ASUS ROG Kithara Resmi Debut: Headset Gaming Planar Magnetik Hifiman di CES 2026

ASUS resmi memperkenalkan ROG Kithara pada ajang prestisius CES 2026. Produk terbaru ini langsung menarik perhatian dunia gaming karena menghadirkan teknologi planar magnetik rancangan Hifiman, salah satu nama besar di industri headphone audiophile.

Inovasi utama pada ROG Kithara terletak pada penggunaan driver planar magnetik 100 mm. Selama ini, teknologi planar magnetik dikenal sangat jernih dalam reproduksi suara, namun sering kali mendapat kritik pada kekuatan dentuman bass yang dihasilkan. ASUS merespons tantangan ini dengan klaim bahwa mereka sudah melakukan penyesuaian besar pada driver, sehingga mampu menghasilkan bass lebih bertenaga dibanding kompetitor.

Terobosan Teknologi Driver Planar Magnetik

Driver planar magnetik menjadi pilihan utama para audiophile karena presisi dan kejernihan yang dihasilkannya. Headphone kelas atas seperti Audeze Maxwell juga mengusung teknologi serupa untuk memenuhi standar suara profesional. Keunggulan planar magnetik terletak pada detail suara tinggi dan midd yang sangat bersih, namun kekurangannya sering ditemukan pada segmentasi bass yang kurang menghentak.

Pada ROG Kithara, ASUS berupaya menepis stigma tersebut. Saat uji coba langsung di CES 2026, perangkat menunjukkan bass menggelegar ketika digunakan pada game kompetitif seperti Counter-Strike 2. Pengunjung booth ASUS melaporkan betapa ledakan, langkah kaki, dan benturan terdengar lebih hidup dengan soundstage luas berkat desain open-backed.

Spesifikasi Audio dan Konektivitas Lengkap

ASUS memperlengkapi Kithara dengan rentang respons frekuensi sangat lebar, mulai dari 8 Hz hingga 55 kHz. Ini signifikan lebih luas dibandingkan headset gaming tradisional, sehingga detail mikro suara dalam game maupun musik dapat terdengar jelas. Sistem konektivitas yang diusung mencakup konektor balanced 4.4 mm, serta dual single-ended 3.5/6.3 mm, memudahkan integrasi dengan berbagai DAC, amplifier eksternal, PC bahkan konsol game terbaru.

Pengguna laptop serta perangkat mobile turut mendapat perhatian dengan adanya bundle adaptor USB-C ke dual 3.5 mm dalam paket penjualan. Namun, impedansi rendah di angka 16 Ohm membuat performa maksimal headset kemungkinan memerlukan sumber tenaga amplifier yang mumpuni. Poin ini menjadi perdebatan di kalangan gamer, sebab banyak yang lebih memilih solusi audio plug-and-play tanpa harus membeli perangkat tambahan.

Posisi dalam Peta Persaingan Headset Gaming Audiophile

Dengan estimasi harga kisaran $300–$350, ROG Kithara langsung berhadapan dengan Audeze Maxwell 2 yang terkenal berkat fitur konektivitas nirkabel dan ekosistem komplit. Perbandingan antara kedua model sangat relevan, khususnya pada aspek preferensi konektivitas — kabel VS wireless — serta kualitas suara intrinsik dari masing-masing headset.

Saat ini, Kithara lebih ditujukan pada segmen gamer sekaligus penikmat audio kelas atas yang mengutamakan akurasi suara dan soundstage imersif. ASUS menempatkan keunggulan produk ini pada pengalaman sonik yang berbeda berkat kolaborasi strategis bersama Hifiman. Pengalaman uji coba langsung memperlihatkan bahwa tuning driver menghasilkan performa bass yang belum pernah dicapai oleh planar magnetik gaming lain.

Fakta dan Keunggulan ROG Kithara

  1. Driver planar magnetik 100 mm produksi Hifiman.
  2. Rentang respons frekuensi 8 Hz–55 kHz.
  3. Konektor balanced 4.4 mm dan single-ended 3.5/6.3 mm, plus adaptor USB-C ke 2x 3.5 mm.
  4. Open-back design untuk soundstage lebih lapang.
  5. Memerlukan amplifier eksternal demi performa optimal.

Pengenalan ASUS ROG Kithara menjadi angin segar bagi perkembangan headset gaming hi-fi yang selama ini didominasi produk-produk konvensional. Konektivitas luas, tuning bass yang ditingkatkan, serta soundstage yang mendekati pengalaman studio audiophile memberi warna baru pada pilihan headset premium. Bagi pengguna yang mengincar kualitas suara tingkat atas, perangkat ini layak dipertimbangkan sebagai calon headset utama di tahun 2026.

Berita Terkait

Back to top button