ASUS secara efektif menghentikan pengembangan ponsel untuk fokus seluruhnya pada kecerdasan buatan (AI). Pengumuman ini disampaikan oleh Chairman ASUS, Jonney Shih, pada acara Year-End Banquet perusahaan di Taiwan. ASUS tidak akan merilis model ponsel baru lagi, termasuk lini Zenfone dan ROG yang selama ini dikenal di kalangan penggemar teknologi dan gamer.
Keputusan ini menguatkan laporan sebelumnya dari Digitimes yang menyatakan ASUS tidak meluncurkan smartphone baru sepanjang tahun mendatang. Langkah ini bukan hanya sementara, namun berpotensi berlaku dalam jangka panjang. Shih juga mengungkapkan bahwa ASUS memilih strategi “all in AI” setelah melihat pertumbuhan pesat dari bisnis server perusahaan, yang berhasil meraih pendapatan sebesar NT$100 miliar.
Alasan Peralihan Fokus ke AI
Perubahan arah ASUS menuju AI didorong oleh performa bisnis server yang meningkat signifikan. Pada kuartal ketiga tahun lalu, pendapatan dari server meningkat lebih dari 100% secara tahunan, menyumbang sekitar 20% dari total pendapatan perusahaan. Pertumbuhan ini jauh melampaui proyeksi 10-15% yang awalnya diperkirakan. Selain itu, pertumbuhan pendapatan keseluruhan ASUS juga naik 26% YoY, menambah keyakinan untuk lebih mengutamakan pasar AI dibandingkan sektor konsumen seperti smartphone.
Strategi “all in AI” serupa telah diadopsi oleh beberapa perusahaan teknologi lain, seperti Micron yang menghentikan lini produk konsumer RAM dan SSD untuk fokus pada server AI. ASUS mengikuti tren ini sebagai bagian dari strategi diversifikasi bisnis dan memperkuat posisinya dalam industri teknologi masa depan.
Dampak Penghentian Smartphone ASUS
Penghentian pengembangan ponsel ASUS akan berimbas pada keluarnya lini produk Zenfone dan ROG phone yang selama ini populer. Namun, ASUS memastikan pelanggan yang telah membeli produk ponsel mereka tetap akan mendapatkan dukungan penuh. Dukungan ini mencakup layanan purna jual dan pembaruan perangkat lunak yang masih berjalan untuk menjaga pengalaman pengguna tetap optimal.
Bagi pengguna dan pasar smartphone, keputusan ini memunculkan ruang untuk pemain lain mengisi posisi yang ditinggalkan ASUS, khususnya di segmen ponsel gaming dan high-end. Namun, bagi ASUS, fokus pada AI dipandang sebagai langkah strategis untuk mengantisipasi peluang bisnis yang jauh lebih besar dan berkelanjutan.
Fokus Baru pada Pasar AI dan Server
Kesuksesan ASUS dalam bisnis server memberi sinyal bahwa perusahaan akan memperbesar investasi dan inovasi dalam teknologi AI. Pasar AI kini menjadi sasaran ekspansi dengan potensi pertumbuhan yang menjanjikan, khususnya seiring meningkatnya permintaan akan teknologi pengolahan data dan kecerdasan mesin di berbagai sektor, mulai dari industri hingga layanan digital.
Berikut beberapa poin penting terkait perubahan strategi ASUS:
- Menghentikan pengembangan dan peluncuran smartphone baru.
- Fokus sepenuhnya pada pengembangan teknologi AI dan pasar server.
- Dukungan terhadap produk smartphone yang sudah beredar tetap diberikan.
- Manfaatkan pertumbuhan pesat dari bisnis server yang kini menjadi 20% dari pendapatan perusahaan.
- Ikuti tren global perusahaan teknologi untuk memperbesar investasi di AI.
Langkah ASUS ini mencerminkan perubahan besar di pasar teknologi saat ini, di mana AI semakin menjadi tulang punggung pengembangan produk dan layanan. Perusahaan yang mampu beradaptasi dengan cepat pada tren ini diprediksi akan bertahan dan berkembang di masa depan.
Keputusan ASUS untuk beralih “all in AI” menandai babak baru sekaligus tantangan bagi industri smartphone. Meski meninggalkan pasar ponsel, fokus baru ini memberi peluang pada ASUS untuk memimpin dalam bidang teknologi yang berpotensi mengubah banyak aspek kehidupan sehari-hari dan bisnis global secara lebih luas.







