkan angka penjualan DRAM Samsung mengalami peningkatan 34 persen dari periode sebelumnya. Capaian tersebut sekaligus menyumbang sekitar 40 persen dari total pendapatan perusahaan pada periode yang sama. Pertumbuhan ini menempatkan Samsung sebagai pemimpin global di pasar memori, melewati pesaing utama seperti SK Hynix dan Micron. Lonjakan permintaan besar-besaran, terutama untuk kebutuhan kecerdasan buatan (AI), disebut menjadi pendorong utama membaiknya kinerja bisnis DRAM Samsung.

Permintaan AI Pengaruhi Pasar DRAM dan Harga Ponsel

Kecerdasan buatan menjadi faktor utama kelangkaan memori dan naiknya harga RAM, baik untuk server maupun perangkat konsumen. Permintaan masif memori, khususnya untuk kebutuhan data center cloud seperti Amazon dan Oracle, menyebabkan kapasitas produksi DRAM global terserap lebih banyak ke High Bandwidth Memory (HBM) yang dibutuhkan dalam pengembangan teknologi AI. Server AI modern kini membutuhkan RAM hingga beberapa terabyte, jauh melonjak dibanding generasi sebelumnya yang rata-rata mengandalkan 128GB sampai 256GB.

Data menunjukkan, tiga produsen besar — Samsung Electronics, SK Hynix, dan Micron Technology — menguasai hampir 75 persen pasar RAM dunia. Produsen mulai mengalihkan fokus dan kapasitas ke HBM karena margin keuntungannya bisa lima kali lebih tinggi dibanding memori konsumen seperti DDR dan LPDDR. Transisi ini menyebabkan pasokan RAM versi konsumen seperti LPDDR5 untuk ponsel makin terbatas.

Dampak Terhadap Harga Smartphone Android

Kenaikan harga RAM global berdampak nyata pada biaya produksi dan harga jual smartphone. Presiden Samsung, Wonjin Lee, mengungkapkan khawatir terhadap terbatasnya pasokan semikonduktor, terutama permintaan HBM yang terus meningkat untuk AI. Pernyataan dari Lee menegaskan, perusahaan mungkin terpaksa menyesuaikan harga produk demi mengimbangi kenaikan biaya. Sinyal itu memperkuat dugaan bahwa generasi flagship berikutnya, seperti Galaxy S26 series, berpotensi dijual dengan harga lebih tinggi dari pendahulunya.

Berdasarkan informasi yang beredar, harga LPDDR5 disebut naik hingga 16 persen. Xiaomi sudah memberi sinyal serupa, bahwa harga ponsel pada tahun mendatang bakal terkerek akibat biaya memori yang membengkak. Model ponsel kelas bawah dinilai paling rentan, karena margin keuntungannya tipis sementara biaya RAM jadi salah satu faktor produksi terbesar.

Strategi Produsen dalam Menghadapi Krisis Memori

Produsen ponsel kini dihadapkan pada beberapa pilihan sulit dalam merespons kenaikan harga RAM.

  1. Mengurangi kapasitas RAM pada setiap model, contohnya ponsel RAM 16 GB bakal lebih langka, sementara perangkat dengan 6 GB atau 4 GB bisa kembali populer di kategori entry level.
  2. Mengedepankan kapasitas penyimpanan internal yang besar, namun dengan RAM lebih kecil. Produsen juga bisa memanfaatkan teknologi kompresi memori atau fitur RAM virtual sehingga performa tidak terlalu banyak dikorbankan.
  3. Menurunkan spesifikasi lain seperti mengurangi jumlah kamera, menurunkan kualitas layar, atau menghilangkan fitur tambahan seperti wireless charging maupun sertifikasi tahan air, khusus pada ponsel murah.

Sementara itu, pabrik baru dari SK Hynix dan Micron diperkirakan belum bisa menambah suplai pasar secara signifikan dalam waktu dekat. Fasilitas M15X milik SK Hynix baru akan mulai beroperasi pada 2026 dan pabrik Micron di Idaho menyusul, sehingga krisis memori dan harga tinggi diprediksi akan berlangsung hingga paling tidak mendekati tahun 2028.

Perkembangan di Sektor Laptop dan PC

Gelombang dampak juga terasa di pasar laptop dan PC. Produsen seperti Asus bahkan dikabarkan berencana membuat RAM sendiri demi mengatasi masalah pasokan meski langkah tersebut sudah dibantah secara resmi. Keterbatasan pasokan, khususnya DDR4 dan DDR5, telah memaksa banyak perusahaan menyesuaikan harga jual produk di pasar.

Produsen RAM semakin memprioritaskan klien korporasi, misalnya perusahaan AI global atau proyek infrastruktur kecerdasan buatan, dibandingkan klien konsumen atau vendor perangkat. Situasi ini memperlemah daya tawar produsen elektronik non-memory dan menambah tekanan pada pasar.

Tabel Dampak Kenaikan Harga DRAM Bagi Konsumen dan Industri

Aspek Pengaruh
Harga RAM Naik hingga tiga kali lipat dalam setahun
Harga Smartphone Potensi naik 10-25 persen pada akhir 2025, naik lagi 10-15 persen pertengahan 2026
Kapasitas RAM Ponsel Versi 16 GB semakin langka, 6 GB/4 GB potensial marak di model murah
Spesifikasi Tambahan Spesifikasi kamera, layar, dan fitur ekstra bisa dikurangi di ponsel murah
Produksi Laptop/PC Harga laptop/PC naik, produsen mencari alternatif pasokan RAM

Kondisi ini menjadi perhatian besar karena pasokan memori yang kritis juga dapat menghambat inovasi di sektor ponsel dan perangkat digital. Konsumen disarankan mencermati perubahan harga dan spesifikasi sebelum membeli ponsel baru, terutama bagi yang mengincar perangkat dengan RAM besar dan fitur premium. Di tengah krisis memori global, industri harus terus beradaptasi agar tidak kehilangan momentum pertumbuhan di era kecerdasan buatan yang makin dominan.

Baca selengkapnya di: www.liputan6.com
Exit mobile version