Apple Pangkas Produksi Vision Pro Hingga 95% Setelah Penjualan Terkini Mengecewakan

Author: Qoo Media

Apple dilaporkan mengurangi produksi Vision Pro secara signifikan menyusul angka penjualan yang mengecewakan. Laporan terbaru menyebutkan bahwa perusahaan memangkas hampir 95% kapasitas produksi dan juga pengeluaran untuk pemasaran perangkat ini.

Menurut Financial Times, produsen yang turut memasok komponen Vision Pro, seperti Luxshare dari China, telah menghentikan aktivitas produksinya sejak awal tahun ini. Bahkan setelah Apple memperkenalkan versi terbaru dengan chip M5, minat pasar terhadap perangkat mixed reality ini tampak tidak membaik.

Angka penjualan resmi Apple untuk Vision Pro belum diumumkan secara publik. Namun, IDC memperkirakan bahwa penjualan sekitar 50.000 unit saja tercapai dalam kuartal terakhir. Hal ini memperlihatkan keberhasilan Vision Pro yang jauh di bawah ekspektasi.

Gagalnya Vision Pro di pasar sering dibandingkan dengan nasib Google Glass di 2013, yang juga mengalami kesulitan dalam menarik perhatian konsumen. Perangkat AR/VR Apple ini dengan desain mewah dan harga yang sangat premium nampaknya belum menemukan audiens yang tepat.

Faktor Penurunan Produksi dan Pemasaran

  1. Penjualan di bawah target
    Penjualan Vision Pro jauh lebih rendah dibanding target Apple, mempengaruhi keputusan untuk mengurangi scale-up produksi.

  2. Tingginya biaya pemasaran
    Dengan pengurangan anggaran marketing sebesar 95%, Apple menandakan fokus yang jauh berkurang untuk mendorong penjualan perangkat ini.

  3. Masalah manufaktur
    Luxshare menghentikan produksi menjadi indikasi nyata penyesuaian strategi manufaktur oleh Apple.

Dampak Terhadap Industri dan Pasar Teknologi

Penurunan produksi ini menjadi sinyal bahwa pasar mixed reality yang diposisikan Apple untuk Vision Pro masih dalam tahap perkembangan yang sulit. Produk dengan harga tinggi dan teknologi mutakhir ini mungkin belum bisa diterima secara luas oleh konsumen umum.

Namun, ada tren meningkatnya minat terhadap smart glasses, terutama di kalangan pembuat konten dan penggemar teknologi. Produk dari Meta dan XREAL yang lebih ringan dan cocok dipakai sehari-hari makin diminati. Ini bisa menjadi peluang bagi Apple jika mereka merumuskan ulang strateginya.

Potensi Masa Depan Vision Pro dan Smart Glasses

Apple mungkin akan mempertimbangkan kembali bentuk dan fungsi perangkat mixed reality mereka. Jika berhasil mengadopsi desain yang lebih ringan dan harga lebih terjangkau, peluang masuk ke pasar massal masih terbuka.

Transformasi smart glasses dari perangkat teknis menjadi aksesoris fesyen dapat menjadi kunci sukses masa depan. Apple memiliki reputasi dalam memadukan desain dan teknologi sehingga masih memiliki potensi untuk menghidupkan kembali segmen ini.

Informasi ini berasal dari laporan pihak ketiga dan belum dikonfirmasi langsung oleh Apple. Namun, jika data tersebut akurat, hal ini menandai salah satu rekayasa ulang besar dalam strategi produk wearable Apple.

Pengembangan ada pada titik di mana pasar mixed reality harus menunggu adaptasi teknologi yang lebih luas dan pendekatan produk yang lebih sesuai dengan kebutuhan konsumen. Apple, dengan sumber daya di baliknya, masih bisa berperan penting jika memilih langkah yang tepat ke depan.

Terbaru