Samsung meyakini bahwa peran televisi akan semakin berkembang seiring kemajuan teknologi kecerdasan buatan. Kehadiran AI di perangkat TV kini bukan hanya soal menambah fitur, namun benar-benar mengubah peran televisi dari sekadar layar pasif menjadi asisten cerdas di rumah.
Pernyataan ini disampaikan langsung oleh pimpinan Visual Display Business Samsung dalam forum internasional di Las Vegas. Mereka melihat TV di masa depan bakal memahami preferensi, kebiasaan, dan kebutuhan pemiliknya.
Evolusi TV dari Sekadar Layar ke Asisten Pribadi
Samsung menegaskan, teknologi AI memungkinkan TV untuk menganalisis perilaku pengguna secara otomatis. Dengan keterlibatan AI, pengguna tidak lagi terbebani dengan penyesuaian menu atau spesifikasi teknis yang rumit. Televisi akan lebih intuitif dan mudah dioperasikan, meski pengguna tidak memahami istilah atau pengaturan teknis.
Teknologi AI yang canggih juga memungkinkan rekomendasi konten yang lebih personal. TV dapat menyajikan program atau film sesuai kebiasaan menonton pengguna, sehingga proses memilih tontonan semakin efisien.
Inovasi Lini Produk: Micro RGB, Mini LED, dan OLED
Samsung terus berinovasi dengan menghadirkan rangkaian TV terbaru. Tiga lini produk yang diandalkan adalah:
- Micro RGB dijadikan produk flagship premium berkat kualitas tampilan superior.
- Mini LED menjadi solusi alternatif dengan harga lebih terjangkau tanpa kompromi pada kualitas visual.
- Teknologi OLED tetap dipertahankan untuk penikmat warna dan kontras maksimal.
Strategi komunikasi Samsung juga berfokus pada pengalaman pengguna, bukan hanya bersaing melalui spesifikasi teknis atau angka. Hal ini dilakukan agar teknologi dapat terasa lebih dekat dengan keseharian masyarakat.
TV dan Ekosistem Rumah Pintar
Integrasi AI di TV membuat perangkat ini bisa menjadi penghubung utama ekosistem rumah pintar. Televisi mampu mengontrol perangkat otomatisasi rumah seperti lampu, AC, hingga perangkat keamanan hanya dengan perintah suara.
Pimpinan Samsung menyebutkan, visi jangka panjang mereka adalah membawa AI sebagai mitra utama yang membantu manusia dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, AI bukan sekadar fitur tambahan, tetapi benar-benar menjadi rekan yang memahami dan mempermudah hidup.
Dampak pada Kebiasaan Konsumsi Hiburan
Kebiasaan menonton masyarakat mengalami pergeseran signifikan sejak hadirnya AI dalam televisi. Pengguna kini tidak lagi harus mengingat saluran favorit atau belajar menggunakan fitur-fitur baru. AI mempelajari, menyesuaikan, dan merekomendasikan secara otomatis sesuai pola penggunaan.
Fitur pengenalan suara dan wajah membuat TV mengenali anggota keluarga yang sedang menggunakan perangkat. Setiap individu bisa mendapatkan pengalaman menonton yang berbeda sesuai selera masing-masing.
Fokus pada Pengalaman, Bukan Angka
Samsung menilai, pertumbuhan dunia hiburan kini tidak lagi diukur hanya dengan spesifikasi layar, seperti resolusi atau refresh rate. Perusahaan lebih menekankan pentingnya pengalaman menonton yang nyaman, intuitif, dan personal.
Berkat AI, Samsung percaya bahwa televisi akan berkembang dari media hiburan menjadi pusat kendali gaya hidup digital di rumah. Era televisi sebagai layar konvensional perlahan bergeser ke arah perangkat cerdas yang memahami kebutuhan manusia sehari-hari dan menghadirkan solusi lebih praktis.
Inovasi TV dengan kecerdasan buatan ini dipastikan akan terus berkembang seiring kebutuhan masyarakat akan kenyamanan, personalisasi, serta peran lebih besar dari sebuah perangkat hiburan dalam ekosistem rumah pintar. Samsung optimis, langkah ini akan membawa pengalaman menonton ke level berikutnya tanpa harus membebani pengguna dengan hal-hal teknis yang kompleks.
Baca selengkapnya di: tekno.kompas.com