Pengguna Instagram harus waspada karena laporan kebocoran data baru mengancam hingga 17,5 juta akun. Informasi sensitif seperti nama pengguna, alamat fisik, nomor telepon, dan email diduga terekspos akibat insiden ini.
Perusahaan keamanan siber Malwarebytes mengungkapkan adanya email palsu permintaan pengaturan ulang kata sandi yang beredar luas. Email tersebut menyebabkan kebingungan karena muncul tanpa ada permintaan resmi dari pengguna.
Malwarebytes mengingatkan agar semua pemilik akun Instagram segera mengganti kata sandi mereka. Aktivasi autentikasi dua faktor juga dianjurkan untuk menambah lapisan keamanan akun dari upaya peretasan.
Sebagian pengguna melaporkan permintaan ulang password tanpa alasan jelas melalui forum Reddit. Tindakan ini umum dalam serangan phishing yang bertujuan mencuri data login pengguna.
Meta, perusahaan induk Instagram, sampai saat ini belum memberikan konfirmasi resmi terkait kebocoran data tersebut. Sumber dan cakupan kebocoran masih dalam penyelidikan oleh pihak berwenang.
Untuk meningkatkan keamanan, pengguna disarankan mengikuti langkah-langkah berikut:
1. Masuk ke profil Instagram masing-masing pengguna.
2. Akses menu pengaturan di bagian Accounts Center.
3. Pilih opsi Password and security.
4. Aktifkan fitur two-factor authentication (2FA).
5. Pilih metode autentikasi, seperti aplikasi Google Authenticator atau verifikasi SMS.
Langkah pencegahan ini dapat membantu mencegah akses ilegal ke akun Instagram. Pengguna harus lebih berhati-hati dengan email yang tidak biasa, terutama yang meminta reset password.
Mengganti password secara rutin dan menghindari penggunaan password yang sama di berbagai platform adalah cara efektif menjaga keamanan akun. Instagram sebagai platform harus terus meningkatkan sistem keamanannya agar risiko seperti ini bisa diminimalisir.
Pengguna juga dianjurkan memeriksa aktivitas login dan perangkat yang terhubung ke akun mereka secara berkala. Jika ditemukan aktivitas mencurigakan, segera lakukan pengamanan tambahan dan laporkan ke Instagram.
Tindakan yang cepat dan tepat dari pengguna sangat penting mengingat besarnya jumlah akun yang berpotensi terdampak insiden ini. Keamanan digital menjadi kunci utama dalam melindungi data pribadi di era internet saat ini.
Baca selengkapnya di: www.beritasatu.com