FUJIFILM instax mini Evo Cinema: Kamera Hybrid Cetak Instan dengan Rekam Video & Efek Era Unik

FUJIFILM resmi meluncurkan instax mini Evo Cinema di India, sebuah kamera hybrid instan yang mampu memotret foto dan merekam video sekaligus mencetaknya dengan cepat. Produk ini menjadi generasi terbaru dalam lini instax Evo, dengan tambahan fitur rekam video dan efek era yang mengusung nuansa vintage berdasarkan dekade tertentu.

Kamera ini hadir dengan layar LCD belakang berukuran 1,54 inci yang memungkinkan pengguna untuk melihat pratinjau hasil foto sebelum mencetak. instax mini Evo Cinema mengusung sensor CMOS 5 MP berukuran 1/5 inci, menghasilkan foto dengan resolusi 1920 × 2560 piksel. Untuk perekaman video, tersedia dua mode: mode Standar dengan resolusi 600 × 800 piksel dan mode High-Quality 2020 dengan resolusi 1080 × 1440 piksel pada 24 frame per detik menggunakan format MP4.

Fitur Video-to-Print dan Konektivitas Canggih

Fujifilm mengintegrasikan fitur unik pada instax mini Evo Cinema yakni kemampuan video-to-print. Teknologi ini mengubah video yang terekam menjadi kode QR yang akan dicetak bersama bingkai foto instax mini. Pengguna dapat memindai kode QR tersebut menggunakan smartphone untuk memutar ulang video dalam bingkai bergaya instax atau mengunduhnya langsung untuk dibagikan.

Kamera ini juga didukung koneksi Bluetooth 5.4 dan Wi-Fi 2,4 GHz yang terhubung ke aplikasi khusus di perangkat iOS dan Android. Aplikasi ini menyediakan berbagai fungsi seperti pengambilan gambar jarak jauh, transfer foto dan video, pembaruan firmware, serta pencetakan langsung dari file foto di smartphone dengan format JPEG, PNG, atau HEIF. Selain itu, pengguna dapat menggabungkan beberapa klip video menjadi satu berdurasi maksimal 30 detik, serta menambahkan template pembuka dan penutup untuk hasil yang lebih kreatif.

Eras Dial: Efek Dekade yang Menarik

Salah satu fitur unggulan instax mini Evo Cinema adalah Eras Dial, yaitu tombol putar yang menawarkan 10 efek visual terinspirasi oleh dekade dari tahun 1930 hingga 2020. Contohnya adalah tampilan film 8mm tahun 1960-an dan efek televisi CRT klasik pada era 1970-an. Setiap efek dapat diatur tingkat intensitasnya dan akan menambahkan elemen audio khas seperti suara bising, getaran pita, serta suara mekanik saat merekam video untuk pengalaman yang lebih autentik.

Desain dan Spesifikasi Teknis

Kamera ini memiliki desain pegangan vertikal yang terinspirasi dari kamera FUJICA Single-8 klasik. Warna hitam dan abu-abu mendominasi tampilan elegan instax mini Evo Cinema. Dilengkapi dengan fitur tambahan seperti Eras Dial klik, tuas pencetak, viewfinder yang bisa dipasang, serta aksesori pegangan untuk memudahkan penggunaan.

Kualitas cetak foto instan berada di resolusi 1600 × 600 piksel dengan waktu cetak kurang lebih 16 detik per foto. Sumber daya kamera berasal dari baterai lithium-ion internal yang mampu menghasilkan sekitar 100 cetakan dalam satu kali pengisian penuh.

Harga dan Ketersediaan di India

Di pasar India, instax mini Evo Cinema Premium Edition dibanderol seharga Rs. 47.999. Paket penjualan berupa combo box yang berisi kamera serta dua pak instax mini glossy film. Pelanggan dapat melakukan pre-order mulai 21 hingga 27 Januari di situs resmi instax. Pengiriman dan ketersediaan produk di toko dijadwalkan mulai tanggal 28 Januari. Sebagai bonus, pembeli yang melakukan pemesanan awal akan memperoleh dua pak film instax mini edisi desainer secara gratis.

Kehadiran FUJIFILM instax mini Evo Cinema membawa inovasi baru bagi para pecinta fotografi instan, terutama yang menginginkan kombinasi antara hasil cetak fisik dan penyimpanan digital lewat fitur video. Integrasi efek era yang menarik dan konektivitas modern menjadi kelebihan utama yang membedakannya dari kamera instan sebelumnya. Dengan harga yang kompetitif dan kelengkapan fitur unggulan, produk ini berpeluang mendapat sambutan positif di pasar kamera hybrid instan.

Berita Terkait

Back to top button