
Samsung Galaxy S26+ baru-baru ini muncul dalam sebuah situs benchmarking sebelum peluncurannya yang dijadwalkan. Varian Samsung Galaxy S26+ untuk Korea Selatan dengan nomor model SM-S947N telah terdeteksi di Geekbench, mengungkap beberapa spesifikasi utamanya.
Perangkat ini dikabarkan menggunakan prosesor octa-core dengan arsitektur ARMv8 dan frekuensi dasar 2,76GHz. Berdasarkan model dan detail chipset yang terungkap, handset ini diperkirakan adalah varian lokal Samsung Galaxy S26+ yang akan segera dirilis.
Spesifikasi Prosesor dan GPU
Prosesor yang digunakan adalah Exynos 2600 buatan Samsung, hasil teknologi 2nm dengan proses GAA (Gate-All-Around). Konfigurasi CPU terdiri dari 10 core yakni satu core Cluster 1 berkecepatan 3,80GHz, tiga core Cluster 2 pada 3,26GHz, dan enam core Cluster 3 dengan clock 2,76GHz.
Untuk slot grafis, Galaxy S26+ membawa GPU Xclipse 960 yang dioptimalkan untuk kebutuhan grafis intensif seperti gaming dan pengolahan grafis berat. Ini menjadi pembaruan signifikan dibandingkan generasi sebelumnya.
RAM dan Sistem Operasi
Smartphone ini dipasangkan dengan RAM sekitar 10,64GB yang kemungkinan akan dipasarkan sebagai 12GB. Sistem operasinya adalah Android 16 dengan antarmuka One UI 8.5, memberikan pengalaman perangkat lunak mutakhir dengan fitur anyar Samsung.
Performa dan Skor Benchmark
Hasil benchmark Geekbench 6.5.0 menunjukkan nilai OpenCL Galaxy S26+ mencapai 24.964 poin. Skor ini jauh lebih tinggi dibandingkan Galaxy S25+ yang hanya mampu mendapatkan angka di kisaran 18.000 poin. Skor ini mengindikasikan lonjakan signifikan dalam performa grafis dan kemampuan komputasi.
Jadwal Rilis dan Pasar Target
Menurut laporan terbaru, Samsung Galaxy S26 series diperkirakan akan resmi diluncurkan pada tanggal 25 Februari. Tiga model yang akan diperkenalkan adalah Galaxy S26, Galaxy S26+, dan Galaxy S26 Ultra. Mereka rencananya mulai dipasarkan secara global dan di India pada 11 Maret.
Detail Tambahan dari Benchmarking
Motherboard dengan kode “s5e9965” yang ditemukan pada perangkat tersebut menguatkan prediksi bahwa inilah model Galaxy S26+. Penggunaan SoC Exynos 2600 berbasis teknologi 2nm menjanjikan peningkatan efisiensi daya sekaligus peningkatan performa keseluruhan.
Kelebihan Teknologi Exynos 2600
Teknologi 2nm pada Exynos 2600 termasuk kelas mutakhir, membantu Samsung bersaing dalam hal performa dan efisiensi energi. Teknologi GAA di dalamnya memungkinkan switching yang lebih cepat dan konsumsi daya lebih rendah. Hal ini membuat Galaxy S26+ sangat sesuai untuk pengguna yang mendambakan kinerja tinggi tanpa mengorbankan daya tahan baterai.
Bocoran spesifikasi ini memberikan gambaran awal yang kuat mengenai apa yang dihadirkan Samsung dalam Galaxy S26+. Penampilan di situs benchmark memberikan kepercayaan kepada penggemar teknologi bahwa perangkat ini akan memberikan peningkatan signifikan di berbagai aspek.
Dalam persiapan peluncurannya, Samsung tampaknya fokus menghadirkan ponsel dengan performa andal dan software terbaru. Dengan konfigurasi hardware yang semakin canggih, Galaxy S26+ layak dinantikan oleh pengguna yang mencari smartphone flagship masa depan.





