Alasan Utama di Balik Penjualan Mobil Listrik yang Masih Rendah di Jepang

Penjualan mobil listrik di Jepang pada tahun 2025 mengalami pertumbuhan yang sangat tipis, hanya naik 1,6% menjadi sekitar 60.677 unit. Kondisi ini menunjukkan bahwa kendaraan listrik belum mendapat tempat signifikan di pasar otomotif Jepang meskipun banyak model baru diluncurkan oleh produsen lokal dan internasional.

Ada dua alasan utama yang menjadi penghambat utama penetrasi mobil listrik di Jepang. Faktor pertama adalah keterbatasan infrastruktur pengisian daya yang belum tersebar merata. Akses ke stasiun pengisian kendaraan listrik (SPKLU) masih sangat terbatas, terutama di kawasan permukiman padat dan luar kota besar, sehingga membuat konsumen merasa belum praktis untuk beralih ke kendaraan listrik.

Situasi ini menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengguna EV, karena dibandingkan dengan mobil bensin atau hybrid, mobil listrik masih kalah dari segi kemudahan pengisian bahan bakar. Infrastruktur yang sudah matang untuk mobil konvensional membuat konsumen merasa lebih aman dan efisien menggunakan kendaraan dengan mesin pembakaran internal atau hybrid.

Faktor kedua adalah kurang variatifnya pilihan model dan harga yang relatif mahal. Di Jepang, segmen kendaraan kecil atau kei car sangat populer, namun pilihan mobil listrik di segmen ini sangat terbatas dan malah mengalami penurunan penjualan sampai 19% pada 2025 menjadi 20.792 unit. Sebaliknya, EV non-kei car justru mengalami peningkatan 17,1%, namun secara total belum mampu mendorong pertumbuhan pasar EV secara signifikan.

Produsen besar Jepang seperti Toyota dan Honda telah menghadirkan model-model listrik baru dan melakukan penyegaran produk. Meski demikian, harga dan spesifikasi EV yang tersedia belum cukup kompetitif bagi sebagian besar konsumen. Pasar masih menunjukkan preferensi terhadap kendaraan yang menawarkan efisiensi dan harga terjangkau sesuai kebutuhan pasar domestik.

Salah satu fenomena menarik adalah meningkatnya penjualan EV dari produsen China, BYD. Penjualan BYD meningkat drastis 68,3% menjadi 3.742 unit pada 2025 menurut data Japan Automobile Importers Association. Meskipun pangsa pasar BYD masih kecil, popularitas merek ini terus tumbuh dan mulai mendapat perhatian di pasar Jepang, yang selama ini didominasi oleh merek lokal.

Tantangan infrastruktur dan penawaran produk menjadi kunci bagi Jepang untuk dapat mempercepat adopsi mobil listrik di masa depan. Pemerintah dan pelaku industri diharapkan dapat berkolaborasi untuk memperluas jaringan pengisian daya dan menyediakan pilihan kendaraan listrik yang lebih beragam dan terjangkau. Dengan demikian, tren kendaraan listrik di Jepang bisa lebih menggeliat dan memberikan kontribusi nyata pada target pengurangan emisi karbon.

Baca selengkapnya di: www.beritasatu.com
Exit mobile version