
Apple berhasil merebut posisi teratas pasar smartphone global pada tahun ini. Data dari Counterpoint Research mengungkapkan Apple kini memegang 20% pangsa pasar, unggul tipis dari para pesaingnya dan menunjukkan lonjakan pengapalan produk sebesar 10%.
Peningkatan permintaan iPhone terlihat sangat kuat terutama di pasar negara berkembang dan menengah. Analis Senior Counterpoint, Varun Mishra, menyebut kombinasi lini produk Apple yang semakin beragam serta strategi penjualan yang efektif menjadi pemicu utama kenaikan ini.
Faktor Pendorong Dominasi Apple
Momentum pertumbuhan Apple semakin solid setelah peluncuran iPhone 17 series yang menuai respons signifikan pada kuartal akhir. Sementara itu, iPhone 16 tetap mencatat performa tinggi di pasar Jepang, India, dan Asia Tenggara. Menurut Mishra, dua seri produk ini memicu siklus upgrade besar-besaran dan diminati pengguna yang sebelumnya menunda pembaruan perangkat selama pandemi.
Gelombang minat beli tidak lepas dari dorongan ganti perangkat pasca-COVID yang kini mencapai puncaknya. Jutaan pengguna akhirnya memutuskan memperbarui smartphone mereka kepada model iPhone terbaru.
Peta Persaingan Brand Smartphone Global
Selain Apple, Samsung juga menunjukkan pertumbuhan dengan raihan pangsa pasar 19% serta pengapalan naik 5% dibandingkan tahun sebelumnya. Brand asal Korea ini tetap kuat berkat penjualan Galaxy A series di kelas menengah dan performa flagship Galaxy S25 series serta Galaxy Z Fold7 di pasar premium.
Posisi tiga ditempati Xiaomi dengan pangsa pasar 13%. Meskipun menghadapi berbagai tekanan industri, Xiaomi tetap konsisten di Amerika Latin dan Asia Tenggara yang menyumbang permintaan tinggi.
Vivo membuntuti di posisi empat dengan 8% dan pertumbuhan pengapalan mencapai 3%. Sebaliknya, Oppo harus menerima kenyataan pengapalan turun 4% akibat lesunya permintaan dalam negeri China dan tekanan persaingan ketat di kawasan Asia Pasifik.
Daftar Pangsa Pasar Smartphone Global Teratas
Berdasarkan data Counterpoint Research, berikut lima besar penguasa pasar smartphone saat ini:
- Apple – 20%
- Samsung – 19%
- Xiaomi – 13%
- Vivo – 8%
- Oppo – di bawah 8% (mengalami penurunan pengapalan 4%)
Strategi Vendor dan Tantangan Tahun Depan
Para vendor smartphone dihadapkan pada tantangan baru untuk menghadapi krisis memori dan kenaikan harga komponen di pasar global. Counterpoint memperkirakan pertumbuhan pengapalan akan melambat, dipicu oleh tekanan pada rantai pasok yang menyebabkan beberapa vendor harus menaikkan harga produk.
Direktur Riset Counterpoint, Tarun Pathak, menyatakan prediksi pengapalan tahun depan direvisi turun 3% seiring kondisi ekonomi global dan krisis pasokan tersebut. Namun, Pathak menegaskan posisi Apple dan Samsung tetap relatif aman karena kekuatan di pasar premium dan keunggulan rantai suplai global, terutama dibandingkan para produsen asal China yang cenderung bertumpu pada segmen harga lebih rendah.
Tren dan Prediksi Masa Mendatang
Sinyal perlambatan mulai terasa dengan beberapa produsen menunda peluncuran produk baru dan melakukan penyesuaian harga. Produk-produk dengan desain tipis, seperti iPhone Air, bahkan mengalami penurunan penjualan sehingga memengaruhi strategi brand lain dalam merilis perangkat sejenis.
Dominasi Apple tahun ini menandai babak baru persaingan di industri smartphone. Kombinasi faktor inovasi produk, strategi pasar yang adaptif, dan minat konsumen yang kembali menguat membuat Apple keluar sebagai pemenang di tengah tantangan global yang tidak mudah.
Baca selengkapnya di: inet.detik.com



