
Motorola Signature telah mendapatkan sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dari Kementerian Perindustrian Indonesia. Hal ini menunjukkan kesiapan smartphone ultra-premium tersebut untuk segera meluncur di pasar Indonesia. Sertifikasi TKDN dengan kode model XT2603-1 mencatat angka 36,45%, memenuhi persyaratan regulasi nasional.
Dengan nilai TKDN tersebut, Motorola Signature jadi salah satu smartphone kelas atas yang tidak hanya menawarkan teknologi terbaru tapi juga mendukung industri lokal sesuai aturan pemerintah. Sertifikasi ini makin memperkuat peluang perangkat untuk hadir secara resmi bagi konsumen tanah air.
Performa Tinggi dengan Teknologi Chipset Terkini
Motorola Signature dibekali chipset Snapdragon 8 Gen 5, berteknologi fabrikasi 3nm yang efisien dalam performa dan konsumsi daya. Mesin AI khusus yang terintegrasi pada chipset ini meningkatkan kemampuan ponsel dalam menjalankan berbagai aplikasi. Layar curvad Extreme AMOLED berukuran 6,8 inci semakin menambah nilai jual lewat dukungan Dolby Vision dan refresh rate tinggi, memberikan pengalaman visual tajam dan responsif.
Baterai berkapasitas 5.200mAh dipadukan dengan pengisian cepat 90W memungkinkan penggunaan awet dan pengisian baterai yang lebih cepat dari generasi sebelumnya. Hal ini penting untuk konsumen yang membutuhkan perangkat handal sepanjang hari.
Kemampuan Fotografi yang Mumpuni
Sektor kamera menjadi salah satu fokus utama pada Motorola Signature. Ponsel ini membawa konfigurasi quad-camera dengan resolusi utama 50MP bersensor OIS untuk stabilisasi gambar. Kamera ultrawide dengan sudut pandang hingga 122 derajat juga mendukung pemotretan makro, memberikan fleksibilitas dalam pengambilan gambar.
Tidak kalah penting adalah kamera telephoto periskop dengan zoom optik hingga 3x. Kombinasi ini memenuhi kebutuhan pengguna yang ingin hasil foto profesional dalam berbagai kondisi. Fitur kamera pada ponsel ini jauh melampaui ekspektasi untuk smartphone dengan bodi ramping.
Komitmen Dukungan Sistem Jangka Panjang
Motorola menjanjikan pembaruan sistem operasi Android selama tujuh tahun untuk Signature, mencakup upgrade OS sekaligus patch keamanan. Layanan ini menjamin perangkat tetap relevan dan aman dalam waktu yang lebih lama dibandingkan standar industri pada umumnya.
Pengguna juga mendapatkan akses ke layanan layanan eksklusif “white-glove assistance on-demand,” yang memberikan pengalaman pengguna premium dan personal. Ini menjadi nilai tambah bagi konsumen segmen ultra-premium.
Sedikit Gambaran Tentang Aturan TKDN di Indonesia
Indonesia mewajibkan perangkat telekomunikasi untuk memiliki kandungan komponen lokal minimal 30%, dan untuk perangkat 4G/LTE nilainya naik menjadi 40%. Aturan ini bertujuan memperkuat industri dalam negeri dan mengurangi ketergantungan pada produk impor. Produsen dapat memenuhi persyaratan dengan tiga cara: memproduksi perangkat lokal, mengembangkan aplikasi atau teknologi secara domestik.
Jika persyaratan TKDN tidak terpenuhi, produk tidak diizinkan beredar di pasar Indonesia. Kasus larangan penjualan sempat menimpa beberapa merek global sebagai efek penegakan regulasi tersebut.
Dengan capaian TKDN yang telah diraih, kehadiran Motorola Signature di Indonesia semakin terjamin dan konsumen dapat menantikan smartphone berkelas dunia yang sekaligus mendukung industri lokal. Peluncuran resmi di pasar Indonesia juga dapat menjadi momentum bagi Motorola untuk memperkuat posisinya di segmen ultra-premium.




