7 Konsol Game yang Batal Rilis dan Jarang Diketahui, Ini Daftar Lengkapnya

Sebagian besar penggemar game pasti mengenal Nintendo Switch, PlayStation 2, atau Xbox 360 sebagai konsol dengan kisah sukses besar di industri game global. Namun, tidak banyak yang tahu bahwa di balik kesuksesan beberapa konsol ternama, ada sejumlah konsol game dengan inovasi menarik yang justru batal rilis ke masyarakat.

Deretan konsol ini biasanya dibatalkan karena berbagai faktor seperti teknologi yang belum siap, kendala pendanaan, hingga kalah bersaing dengan kompetitor. Tidak sedikit yang bahkan sudah sampai tahap prototipe sebelum akhirnya diputuskan untuk dihentikan. Simak daftar berikut yang membahas tujuh konsol game unik yang batal meluncur ke pasaran dan faktanya jarang diketahui banyak orang.

1. Infinium Labs Phantom

Phantom pernah digadang-gadang sebagai “konsol masa depan” oleh Infinium Labs. Konsol ini dirancang agar bisa mengunduh dan streaming game PC tanpa gunakan disc maupun cartridge. Sistemnya memungkinkan pengguna mengakses ribuan katalog game dengan model pembelian satuan atau langganan, plus dukungan gamepad wireless. Namun, konsol ini gagal terwujud akibat persoalan pendanaan dan hukum yang berkepanjangan. Jadwal rilis yang terlalu muluk, perombakan tim manajemen, serta ketidakpastian bisnis membuat proyek ini akhirnya ditinggalkan.

2. Atari Game Brain

Pada akhir dekade 70-an, Atari hampir meluncurkan Game Brain, sebuah konsol murah yang dirancang dengan memanfaatkan sisa-sisa hardware konsol lama yang tidak terjual. Konsol tersebut akan menampung 10 game sederhana dari ROM cartridge dengan target pasar pencari hiburan yang lebih terjangkau. Uniknya, Game Brain dimaksudkan sebagai solusi hemat, bukan inovasi teknologi murni. Atari akhirnya membatalkan konsol ini secara diam-diam demi fokus ke Atari 2600 yang lebih menjanjikan dari segi penjualan dan teknologi.

3. Sega Pluto

Sega Pluto adalah varian upgrade dari Sega Saturn yang dikembangkan diam-diam oleh Sega. Fitur utamanya adalah integrasi modem NetLink langsung ke unit mesin, yang kala itu menjadi aksesori online terpisah untuk Sega Saturn. Proyek Pluto tidak pernah diumumkan secara resmi ke publik. Baru setelah salah satu prototipe bocor ke media, diketahui bahwa Pluto sempat hampir selesai. Kini hanya dua unit prototipe yang pernah teridentifikasi dan sempat dilelang sebagai barang koleksi langka.

4. Sega Neptune

Neptune seharusnya menjadi jawaban Sega bagi konsumen yang menginginkan pengalaman Sega Genesis dengan add-on 32X tanpa perlu membeli dua perangkat terpisah. Konsol ini dirancang lebih ringkas dan murah berkat integrasi penuh Mega Drive dan 32X dalam satu mesin. Namun, saat teknologi hampir siap, Sega memutuskan membatalkannya karena khawatir bisa mengacaukan strategi pemasaran Saturn yang sudah mendekati peluncuran. Neptune pun berakhir sebagai prototipe yang tak pernah dirilis secara global.

5. Atari Jaguar 2

Jaguar 2 yang membawa kode nama “Midsummer” sebenarnya punya tujuan ambisius memperbaiki kegagalan Atari Jaguar. Chipset dan CPU yang lebih unggul, fitur multimedia lebih lengkap, serta peningkatan performa grafis dan audio menjadi nilai jual utamanya. Namun, setelah Jaguar tidak mampu bersaing di pasaran, Atari menilai pengembangan Jaguar 2 sudah tidak layak secara bisnis. Kebutuhan pendinginan dan pasokan daya rumit juga disebut-sebut menjadi faktor tambahan. Perusahaan akhirnya menghentikan proyek ini sebelum sempat merilis prototipe ke pasar.

6. Widescreen Gizmondo

Gizmondo memang dikenal sebagai salah satu kegagalan paling besar dalam sejarah perangkat genggam game. Tidak hanya gagal secara penjualan, Tiger Telematics sebagai perusahaan pengembang turut tersandung skandal keuangan. Meski begitu, sempat ada rencana merilis Widescreen Gizmondo dengan layar lebih besar, prosesor lebih cepat, serta dukungan Wi‑Fi. Namun, tekanan finansial dan utang menumpuk mencegah rencana tersebut terwujud. Proyek pengembangan akhirnya dibatalkan saat perusahaan bangkrut.

7. Panasonic M2

Panasonic M2 sering disebut sebagai konsol paling canggih yang batal rilis di era persaingan game konsol tahun 90-an. Konsol ini didesain sebagai penerus 3DO dengan chipset mutakhir yang bisa menghadirkan visual 3D lebih realistis. Fitur tekstur dan pencahayaan yang diusung M2 saat itu bahkan dinilai melampaui banyak konsol yang telah beredar di pasar. Namun biaya pengembangan yang membengkak dan persaingan ketat dari PlayStation serta Nintendo membuat proyek ini batal dilanjutkan.

Memahami sejarah singkat konsol-konsol ini memperlihatkan fakta bahwa inovasi besar tidak selalu menjamin sebuah perangkat lolos ke pasaran. Faktor teknis, bisnis, hingga strategi kompetitor sangat menentukan nasib sebuah platform game, meski banyak di antaranya telah melangkah jauh hingga tahap prototipe. Bagi para penggemar dan kolektor, keberadaan konsol yang batal rilis ini tetap menjadi bagian menarik dalam perjalanan industri game dunia.

Berita Terkait

Back to top button