Teknologi yang semakin canggih menghadirkan berbagai lompatan baru dalam kehidupan. Namun, pertanyaan mendasar kini muncul: masihkah teknologi terasa ‘manusia’ di tengah gempuran kecerdasan buatan yang merambah hampir semua perangkat?
Di ajang CES, Samsung mengangkat diskusi bertajuk The Human Side of Tech: Designing a Future Worth Living. Diskusi ini mengajak desainer serta pelaku industri untuk menyoroti bagaimana desain perangkat digital dapat membangun keterhubungan yang bermakna antara teknologi dan pengguna sehari-hari.
Desain Teknologi: Lebih dari Sekadar Bentuk
Dalam sesi tersebut, beberapa nama besar hadir. Samsung menggandeng Chief Design Officer-nya Mauro Porcini, desainer terkenal internasional Karim Rashid, serta Fabio Novembre. Mereka menegaskan bahwa desain perangkat tidak cukup hanya berfokus pada bentuk, material, atau efisiensi teknis.
Desain terbaik, menurut para panelis, justru yang membangun kedekatan emosional. Perangkat yang personal dan relevan bagi penggunanya dipercaya mampu memberikan pengalaman yang lebih baik dan tidak sekadar dipakai sebagai alat. Fabio Novembre bahkan menekankan, “Tujuan desain pada akhirnya adalah kebahagiaan.” Artinya, teknologi seharusnya membawa makna, bukan hanya sekadar menawarkan fungsi.
Kecerdasan Buatan yang Lebih Empatik
Kecerdasan buatan (AI) menjadi fokus besar selama ajang CES kali ini. Samsung memilih untuk tidak melihat AI hanya sebagai mesin ‘dingin, kaku, dan mekanis’. Lewat diskusi bersama para tokoh desain dunia, Samsung mendorong AI agar hadir sebagai alat pengembangan empati dan kreativitas.
Samsung memaparkan pendekatan desain bertajuk AI × (Emotional Intelligence + Human Imagination). Kolaborasi antara kecerdasan buatan, kecerdasan emosional, serta imajinasi manusia dinilai sangat esensial pada masa depan teknologi. Dengan pendekatan ini, Samsung menegaskan bahwa teknologi mutakhir bukan sekadar soal spesifikasi, tetapi juga perasaan yang mampu dihadirkan pada penggunanya.
Teknologi Personal di Tengah Disrupsi
Panel diskusi juga menyorot keseragaman desain produk teknologi saat ini. Debbie Millman, desainer dan pembawa acara Design Matters yang memandu sesi, mengungkapkan bahwa perangkat dari berbagai produsen kini sulit dibedakan. Ia menantang peserta agar berani mendesain di luar kebiasaan dan spesifikasi teknis.
Menurut Millman, teknologi yang baik harus mampu menjawab kebutuhan manusia secara menyeluruh. Bukan hanya soal fungsi, tapi bagaimana perangkat itu membaur dalam kehidupan dan memberi rasa aman, nyaman, dan kebahagiaan.
Prinsip Utama dalam Desain Teknologi yang Manusiawi
Berdasarkan hasil diskusi di CES, berikut prinsip penting yang disepakati untuk desain teknologi masa depan:
- Prioritaskan relevansi dengan kehidupan sehari-hari pengguna.
- Kembangkan perangkat yang membangun hubungan emosional, bukan sekadar alat.
- Pastikan AI dapat menjadi mitra, bukan hanya fitur otomatis.
- Ciptakan pengalaman personalisasi, bukan produk seragam.
- Jadikan kebahagiaan pengguna sebagai tujuan utama setiap inovasi.
Mauro Porcini menambahkan bahwa visi desain masa depan harus memadukan inovasi teknis dan sentuhan kemanusiaan. Desain bukan sekadar soal mempercepat proses, tapi juga memperdalam kualitas hidup.
Contoh Implementasi: TV AI dan Perangkat Rumah Tangga
Samsung, melalui produknya, telah mulai menguji konsep ini. Salah satunya dengan memperkenalkan TV berbasis AI yang dapat mengenali pola aktivitas penghuni rumah. Perangkat seperti ini mampu menyesuaikan konten, tata suara, hingga pencahayaan ruangan secara otomatis. Tujuannya satu: memberikan kenyamanan dan pengalaman yang makin personal.
Kejelasan visi ini menjadi angin segar di tengah persaingan teknologi yang makin ketat. Bukan hanya berlomba soal kecanggihan prosesor, resolusi layar, atau kapasitas baterai, tapi lebih kepada bagaimana perangkat digital benar-benar menjadi teman dalam kehidupan manusia.
Inovasi yang didorong oleh empati dan imajinasi dinilai paling mampu memenangkan hati pasar. Tidak heran jika diskusi “The Human Side of Tech” mendapat antusiasme tinggi di CES. Melalui pendekatan seperti ini, Samsung dan para pelaku industri berharap dapat membangun masa depan teknologi yang tetap berpihak dan relevan untuk manusia.
Baca selengkapnya di: inet.detik.com